First Of All I wanna thanks to :
1. Lily
2. Susan
3. Andrew (luthu sekali kamu lain kali berenang lagi ya)
4. Sunyi
5. Jainer
6. Linda
7. Pak Adi (owner Pondok Adi)
8. Pak Udin (tour Guide)
9. Pak Miko (driver, makasih udah minjemin Sendal)
10. All Ojeg crew
11. Engkong (Juru Kunci Gua Gunung Sumbing, sekaligus pengarah gaya acara foto
session kita di Gua dan makasih mangganya, uenak pisan)
mungkin bagi sebagian orang belum tau dimana keberadaan Ujung Genteng dan
bahkan diantaranya malah menganggap guyu atau lelucon, seperti halnya aku tahu
pertama kali dari salah satu temenku yang berasal dari Germany (Dave - surfer),
aku melihat salah satu foto dia yang ber tag line Ujung Genteng, dan aku
bertanya dimanakah tempat itu berada kok bahasanya Indonesia, dan dia malah
mengejek aku masa orang Indonesia tidak tahu ada tempat bagus di negerinya
sendiri, dari situ aku merasa tercambuk dan nasionalismeku terkoyak dan
membangkitkan tekad untuk mengenali negeri ini dari dekat bukan hanya dengar
cerita dari orang atau media dan ini adalah salah satu alasan bergabungnya aku
dengan Milist Fun Trip 2 Volcano, Nature Trekker, IndoBackpacker . Dulu aku
hanya mengenal Bali, lombok dan daerah sekitar Pulau jawa dan kadang - kadang
sampai menghabiskan budget yang lumayan cukup menguras kantong. Dan biasanya
aku traveling sendiri, karena biasanya kalau
sama temen2ku lebih banyak kegiatan shoppingnya daripada menikmati keindahan
alam, dan aku sedih sebetulnya dengan kondisi Pariwisata Indonesia banyak
sekali yang terbengkalai,kotor dan tidak ramah, tapi dari sini aku belajar
untuk menerima dan ikhlas dengan segala keadaan pada saat aku tiba dilokasi,
sangat jelas sekali terlihat waktu aku check in dengan menggunakan koper dan
Ransel, mereka begitu ramah ketika aku membawa koper sedangkan ketika aku cuma
membawa ransel dan pakaian yang biasa aja pelayanannya kurang memuaskan dan
dikasih kamar yang jelek ( Hotel yang sama) dan itu sering terjadi, tapi itulah
Indonesia orang akan dihargai kalau derajat dan kekayaannya berlimpah atau
penampilan yang mewah sedangkan untuk orang biasa hanya dipandang sebelah
mata(curhat colongan euy).
Kembali ke Ujung Genteng, perjalanan kemarin terbilang sukses, walaupun
sebenarnya ada peserta yang daftar in last minute dan datang jauh dari
Balikpapan sedangkan kami hanya menggunakan kijang Kapsul yang cuma muat 7
Orang, tapi walaupun aga sedikit kurang nyaman khususnya penumpang bagian
belakang kami berangkat Jam 10 malam. Akhirnya setelah melewati jalanan yang
macet dan berliku sampai juga di Pondok Adi, dan aku senang sekali akhirnya aku
merasakan betapa nikmatnya tidur di rumah panggung. Dan ternyata di Ujung
Genteng udaranya dingin sekali sedangkan aku ga bawa jacket dan celana panjang,
pikirku pantai pasti panas alhasil pagi hari itu aku nga hodhod alias
kedinginan. dan baru kali ini aku merasakan udara pantai yang kaya di Puncak
gunung.
hari pertama kami ke Amanda Ratu disini katanya tanah lotnya UG, tempatnya cozy
banget dan tidak terlalu banyak pengunjung tapi pemandangannya biasa saja.
perjalanan kami lanjutkan ke Gua Gunung sumbing, dan kami disambut sang Juru
Kunci yang ramah sekali, sebelum memasuki Gua kami terlebih dahulu makan nasi
timbel di depan hamparan sawah yang kering kerontang gara2 musim kemarau yang
panjang, hembusan angin sepoi2 menemani kebersamaan kami pada waktu itu.
akhirnya kamipun masuk ke dalam Gua yang pintu masuknya hanya cukup 1 orang dan
konon (kata si engkong) gua ini dulunya adalah tempat pelarian Prabu Siliwangi
dan Gua ini tersambung ke Karang Bolong, Cilegon dan Tasikmalaya (ada yang mau
coba menyusuri kebenaran ceritanya??) ketika kami makin jauh masuk kedalam Gua
kami sangat kagum dengan keindahan Contour gua, jangan coba memisahkan diri
dari rombongan karena kalau tersesat mungkin tidak akan pernah kembali lagi
(serem) tapi yang aku sesalkan banyak
sekali dinding gua yang di corat coret sehingga mengurangi keindahannya.
Mungkin karena itulah Gua tersebut di Kunci dan ga sembarangan orang yang bisa
masuk tanpa panduan sang juru kunci. dan dengan sigapnya si engkong mengarahkan
kami untuk berfoto ditempat yang bagus dan sekalian beliau mengarahkan gaya.
kayanya si engkong punya bakat terpendam jadi pengarah gaya dan beliau cukup
foto genic lho.
Perjalanan kami lanjutkan ke Air terjun Cigangsa, walaupun airnya surut tapi
keindahannya masih bisa dilihat, pemandangan begitu menakjubkan dan kami
berencana untuk kembali ke tempat ini setelah musim hujan tiba dan debit airnya
banyak. Ditempat ini pula aku diminta Andrew untuk menangkap ikan kecil (lebih
mirip kecebong/baby fish) dan kami pun asyik dengan kegiatan mengkap ikan
menggunakan tangan, dan aku berhasil mengumpulkan 10 ikan kecil senangnya :)
masa kecil kurang bahagia euy :p. Hari mulai senja dan kamipun melanjutkan
perjalanan menuju air terjun Cikaso. Tapi aku kecewa sekali karena ditempat ini
kotor sekali banyak sampah bertebaran dimana2 dan bekas orang menyalakan api
unggun yang bekasnya berserakan belum lagi sampah mie instan dan bungkus
makanan instan dan snack yang mengurangi keindahannya. Mungkin bagi pengelola
jangan hanya menarik retribusinya saja tapi seharusnya kebersihannya juga
dijaga kalau ada pengunjung yang nakal jangan
segan2 mengasih sangsi.
Setibanya di pondok kami pun berganti kendaraan dengan Ojeg menuju Pantai
cipanarikan dan kami menyempatkan mampir ke tempat Bule2 surfing, dan benar
kata Dave ombaknya bagus sekali (bagi yang udah jago tempat ini recomended
banget dech tapi bagi pemula jangan coba2 karena ombaknya tinggi sekali serta
tidak ada life Guard disini) dan disini tidak terlihat ada penyewaan alat
surfing mungkin mereka bawa sendiri, dan tidak ada orang lokal yang main disini
aku cuma berandai2 dalam hati andai aku sudah jago surfing mungkin tempat ini
jadi favorit setelah Ulu watu dan Batu karas, mataharipun hampir terbenam kami
melanjutkan ke pantai muara Cipanarikan. Sungguh menakjubkan pasirnya putih
bersih dan sama sekali tidak terlihat sampah, Indah sekali, tapi disini tidak
bisa berenang karena ombaknya tinggi sekali kami hanya ber narcissist ria
sambil menunggu matahari tenggelam (jangan menunggu gelap disini karena tidak
ada penerangan.
setelah berleha2 dan bercengkrama dengan sesama traveler tiba waktunya kami
mengintip penyu2 bertelor yang bertempat di pantai Ciparikan dan disini bener2
wasting time dan gondok banget karena ketika kami sampai ditempat penyu
bertelor masih sedikit pengunjungnya begitu hari mulai larut malam munculah
segerombolan orang yang tidak sopan, menyalakan senter dan berisik padahal itu
tidak boleh karena bisa menyebabkan penyu ogah bertelor dan ga jadi naik
kedarat, dan tidak berhenti disitu muncul lagi segerombolan melakukan hal yang
sama dan kali ini mereka mengambil tempat duduk mendekati bibir pantai which is
tepat didepan rombongan kami, jengkel banget ada yang curhat ada yang mainin HP
dan ada juga yang menyalakan music. akhirnya aku memilih untuk tidur dari pada
menyaksikan penyu bertelur, setelah kami tertidur di pantai, tidak berapa lama
susan mengajak kami untuk kembali ke Pondok dan membangunkan kami semua. bener2
penantian yang sia- sia mungkin
untuk trip berikutnya acara melihat penyu akan di skip. kamipun meninggalkan
tempat itu dengan perasaan dongkol waiting for nothing.
Day II
Niatnya sich mau berangkat jam 5 pagi di itinerary tapi karena udara yang sejuk
menyebakan kami malas untuk beranjak dari tempat tidur dari kami semua sepakat
untuk melihat sun rise di pantai, setelah makan pagi kami pun berangkat ke
cagar alam, pantainya cukup bagus walaupun banyak sampah akibat ulah2 manusia
tidak bertanggung jawab disini bisa terlihat ikan2 berwarna warni tanpa perlu
menyelam ataupun snorkeling tapi hati - hati kalau berjalan di air karena
banyak sekali ubur2 dan binatang aneh2 yang kemungkinan beracun dan banyak
sekali Umang umang disini. dan aku merasa kecewa ketika ketika memasuki hutan
lindung ternyata di bangunan yang katanya peninggalan Jepang itu di corat coret
dan sama sekali tidak terurus. setelah mampir ditempat pembuatan gula dan minum
nira kami kembali ke Pondok dan berenang di depan Pondok, pantainya tenang
sangat aman untuk berenang apalagi buat anak kecil karena tidak berombak.
terlepas dari itu semua kami sangat berbahagia dan entah kenapa ditempat ini
bawaannya pengen tidur melulu mungkin karena udaranya yang sejuk sampai2 air
lautpun dingin sekali padahal kami turun ke pantai itu matahari sudah tinggi
dan airnya bening sekali. Mungkin buat orang yang Insomnia tempat ini bisa
sedikit membantu untuk bisa tidur lebih cepat dan nyenyak sekali.terbukti dan
teruji :)
"And the story Goes........................." Ujung Genteng I'll be back soon.
[Non-text portions of this message have been removed]