Halo Mau share sedikit informasi Saya belum pernah ke Brunei via Pontianak, tp kemaren pernah dari Pontianak ke Kuching rencananya sampai ke Brunei tapi karena waktunya ga cocok ga jadi berangkat Info yang saya dapat: Bus yang saya naiki (EVA express) ada trayek Pontianak - Miri (kota perbatasan Malaysia - Brunei) Berangkat dr Pontianak 9 malam, Tebedu 08.30 Pagi, sampai di Miri jam 11-12 Malam ongkosnya 280 ribu
Dari Miri ke Brunei ada yg pernah cerita di salah satu forum http://www.kaskus.us/showthread.php?t=108702&page=2 saya copy-paste kan yah: Di Miri, bis dari Kuching berhenti di terminal bis antar kota. Agar bisa melanjutkan perjalanan ke Brunei maka harus pindah terminal ke terminal bis antar negara. Untuk ini bis kota digunakan karena cukup murah sekitar 50 sen. Setiba di terminal bis antar negara, ada satu agen bis antar negara. Di sana paspor diperiksa seperti biasa. Bis ke perbatasan Brunei agak jelek karena cuma 1 jam perjalanannya. Perbatasan Malaysia dan Brunei itu berupa sungai besar yang bernama Sungai Tujuh / Sungei Tujoh. Pos imigrasi Malaysia ada di sisi Brunei sehingga harus pakai kapal penyebrangan. Bis naik ke kapal penyebrangan dan setiba di pos imigrasi Malaysia, semua penumpang harus turun karena bis kembali ke Malaysia. Semua penumpang jalan kaki memasuki kantor imigrasi Malaysia dan dilanjutkan dengan imigrasi Brunei di seberangnya. Melewati imigrasi Malaysia benar-benar cepat. Setelah melewati imigrasi, semua yang tidak bermobil dapat menunggu bis gratis yang akan mengantar dari perbatasan ke kota terdekat yaitu kota Kuala Belait. GRATIS ??? BENAR ! GRATIS !!!! ASYIIIK !! Dari perbatasan ke jalan raya utama terkesan jelek dan penuh lubang. Di ujung jalan jelek itu ternyata ada palang pemeriksaan. Setelah melewati palang, barulah masuk jalan utama. Ternyata .. Mulusssss ! Bahkan banyak yang terbuat dari beton bertulang baja yang diatasnya dilapisi aspal atau hotmix ! Begitu bis tiba di kota Kuala Belait, sejumlah penumpang turun karena ganti bis menuju wilayah Malaysia yang terletak di antara wilayah Brunei. Sedangkan penumpang yang tersisa diwajibkan bayar $B 6,5 kalau mau meneruskan perjalanan ke Kota Seria. Pemandangan sepanjang perjalanan menuju kota Seria berbeda dengan Malaysia dan Indonesia karena di kiri dan kanan penuh dengan kilang minyak dan lumbung-lumbung logam putih bundar berisi minyak. Setiba di Seria, barulah bisa ganti bis ke bis yang menuju Bandar Seri Begawan. Kotanya cukup bersih walau terminalnya agak kotor karena penuh imigran terutama dari India dan cina. Imigran Indonesia lebih memilih Bandar Seri Begawan daripada Seria. Pemandangan sepanjang perjalanan ke Bandar Seri Begawan sebagian berupa pertanian dan sebagian lagi ladang minyak. Begitu tiba di Bandar Seri Begawan, terkesan besar, rapi penuh jalan tol gratis yang sangat lebar ... tapi ... SEPI ! Padahal waktu itu hari Rabu siang ! Setelah bis masuk terminal bis antar kota di pusat kota Bandar Seri Begawan, barulah terlihat kesibukan ibukotanya. Di terminal ini, ada banyak taksi gelap antar negara ! Biayanya B$30 - B$40. Diantar dari terminal Bandar Seri Begawan, Brunei sampai terminal bis antar kota di Miri, Malaysia termasuk menolong penumpangnya memesankan bis Miri-Kuching atau Miri-PONTIANAK tanpa dipungut biaya tambahan ! Tentu saja karcis bis kita yang bayar sendiri. Oh ya, urusan imigrasi perbatasan pun diurus supirnya ! Salam Andhang [EMAIL PROTECTED] 2008/4/9 yulie haikal <[EMAIL PROTECTED]>: > All, > Ada yang pernah ke Brunei lewat Pontianak (Kal Bar) ga ya? Kalau ada, > mohon infonya ya. > Trimakasih banyak. > > Salam, > Uwee >
