Tepat 3 pekan setelah berangkat dari Balikpapan, kami melakukan hal yang
sebelumnya tak kami rencanakan dengan serius. 3 pekan lalu orang di hostel di
Beijing bilang saat itu tak mungkin orang asing pergi ke Tibet. Di Xi'an
pekan lalu orang hostel Han Tang Inn mengatakan hal serupa. Setelah sampai di
Chengdu segalanya berubah. Berkat upaya all out pemilik hostel, ijin ke Tibet
akhirnya turun. Sang pemilik hostel (yang orang Singapura) tak bisa
menyembunyikan kegembiraannya. Katanya, "You are my first guest after 3
months."
Tentu saja untuk mendapatkan ijin orang harus gabung dalam group. Ijin itu kami
terima jam 5 sore padahal kami akan ke Tibet esok harinya. Padahal tiket ke
Lhasa hanya dijual jika pembeli sudah mengantungi ijin. Itupun hanya tiket
pesawat karena sejak kerusuhan Maret lalu kereta Chengdu - Lhasa dihentikan
operasinya. Untuk membeli tiket hari itu juga kami tak punya cukup Yuan, karena
bank telah tutup.
Alhirnya kami undur keberangkatan sehari kemudian. Ada banyak cerita sebelum
akhirnya tadi siang jam 16.10 Air Chima CA4447 yang kami tumpangi mendarat di
bandara Gongkar. 65km perjalanan ke Lhasa menyuguhkan panorama khas Tibet.
Kepungan bukit, kompleks pemukiman orang Tibet yang berpenampang persegi juga
orang-orang Tibet yang berpakaian khas dan membawa prayer wheel. Saat ini
gerimis tipis mengguyur. Jalan di depan tempat kami menginapan, Beijing Donglu,
basah kuyup.
Salam dari Lhasa
New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/sg/