Suara Pembaca Kompas, Selasa 15 April, memuat berita atau tepatnya keluhan 
bagasi hilang. Dialami oleh Bp Hermansyah, saat terbang dengan Lion Air, JT 
762, Jakarta Balikpapan, tanggal 3 Februari. 2008. Dari tulisan tersebut saya 
menangkap kesan sampai sekarang bagasi belum ketemu. Untuk biaya pergantian 
"hanya" Rp 20.000 per kilo. Berarti untuk bagasi seberat 10 kilo total 
pergantian maksimal 200.000. Note : belum ada potongan "ini itu".....

Dari informasi tersebut may be tidak atau tepatnya belum dialami kita, tapi 
tidak menutup kemungkinan dengan kondisi "tikus-tikus" bandara dan lemahnya 
administrasi airline, bisa dipastikan penyelesaian akan berlarut-larut. Cukup 
ribet.....Belum lagi nilai pergantian. Meskipun sudah ada pergantian dengan 
ketentuan yang berlalu sudah pasti nilai-nya, seperti kasus di atas, jauh di 
bawah harga barang yang hilang. Katakanlah untuk harga bagasi aja taruh lah 100 
rb, dus pakaian dll.....total biaya akan lebih dari 200.000, itupun dengan 
asumsi tidak menaruh barang berharga di koper.....

Belajar dari kasus tersebut terutama bagi yang suka terbang, memang mau tidak 
mau kalau kita ngalami, berarti sedang apes...... Tidak hanya untuk Lion aja, 
may be juga airline yang lain termasuk Garuda. Sudah pasti akan menghadapi 
ribet dan berlarut-larut-nya administrasi. Kecuali kalau kita punya 
teman/relasi dekat orang dalam airline. 

Setelah diskusi dengan teman-teman yang biasa terbang dan di forum angkasa, ada 
anjuran agar terhindar bagasi hilang :
Pertama, kalau memungkinkan bagasi masuk ke kabin lebih baik lakukan itu. 
Memang pernah ada rekan yang "protes" kalau bagasi yang harusnya masuk ke 
bagasi kog malah masuk ke kabin. Tapi dengan risiko kehilangan cukup besar 
serta adanya "tikus-tikus" bandara siapa yang mau nanggung risiko. Karenanya 
selama di ijinkan atau di-diam-kan petugas kalau bisa bagasi masuk ke kabin, 
lakukanlah.

Kedua. Sudah pasti jangan taruh barang berharga. Ijazah, surat rumah, dll, 
lebih baik bawa masuk ke kabin. Apalagi sengaja taruh uang, emas, jam tangan, 
kamera digital, notebook, dll......itu namanya konyol dan sengaja pancing para 
"tikus" bandara. Saya pernah test case untuk buktikan apakah benar "tikus" 
bandara itu ada, yaitu sengaja taruh selembar 50 rb di bagasi. Begitu bagasi 
saya terima langsung saya buka dan cari itu uang, memang benar HILANG, tanpa 
ada kerusakan koper. Berarti saya pribadi sudah membuktikan dan ngalami sendiri 
bahwa "tikus" bandara itu memang ada.......

Ketiga. Kalau bisa pilih penerbangan pagi yang tidak transit, lakukan lah itu. 
Hilang barang sangat rawan terjadi untuk penerbangan yang transit. Selain itu 
kalau penerbangan pagi biasanya bukan pesawat rolling, jadi agak jarang 
kemungkinan untuk delay.

Keempat, bukan nganjurin berhutang ya, coba periksa kembali fasilitas kartu 
kredit terutama yang biasa pegang Gold Card dari bank mana pun. Adakah cover 
asuransi untuk bagasi hilang atau terlambat. Beberapa bank yang keluarkan kartu 
kredit untuk Gold menyediakan fasilitas tersebut tanpa premi tambahan. 
Pembelian dengan Gold Card langsung ter-cover asuransi hilang maupun terlambat. 

Pada akhirnya berharap kejadian tersebut jangan terulang, ya susah juga. 
Sama-sama tahu lah kondisinya. Palang paling akhir untuk mencegah kejadian 
tersebut adalah mengandalkan doa kepada Yang Maha Kuasa. Kalaupun akhirnya 
dapat cobaan sehingga harus ngalami itu, dengan banyak doa pasti dibuka-kan 
jalan untuk mendapat penyelesaian yang bijak.

salam

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke