Masyarakat Diimbau tak Dekati Kawah Ciremai Pikiran Rakyat, 10 Juli 2008 KUNINGAN, (PRLM).- Bagi mereka yang gemar mendaki gunung, diimbau untuk selalu waspada dan tidak melakukan perkemahan di puncak dan turun ke bagian kawah Gunung Ciremai. Hal ini terkait dengan adanya perubahan geotermal sesuai peringatan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
"Apalagi sekarang masih waktu liburan sekolah. Saya mengimbau agar para pengunjung Taman Nasional Gunung Ciremai, terutama yang akan melakukan pendakian agar waspada dan tidak melakukan perkemahan di atas puncak dan turun ke bagian kawah," kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), H. Muhtadin Nafari di kantornya, Kamis (10/7). Menurut Muhtadin, sesuai pengamatan dari dari PVMBG, pada beberapa hari terakhir ini aktivitas gunung berapi di Jawa Barat agak meningkat. Pihaknya kini tengah mewaspadai sebanyak tujuh gunung yang ada di Jawa Bara, seperti Gunung Papandayan Kab. Garut, Gunung Salak Kab. Bogor dan Sukabumi, Gunung Gede Kab. Cianjur dan Sukabumi, Gunung Tangkuban Perahu di Kab. Subang dan Bandung Barat, Gunung guntur di Kab. Garut, Gunung Galunggung di Kab. Tasikmalaya dan Gunung Ciremai yang masuk wilayah Kab. Kuningan dan Majalengka. Belakangan ini, lanjut Muhtadin, ada perubahan geotermal sehingga Gunung Ciremai pun harus diwaspadai. Perubahan tersebut sangat berpengaruh terhadap aktivitas gunung berapi karena diprediksi hunung tersebut bisa mengeluarkan gas beracun. (A-146/A-140) Salam, Tari YM ID : [EMAIL PROTECTED] http://kuntarini.multiply.com http://profiles.friendster.com/kuntarini
