Sambungan dari caper sebelumnya:
(http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/message/23614)

Rahasia dari kota Takengon bukanlah pada Danau Laut Tawar yang sudah sangat
tersohor, atau Kopi Gayo berikut keunikan cara membuatnya. Sebuah rahasia
Kota Takengon yang masih tersimpan rapat adalah: Terminal Bus di Malam Hari!

-- Dari Sabang Menuju Banda Aceh --
Jam 7 pagi di Sabang, setelah berberes dan check-out, kami mencari
transportasi untuk menuju Balohan. Dengan wajah seperti turis dan 2 buah
backpack, seorang supir Labi-labi langsung menawari transportasi untuk naik
ferry jam 8. Sampai di Balohan jam 7:30, sambil ngantri tiket, terdengar
suara anak muda berteriak: "PIP 2". Hmmm…. PIP? Apa itu PIP? Kelas baru di
KMP Tanjung Burang? VIP? Aduh… ini di Sunda atau di Aceh sih :p

Disekitar Balohan banyak penjaja makanan, atau sekedar warung kopi. Mungkin
lain kali kami harus datang lebih pagi untuk mencicipi masakan di sini, atau
sekedar mengumpulkan nyawa di pagi hari dengan minum secangkir kopi.

Perjalanan kami melalui laut yang cukup tenang, membuat kami dengan nyaman
dapat menyambung tidur yang tertunda. Jam 10 tepat kami tiba di Ulhee Lheu.
Pemandangan Ulhee Lheu sangat berbeda dengan waktu kedatangan kami 2 hari
yang lalu. Kalau 2 hari yang lalu, pelabuhan ini sepi, kali ini ramai dengan
antrian kendaraan yang akan berangkat ke Pulau Weh. Kami lalu mencari
Labi-labi menuju Masjid Raya Baiturrahman, untuk mencari kendaraan menuju
Takengon.

-- Berangkat Menuju Takengon --
Transportasi menuju Takengon berada dibelakang Masjid Agung Baiturrahman.
Hampir seluruh kendaraan untuk ke Takengon berupa mobil L300, dengan formasi
2-3-3-2/2, 2 orang disebelah supir, 3 orang masing-masing di 2 baris
belakang supir, 2 orang di baris paling belakang, dan sedikit modifikasi,
sehingga baris paling belakang bisa memuat total 4 orang.

Memilih kendaraan disaat perut lapar bukan merupakan ide bagus. Di pasar di
sebelah Masjid, kami membeli bihun aceh (bihun digoreng dengan bumbu merah)
dan beberapa gorengan. Bihun ini lebih mirip bihun goreng betawi sebenarnya,
karena dicampur dengan sambel kacang. Melengkapi makan siang kami adalah
seporsi Nasi, Bebek Kurma dan Kuah Pliu, dari sebuah Bu Sie Itek (Yang
artinya: Warung Nasi Bebek).  Rasanya? Enak, tapi gak luar biasa. Let say…
makanan emergency untuk mencari kendaraan.

Perut kenyang, hati tenang, tapi gak boleh tidur dulu. Kembali kami
menyusuri Jalan Mohammad Jam, lanjut mencari kendaraan menuju Takengon. Ke
travel pertama: "Wah, kendaraan ke Takengon berangkatnya pagi, kalau jam
segini yang ada ke Bireuen, trus nanti ganti lagi". Gak percaya, trus pindah
ke travel kedua disebelahnya: "Wah, kendaraan ke Takengon……", jawaban yang
sama. Mulai pasrah, sambil nanya pilihan lain. Ternyata…, untuk ganti
kendaraan di Bireuen itu gak susah. Semua sudah diurus oleh supir travel.
Langsung deh, beli tiket dan duduk didalam L300, tepat dibelakang supir.
L300 pun berangkat tepat jam 11:45.

Kendaraan L300 ini melayani rute Banda Aceh-Lhokseumawe, melewati Sigli,
tentu saja Bireuen, dengan frekuensi kurang lebih setiap jam sekali.
Keberangkatan kami ternyata tidak langsung menuju Bireuen, karena L300 ini
menjemput penumpang lain sesuai pesanan yang diterima.  Penumpang terakhir
pun sudah dijemput, dan kamipun meluncur menuju Bireuen.

Kesempatan berhenti untuk makan siang di Rumah Makan Seulawah Indah di desa
Sare kami manfaatkan untuk mencicipi Kopi Aceh. Perjalanan pun dilanjutkan
30 menit kemudian. Harapan kami untuk cepat sampai di Bireuen harus pupus,
karena ternyata L300 ini bukan seperti Kereta Express. Sepanjang perjalanan,
beberapa orang penumpang turun dan naik di desa-desa yang kami lalui.
Rupanya L300 ini merupakan kendaraan transportasi penumpang utama yang
menghubungkan kota-kota di banda Aceh.

Akhirnya kami tiba di Bireuen sekitar jam 5, dan pindah ke L300 lainnya yang
menuju Takengon, kali ini duduk di baris paling belakang. A little secret:
Baris paling belakang adalah yang terbaik! Dapatkan extra leg space, dan
reclyning seat dengan duduk di baris belakang, tanpa tambahan biaya *mode
iklan.

Matahari tenggelam selama perjalanan selama 3 jam Biureun-Takengon,
memberikan warna keemasan pada pegunungan hijau yang kami lalui. Didalam
L300 ini ada pasangan suami-istri yang tinggal di sekitar Takengon. Ngobrol
sebentar, dan kami ditawari menginap, sebuah bukti bahwa orang Aceh sangat
ramah. Dengan berat hati kami tidak bisa menginap, karena ingin merasakan
kota Takengon di malam hari. Akhirnya kami tiba di Terminal Takengon jam 8
malam, dan langsung mencari hotel sebelum makan malam disekitar terminal.

-- Sebuah Pusat Jajanan --
Terminal Takengon berubah di malam hari, dari aktivitas bus yang berangkat
dan tiba, menjadi deretan penjaja makanan. Meja dan kursi yang telah
disiapkan penuh dengan orang-orang yang menikmati makan malam atau sekedar
duduk-duduk ngobrol dengan teman. Makanan dan minuman yang tersedia antara
lain Mie Aceh, Nasi Goreng Aceh, Sate Matang, Roti Bakar, Bandrek, dan tentu
saja Kopi Gayo. Rata-rata penjaja makanan ini berjualan hingga jam 12 malam.

Selesai makan malam, kami berjalan kaki ke hotel, ditengah cuaca sejuk
Takengon yang mencapai 18 derajat. Tidur malam yang cukup nyenyak, untuk
melanjutkan ke Danau Laut Tawar.

Benny
http://www.sunsetmood.web.id

Note: Foto dapat dilihat di http://www.pbase.com/bennyc/in_aceh


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------


Indonesian Backpacker Communities
visit our website at http://www.backpacker-indonesia.info/


Silakan membuka arsip milis http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/   
untuk melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan.

No SPAMMING or forwarding unrelated messages.
Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari Jumat. 

Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip bagian 
yang perlu saja

Milis tidak bisa menerima ATTACHMENT, untuk menghindari virus dan menghemat 
bandwidth.

Cara mengatur keanggotaan di milis ini :

- Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
- No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
- menerima email: [EMAIL PROTECTED]
- berhenti dari milist kirim email kosong : [EMAIL PROTECTED]
- Begabung kembali ke milist kirim email kosong : [EMAIL PROTECTED] Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke