Nambahin yah,
Waktu akhir tahun saya ke sana emang Mall yang dibangga-banggain sama kolega saya orang Pilipin. Tapi kalo menurut saya nih, kalo cuma punya waktu ga banyak, sayang aja kalo jalan-jalan di Mall yang secara kualitas menurut saya masih bagusan di Jakarta. Paling kalo mau cari oleh-oleh khas Pilipin ada toko yang namanya Kultura. Tokonya memang ada di beberapa Mall, kalo ga salah ada juga di Mall SM Makati. Bisa dicoba ke sana. Waktu di Bandara saya ambil brosur2, salah satunya ternyata ada brosur Kultura dan ada kupon discountnya. Tau gitu ambil brosurnya agak banyakan he hehhe . Kalau tertarik ke kawasan kota tua, bisa coba ke Intramuros. Suasananya mirip seperti di kawasan Kota, Jakarta. Banyak bangunan kuno , ada Manila Katedral yang dibuat abad 16 dan bangunan-bangunan kuno lain. Kita bisa naik semacam delman buat keliling keliling kawasan itu. Yang menarik juga, di Intramuros ada tempat bersejarah namanya Fort Santiago, merupakan benteng pertahanan yang dibuat abad 16. Kalau bicara Philipin, biasanya berkait sama Imelda Marcos yang punya sepatu buanyak banget. Saya sempet browsing kalau ada museum sepatu Imelda di sana, tapi entah gimana beberapa kolega saya yang asli Pilipin juga petugas hotel ga ada yang tau museum itu ada di mana. Mungkin museumnya udah bubar kali, timbang sepatu aja . hehe he . Museum yang saya datangi namanya Ayala Museum, di daerah Makati. Isinya perjalanan bangsa Philipin dari jaman batu sampai sekarang. Malamnya, kamu bisa ngehang out di kawasan Greenbelt. Di situ banyak resto rada miriplah sama Citos tapi yang ini di area terbuka dan lebih luas. Kamu bisa ngerasain jeepney, angkot khas di sana, yang fisiknya adalah jeep diberi gambar-gambar, lampu, gorden, macam-macam lah hiasannya. Kamu bisa beli miniaturnya di Kultura. Hati-hati sama taksi di sana. Kondisinya mirip sama di sini, ada yang baik, ada yang keliatan sangar tapi baik, ada yang keliatan nolong tapi ngegetok harga. Tapi kalo sudah bisa survive di kehidupan keras Jakarta, mestinya bisa survive juga di sana. Salam, Ningsih [Non-text portions of this message have been removed]
