Upacara di puncak gunung memang bagus-dan saya mendukungnya karena itu merupakan wujud kecintaan kita masyarakat pendaki terhadap bangsa dan negara ini. Tetapi Taman Nasional memang punya peraturan dan kaidah-kaidah tersendiri untuk kita patuhi layaknya sebuah taman nasional. Memang kalau kita sudah menetapkan suatu tempat sebagai taman nasional itu kita harus patuhi peraturannya dan sebagai seorang petualang kita harus mematuhinya. Pendakian dengan kuota besar memang tidak diperkenankan di sebuah taman nasional. Dan apapun niatan dan prosedur yang akan kita berlakukan didalam pelaksanaan itu kita tidak akan mungkin bisa mengatur dan meng akomudir peraturan yang akan kita tetapkan kepada sekian banyak orang. Keputusan menutup Taman Nasional untuk menghindari Pendakian dalam Jumlah besar selama itu bertujuan untuk kelestarian dan penjagaan/antisipasi rusaknya ekosistem TNGP karena jumlah manusia yang banyak, sebagai insan yang ber title Pecinta Alam kita wajib mendukungnya. Tapi kalau itu sudah menyimpang dari alur dengan masuknya beberapa kepentingan lain Malah sebaiknya meluruskanya. Mari kita jaga gunung yang kita cintai ini dengan tidak memaksakan diri untuk menyelenggarakan event masal. Di puncaknya. "SATU ORANG MENDAKI GUNUNG, MUNGKIN CUMA SATU BUTIR KERIKIL JATUH DAN SATU BATANG RANTING KECIL PATAH, TAPI APA YANG TERJADI JIKA LEBIH DARI 100 ORANG MENDAKI BERSAMAAN" Maaf kalau tulisan ini kurang berkenan dengan niatan baik temen-temen untuk Bela negara dengan Akan mengadakan Upacara bendera di Puncak Gede Pangrango. Namun sebelum memberikan dukungan kita harus mempertimbangkan beberapa hal berkaitan dengan Peraturan Sebuah Taman Nasional. Dan apapun peraturan itu baik nyaman atau tidak nyaman bagi kita yang berjiwa Petualang selama itu untuk menghindari perusakan Ekosisitem di Taman Nasional baik sengaja maupun tidak disengaja kita perlu mendukungnya. Salam Lestari Kusworo Rahadyan ----- Original Message ---- From: tHea Arabella <[EMAIL PROTECTED]> To: YSI Milis <[EMAIL PROTECTED]>; SWR SWR <[EMAIL PROTECTED]>; WB 82 <[EMAIL PROTECTED]>; soe hok <[EMAIL PROTECTED]>; komunitas eiger <[EMAIL PROTECTED]>; green peace <[EMAIL PROTECTED]>; [email protected]; [EMAIL PROTECTED]; merbabu com <[EMAIL PROTECTED]>; Nature <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Thursday, July 24, 2008 8:29:48 AM Subject: Merbabu-Com Dukung YSI menyelenggarakan upacara 17 Agustus di Mandala Wangi.. (revisi email TNGP) Salam Lestari..!! Beberapa taun belakangan ini seperti yang kita tau bersama, kalo 17 Agustus atau bulan Agustus TNGP ditutup untuk pendakian, dengan alasan untuk menjaga ekosistem Gunung Gede dan Pangrango, ditakutkan ada kebakaran hutan, dll... Saat ini YSI akan menyelenggarakan Upacara detik" proklamasi Republik Indonesia ke 63 di Lembah Mandala Wangi, puncak Pangrango, dengan ini juga kami ingin mempertanyakan alasan yang jelas mengapa TNGP ditutup setiap bulan Agustus... Kami membutuhkan dukungan dari teman" skalian, yang setuju dan mendukung YSI untuk menyelenggarakan upacara peringatan detik" Proklamasi Republik Indonesia ke 63 di Lembah Mandala Wangi, puncak Pangrango, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.. Untuk bentuk dukungan: - bagi organisasi Pecinta Alam dapat mengirimkan email yang berisi nama organisasi, nama kampus, alamat organisasi, ditanda tangani oleh ketua organisasi, cap stempel organisasi dan mencantumkan kop surat organisasinya. Isi petisinya menyatakan "Mendukung Yayasan Survival Indonesia untuk menyelenggarakan upacara peringatan detik-detik proklamasi Republik Indonesia ke 63 di Lembah Mandala Wangi, puncak Pangrango, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango" lalu discan dan dikirimkan ke email YSI di yayasansurvivalindo [EMAIL PROTECTED] com dan CC ke email TNGP di [EMAIL PROTECTED] id.. Hasil scan ini akan diprint dan untuk dijadikan pegangan YSI secara tertulis. - bagi perorangan yang tidak bergabung di organisasi pecinta alam tapi mau ikut serta mendukung acara ini, dapat mengirimkan email ke yayasansurvivalindo [EMAIL PROTECTED] com dan CC ke TNGP, di [EMAIL PROTECTED] id, berisikan Nama, Alamat, Tempat dan Tanggal Lahir (identitas diri) dan menyatakan "Mendukung Yayasan Survival Indonesia untuk menyelenggarakan upacara peringatan detik-detik proklamasi Republik Indonesia ke 63 di Lembah Mandala Wangi, puncak Pangrango, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango" Untuk jumlah peserta umum dibatasin sebanyak 250 orang, karena mengingat kapasitas Lembah Mandala Wangi tidak cukup besar untuk menampung lebih banyak peserta.. Walaupun sudah ada surat tertulis ke TNGGP dan CC ke Menpora, kami dan untuk peserta yang mau ikut bergabung dalam upacara 17 Agustus tetap mematuhi prosedur yang berlaku, yaitu mendaftar atau booking seperti biasa yang dilakukan kalo mau naek ke Gede atau Pangrango. Untuk masalah ini, akan diatur oleh panitia. Diminta bantuannya untuk menyebar luaskan acara ini sehingga dapat terselenggara dengan baik dan lancar, dan untuk kedepannya agar bulan Agustus TNGGP tetap dibuka untuk umum..=) Salam Lestari..!! Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi : Hery Macan 0813.8560.1951 Thea 021.980.809. 52 / 0812.182.1984 regards, tHea.. ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ Gesendet von Yahoo! Mail. Dem pfiffigeren Posteingang. http://de.overview. mail.yahoo. com [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
