Dear Lia, Gempo dan yg lain2nya.
Masalah transit Auh pakai Ettihad emang agak membingungkan. Yang aku tulis
beberapa waktu yang lalu pengalamanku naik ettihad kurang dari setahun yang
lalu. Itu pengalamanku naik etihad pertama kali. Sebelumnya aku juga bingung
banget, soalnya di UAF's website ditulis WNI kunjungan diats 12 jam emang harus
apply visa. Aku tanya travel agentku, mereka bilang etihad gak kasih sponsor
dan gak kasih hotel. Telpon ke kantor etihad baik yg di Auh maupun negara2
eropa lain (waktu itu aku tanya yg di Brussel sama Paris dan Jakarta)
jawabannya lain2. Tanya embassy jawabannya semua negatif (kita harus apply
sendiri), cuma yang di Paris jawabannya positif (airlines bakalan kasih sponsor
visa). Waktu itu aku sempat telpon emabssy yg di Jakarta juga tapi jawabannya
macem2. Akhirnya modalku waktu itu cuma nekad aja, what will be, will be. Pas
di Brussel aku tanya sama counter etihad, jawabannya sangat positif, mbaknya
bilang aku gak perlu khawatir, etihad bakal urus
semuanya.
Menurutku problem naik etihad emang tricky banget. Menurutku mungkin karena
etihad airlines masih baru (mulai 2003), stafnya baik yang di pesawat maupun di
darat kebanyakan imigran. Rute etihad banyak banget dan karna tiketnya relatif
murah jadi banyak peminatnya. Udah gitu ngurusi TKI dan haji. Jadi emang agak
ruwet. Karena tiket murah kita juga cenderung under estimate ama etihad.
Padahal menurutku dibanding penerbangan eropa lainnya etihad cenderung lebih
willing untuk menolong, dan kondisi pesawatnya jauh lebih baik mungkin bagian
dari promosi. Flight attendantnya kecuali yg dari indo semuanya ramah, Yang
dari indo gak ramah karna pukul rata, semua org indo yang naik etihad pasti TKI
(maaf mbak2 dan mas2 TKI aku benar2 menghormati kalian), maklum budaya indo
yang masih borju. Kalau masalah boring, mau transit di airport mana aja ya
boring.
Pokoknya buat yang mau naik etihad pertma kali dan transitnya diatas 12 jam,
selamat bingung deh. Kalau sekarang kalian telpon kantor etihad atau
embassy, jawabannya bakalan dari A sampai Z. Buat mas Gempo, waktu itu aku gak
keluar duit sepeserpun. Dari visa, taksi, hotel 3 x meals semuanya etihad yang
tanggung. Waktu itu dihotelku banyak penumpang yg bakalan 1 psw sama aku, dan
mereka bukan TKI jadi gak begitu khawatir. Kalau ada praturan baru aku gak tau,
dan gimana naik etihad sekarang ini, aku juga gak tau. Karna itu pengalanku
hampir setahun yang lalu. Semakin banyak info didapat semakin baik.
Good luck buat semua yang pada mau naik etihad deh.
Ully