Hai Kovida, Kebetulan aku udah pernah backpacker dari Bangkok-Siem Reap-Phnom Penh, bulan November silam. Aku jalan sendiri dari Indonesia. Rute itu bagian dari trip Indochina-ku selama 12 hari. Rute ini adalah yang paling seru dari rute sebelumnya dan memberiku banyak pengalaman ( ternyata Indonesia masih jauh lebih beradab, i love u Indonesia hehehehehe)
Sejak awal aku sudah baca ada peringatan di LP untuk berhati-hati pada scams tiket bus menuju SR yang banyak tersedia di hostel sepanjang Khao San Road ( aku nginap di sini). Peringatan ini menyebutkan, tiket bus Bangkok-SR dijual murah dengan promosi bus eksekutif padahal nanti bakal ditukar dengan bus super jelek dan ditagih biaya macam2 sepanjang jalan. Bus itu juga banyak berhenti sehingga bakal nyampai SR tengah malam. Walhasil para turis nggak punya pilihan selain tinggal di hostel yang sudah disarankan sama agen bus tersebut. Meski seringkali hostelnya itu kondisinya buruk tapi tarifnya mahal. Karena peringatan itulah, aku sudah membuat dua rencana. Pertama naik kereta BKK-PP lalu baru naik bus ke SR. Kedua naik bus/kereta ke perbatasan Aranya Pratet/Poipet trus nyambung pakai bus/share taxi ke SR. Karena aku pergi sendiri, dua pilihan diatas lumayan merepotkan. Malah jatuhnya bisa mahal, terutama saat naik taksi dari Poipet ke SR yang dipatok US$ 60 dengan mobil "Camry". Memang akan murah jika kita bisa menemukan teman jalan 2-3 orang untuk berbagi biaya taksi ini. Sementara kalo mau naik bus umum dari Poipet ke SR jadwalnya nggak pasti, kondisi busnya jelek banget ( jalan raya Poipet-SR itu kayak ajang off-road, maklum Kamboja lebih miskin dan lebih korup dari Indonesia). So, finally I took the BKK-SR ticket (scams) yang dibilang di LP itu. Aku beli seharga 500 baht (sekitar Rp 150 ribu) di hostel sebelah. Kebetulan mbak yang jual tiket orangnya baik banget, dan saat ku-confirm soal kejadian2 di LP, dia bilang nggak begitu kejadiannya. Dia bilang memang bus saat di Kamboja lebih jelek, karena di sana memang nggak ada bus bagus. Dan bus dari BKK nggak boleh lewat perbatasan. Soal penginapan, dia juga bilang aku bebas milih di manapun nggak harus ikut kemauan. Well, it seems everything's OK and not threatening. Kebetulan dari hostel itu ada satu orang yang punya niat sama dengan gw. Jadilah kami berangkat berdua. Bus ke AP super nyaman, double deck. Berangkat dari KSR sekitar pukul 7.30 sampai di AP pukul 12.00. Sblm masuk border, bus kami mampir dulu di tempat makan. Ternyata ini hanya alasan buat guide alias calo yang sejak awal ada di bus untuk memaksa kami membayar 1200 baht untuk bikin VoA Kamboja. Gw menolak mentah-mentah tawaran mereka, karena kutahu harga visa Kamboja hanya US$ 20 (600 baht). Si calo langsung bersikap sepak ke aku dan bilang : "kamu bisa saja bayar segitu, tapi kamu bakal antri berjam-jam di imigrasi dan ninggalin temen2 kamu yang lain. kalau kamu bayar 1200, visa langsung keluar" Waks, muka si guide yang selama di bus terlihat ramah itu jadi menyeramkan. Toh, dengan tekad bulat aku etap menolak ( dan jadi satu-satunya yang menolak, karena semua temen sebus-ku yang semuanya bule-bule itu 'menyerah' ). Akhirnya kuurus sendiri visa Kamboja. Ancaman si calo nggak sepenuhnya benar, tapi juga nggak sepenuhnya salah. Di loket imigrasi Poipet (yang kayak loket karcis bus di terminal dusun di Indonesia), nggak ada antrian satu orang pun. Tapi, petugas imigrasinya amit-amit korupnya. Tiga orang petugas di depanku minta bayaran 1000 baht. Gubraks kubilang visa turis cuman 20 USD dan itu jelas terpampang di papan di atas loket. Mereka tetep keukeuh, gak mau kasih visa kalo aku nggak mau bayar 1000 baht. Setelah alot bernego, aku bayar pakai USD karena nggak punya baht ( boong sedikit). Aku bayar 25 USD sesuai harga visa bisnis ( 800 baht). Mereka menyerah juga. huuuuuuh, It all takes about 15 minutes. Usai urusan visa, si calo sudah menunggu di halte bus untuk mengantar kami semua ke depot bus ( ini juga depot milik jaringan mafia jalanan Kamboja hehehehe). Di sana kami dinaikkan bus jelek ( kagak ada AC untung kursinya nggak keras2 amat) menuju SR. Kulihat bus kami masih lebih mendingan dari bus-bus lain di sekitar situ. Dan ternyata rombongan kami dari BKK sudah tercerai berai. Yang tetap hanya aku dan teman satu hostelku ( karena kami memang janji-an bakal pergi bareng2 sampai tempat tujuan). Akhirnya kami nyampai di SR jam 9 malam, itu karena bus nggak bisa jalan kenceng dengan kondisi jalan yang rusak dan penuh lubang, plus pakai istirahat segala. Alhamdulillah, hostel yang direkomendasikan ama si calo ternyata bagus dan murah. Kamar double bed kamar mandi di dalam hanya 3 USD/malam. So, saranku sih, kalau punya kelebihan uang banyak, naik pesawat saja BKK-SR. Mahal siy, saat itu sekitar 3000-an baht. Kalau pun mau jalan darat, jangan sendirian, banyak kok temen di jalan yang bisa diajak (seperti yang kulakukan). Wisata wajib dan satu-satunya yang oke di SR tentu saja explorasi kompleks Angkor Wat. Kompleksnya luas banget ( termasuk candi-candi di sekitar Angkor Wat), bisa pilih rute sehari ( tiketnya 20 USD) atau tiga hari ( tiketnya 30 USD). Jangan lupa bawa masker, kota ini sangat berdebu dan kotor. Eniwei, dengan pengalaman seperti itu aku heran mengapa Angkor Wat menarik lebih banyak turis asing dibandingkan Borobudur dan candi2 lain di Indonesia. Kuduga ini pasti karena keberhasilan promosi Kamboja soal Angkor Wat. Sebab dari sisi transportasi, prasarana penunjang, dan keramahan, Borobudur jauh lebih baik dari Angkor Wat. Lima temen jalanku selama di SR ( 3 bule dan 2 Japanese) bilang mereka nggak bakal balik ke SR. Meski Angkor Wat-nya keren, tapi pelayanan dan transportasinya buruk sekali. Plus banyak calo penipu. Sorry ya kalo kepanjangan. Semoga membantu, Astari Yanuarti --- On Tue, 8/19/08, kovida_pathana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: kovida_pathana <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [indobackpacker] bangkok to angkor wat To: [email protected] Date: Tuesday, August 19, 2008, 10:06 AM rekan2 saya mau minta info transportasi dan akomodasi dr bangkok ke angkorwat, kalo lewat darat brp lama yah? kalo lewat udara dr bandara cambodianya ke angkor wat brp jauh yah??? kalo di angkorwat apa aja yah yg bisa di ekplorer. thx [Non-text portions of this message have been removed]
