Hai Indah,

Kalau dibandingkan dengan imigrasi Kamboja, imigrasi di Laos dan Vietnam sudah 
lebih tertata dan minim korupsi ( ini berdasarkan pengalamanku). Saat itu 
November 2007, aku jalan dari Hanoi-Vientiane-Nong Khai-BKK. Sendirian dari 
Jakarta ( meski jadinya nggak sendirian karena ketemu beberapa teman baru di 
perjalanan)

So, kalo kamu mau, rutenya bisa dibalik kan. Dan sudah tentu nggak lewat 
Kamboja. Aku naik bus dari Hanoi-Vietiane, cuma US$ 12. Tapi bus-nya nggak 
pakai AC dan dipenuhi penduduk Vietnam/Laos. Biasanya turis asing ditaruh di 
bagian belakang. Dan harga tadi adalah harga turis. Penduduk lokal hanya perlu 
bayar sekitar US$ 7. 

Berangkat dari terminal bus Hanoi sekitar jam 7 malam. Tiba di perbatasan Cau 
Treo subuh. Di sini busnya nungguin kita urus VoA ( untuk masuk Laos, WNI masih 
harus bayar Visa, kalo masuk Vietnam nggak perlu). Lumayan mahal juga VoA-nya 
US$ 25. Dan mending sudah siapin US$, jangan pakai Dong apalagi Kip, bisa mahal 
kenanya, sebab rate-nya ngawur.

Urus VoA di Laos sebenarnya nggak ribet2 amat (nggak perlu tawar menawar 
tarif). Yang jadi masalah itu nggak ada tiga meja yang musti turis asing 
datangin. Dan antrian imigrasi di perbatasan ini penuh dengan penduduk komuter 
Lao-Vietnam. Sebenarnya malah bukan antrian, karena nggak pakai line, jadi ya 
gitu deh.Semrawut.

Urusan imigrasi ini makan waktu satu jam-an. Dan akhirnya tiba di northen bus 
terminal Vientiane, Lao sekitar pukul 2 siang. Itu karena busnya mengalami 
kerusakan sehingga jalannya lambat dan berhenti buat makan pagi.

Vientiane meski ibukota negara, tapi suasananya tenang banget dan sepi. Kota 
ini lebih bersih dari Siem Reap ataupun Phnom Penh. Kalau soal tempat tinggal 
pilih yang di Mekong River's banks. Pemandangannya bagus, harganya ada murah, 
mulai dari sekitar 2 USD/malam. Sungai ini sekaligus perbatasan negara Lao 
dengan Thai, jadi di sisi seberang sungai sudah bagian dari Thailand.

Obyek wisata wajib di sana adalah Pha That Luang ( simbol negara Lao PDR) yang 
megah dengan stupa emas dan Patuxai ( monumen kemerdekaan Lao yang bentuknya 
percisĀ  dengan Arc de Triomphe). Selain itu masih banyak Wat yang bisa 
didatangi, Budha's Park di dekat perbatasan Thai, plus jalan2 di sepanjang 
sungai Mekhong dan sekitar kota Vientiane. Keliling kota paling enak pakai 
sepeda motor seperti saat di Hanoi. Atau jalan kaki juga ok. Kalau barengan ama 
2-3 temen bisa ambil opsi keliling kota dengan tuk-tuk.

Kota lain yang menjadi idola para turis asing adalah Luang Phrabang, yang mirip 
ama Chiang Mai. Karena mengedepankan wisata alam, trekking, plus warisan budaya 
lokal. Kota ini terletak di utara Vientiane dan kalo naik bus butuh 8-10 jam. 
Aku sendiri nggak sempat mampir ke sana meski ada paket wisata murah dari 
temanku yang orang Lao. Sebab, waktuku nggak memadai.

Rute Vientiane-BKK, kulalui lewat jalur darat via Nong Khai. Dari terminal bus 
Vientiane, naik bus umum ke perbatasan Thai-Lao Friendship Bridge 20 menit, 
cuma 3000 kip ( Rp 3000). Untuk menyeberang jembatan ini tersedia bus khusus, 
harganya 30 baht. Bus ini seharusnya menunggu semua penumpang selesai ngurus 
imigrasi. Jadi tas bisa ditinggal di dalam bus. Tapi lebih baik tas dibawa 
saja, untuk jaga-jaga jika busnya ninggalin kita ( ini terjadi sama aku) karena 
waktu itu antrian imigrasi lumayan panjang.

Dari Nong Khai aku naik kereta ke Bangkok. Tadinya mau naik kereta terakhir 
yang berangkat pukul 7 malam. Tapi berhubung ketinggalan kereta, akhirnya 
nginep semalam di Nong Khai, dan mengejar kereta pertama jam 6 pagi keesokan 
harinya. Tarif kereta kelas ekonomi ( kelas 3) 250 baht. Kondisinya mirip ama 
kereta ekonomi di Indonesia, hanya lebih bersih. Pemandangan sepanjang jalan 
bagus banget, plus interaksi dengan penduduk lokal. Tiba di stasiun kereta Hua 
Lam Pong Bangkok siang sekitar jam 4 sore.

Oya, selain naik kereta, ada opsi naik bus direct Vientiane-BKK. Busnya AC dan 
bagus, tapi harganya lebih mahal dua kali lipat, 650 baht. Berangkat jam 7.30 
malam sampai di BKK ( di Kao San Road) jam 6 pagi. Nama busnya Sabaidee.

Salam,
Astari Yanuarti


--- On Wed, 8/20/08, Indah Situmorang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Indah Situmorang <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [indobackpacker] dari thailand ke hanoi... mendingan lewat laos atau 
cambodia?
To: [email protected]
Date: Wednesday, August 20, 2008, 8:10 PM










    
            Hi..

aku lagi di phuket, rencananya mau lanjut ke bangkok terusĀ  tujuan akhir adalah 
hanoi.

tapi setelah baca2 postingan rekan2 betapa ribetnya urusan dari thailand ke 
cambodia... jadi mikir2 juga nih...

secara aku travel sendirian.

Aku sih tidak begitu berminat dengan ankor wat di cambodia.

Mungkin ada saran dari rekan2.... lebih mudah urusan lewat cambodia atau laos 
ya???

(maksudnya.. untuk urusan transportasi darat, per-calo-an dan bisa nya....)

dan kalau di laos, tempat wisata apa yah yang menarik?



thanx sebelumnya.. .



[Non-text portions of this message have been removed]




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke