1. Nuker di bandara manapun taripnya ngga bagus. Mereka mengandalkan kemudahan saja. 2. Harga di internet adalah mid range yakni diambil nilai tengah antara jual dan beli. Jadi belum tentu harga di internet itu akurat (ini make jasa finance.yahoo.com atau yang lainnya). Biasanya udah dijelaskan di website-nya 3. Nilai tukar di bank juga ngga selalu bagus. Bahkan lebih rendah dari money changer. Yah mirip sama nuker di bandara. Soal fee charge, biasanya minim US$5 tapi itu jarang banget. 4. Bawa yang handy secukupnya, kalau kepepet baru ditukar balik. Yah itung2 buat nabung 5. Cara ngitung per transaksi jika di money changer. Ngga peduli besar atau kecil. Kalau di bank enggak terlalu tahu. Cuma agak kapok dah.
Ambar Briastuti www.ceritaambar.com | On 14 Apr 2008, at 12:51, sisuryani wrote: > kawan2, > minta saran ttg nuker uang di bandara (atau tempat lain).. > sebaiknya di mana yg paling baik kita nukar currency: di bandara > soekarno hatta, di bandara tujuan atau di tempat lain? > maksudnya biar dapet harga yg bagus dan ga kena biaya transaksi > terlalu besar.. > > minggu lalu sy nukar uang (rp ke euro) di schiphol (abn amro) kena > biaya transaksi 8 euro lebih.. > uda gitu 1 euro dihargai 16rb lebih padahal kalo cek di internet ga > nyampe 15rb, sekitar 14,5rb lah.. > > kalo di soeta, rata2 berapa biaya transaksinya? > dan sebenarnya gimana cara ngitungnya? terserah bank bersangkutan > atau ada dasar persentase dll? > > dan kalo dr eropa balik ke indo, sebaiknya nuker di mana? > > mudah2n ada yg mau berbagi pengalaman.. > terimna kasih > > irma > > > [Non-text portions of this message have been removed]
