Baru aja saya menggepuk gerombolan semut yang mengerayangi backpack saya. Setelah ditilik ternyata ada bekas coklat yang lupa dikeluarkan sehabis jalan. Untuk merawat backpack saya ini paling males. Secara umum ransel hanya perlu direndam air hangat dengan shampoo atau sabun mandi dove (bukan detergent kuat) terutama yang bahannya sintetik. Kalau ada bekas tanah atau kotoran kering, disemprot pake air mengalir (selang) tapi jangan disikat pake sikat cuci. Cukup pake bekas sikat gigi. Jadi lebih lembut dan ngga terlalu abrasive.
Kalau menyimpan terpaksa digantung di lemari. Kalau ada hanger yang kuat lebih bagus, kalau enggak ya cuma dicantol aja. Juga lemari ngga boleh lembab, katanya dikasih arang buat nyerap bau dan kelembaban. Ohya pernah ransel saya jamuran karena tertimbun barang2 lain waktu pindahan. Terpaksa dicuci lagi dengan cara yang sama tapi disikat menyeluruh. Ketika mencuci juga luar dan dalam. Semua saku dibuka, termasuk bagian strapnya yang sumber jamur karena gesekan dengan keringat badan. Trus dikeringkan seperti Agung, cukup diangin-anginkan. Sampai sekarang ngga pernah nyerahin ransel ke laundry. Lagian kan ngga berat nyucinya. Hi hi sekali-kali ransel emang perlu TLC -lah. Salam, Ambar --- In [email protected], "ewing_eyo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Penggunaan detergent juga harus hati2 krn detergent rata2 mengandung > bahan pemutih. kalau direndam terlalu lama dan dijemur dibawah terik > matahari langsung juga warna ransel bisa jadi 'buluk'. selain sabun > bayi, sampho sachet juga bisa dipakai. > > salam, > erwin > > --- In [email protected], "agung yuniharto" > <agung.yuniharto@> wrote: > > > > Dear all, > > > > Saya mau berbagi tips buat mencuci backpack, ini berdasarkan > pengalaman pribadi. > > > > Sebelum mencuci baiknya kita lihat dulu label yang ada di backpack > kita, biasanya ada label yang berisi petunjuk pencucian, ikuti aja > cara yang tertulis disitu. Kalau tidak ada labelnya, cara ini mungkin > bisa dilakukan.
