Ini cerita perjalananku pas ke Jayapura taon lalu, mungkin bisa membantu
DANAU SENTANI Dari Bandara Sentani, memakan waktu 1 jam perjalanan menuju kota Jayapura. Selama perjalanan, kita bisa melihat Danau Sentani yang sangat luas. Dengan dikelilingi oleh perbukitan yang terlihat hijau dan beberapa rumah panggung dipinggir danau, ditambah dengan airnya yang tampak tenang, membuat suasana ini terasa sunyi. Sayang sekali, tidak ada kegiatan apa pun di danau tersebut. Yang ada hanyalah, tiga sampan yang dinaiki oleh anak-anak untuk mencari kaleng bekas minuman. Selebihnya tidak ada yang berusaha untuk memanfaatkannya. Sebenarnya danau ini bisa dijadikan sebagai salah satu obyek wisata air, seperti halnya yang dilakukan di daerah lain. Sebenarnya jaraknya pun dari Jayapura tidak terlalu jauh, sehingga bisa dijangkau oleh masyarakat. Belum lagi jalan dari Sentani menuju ke Jayapura harus melewati danau ini. Jadi apabila bisa dikembangkan lagi, bisa-bisa danau ini tidak sesunyi seperti sekarang ini. KOTA JAYAPURA Kota Jayapura sendiri sangat luas, tapi karena terdiri dari daerah perbukitan, jadinya jalanannya pun naik turun. Begitu juga dengan pemukimannya, banyak juga rumah-rumah penduduk yang berjajar diatas bukit. Ditengah kotanya terdapat pantai yang berhubungan langsung dengan lautan pasifik. Tapi karena berada diantara teluk, jadinya airnya pun sangat tenang, tidak ada ombak. Airnyapun sangat jernih, bahkan kita bisa menemui banyak sekali ikan hias yang bersembunyi diantara bebatuan. Jadi di Jayapura ini kadang kita tidak bisa membedakan antara danau dan lautan, karena sama-sama tenang. Ketika malam hari, kita juga bisa menikmati makanan yang banyak dijual di sepanjang pinggir pantai, yang kebanyakan menyajikan ikan laut. BUAH PINANG Saat berjalan-jalan ditengah kota, terlihat banyak sekali orang yang menjual buah pinang. Ternyata, banyak sekali masyarakat di Jayapura ini yang mengkonsumsinya bersama dengan buah sirih dan kapur. Tidak dimakan, tapi hanya dikunyah saja dan campurannya akan menjadi warna merah di mulut. Menurut mereka, mengunyah buah pinang sudah dilakukan turun-temurun sejak nenek moyang dulu, yang dilakukan untuk kesehatan dan memperkuat gigi, seperti halnya yang dilakukan orang-orang tua di Jawa jaman dulu yang mengunyah daun sirih. Hanya mungkin bedanya, mengunyah buah pinang ini juga banyak dilakukan oleh anak-anak kecil di Jayapura. Akibatnya, karena sudah terbiasa, mengunyah buah pinang ini bisa menjadi kecanduan hingga dewasa. Tapi buat yang belum pernah, maka campuran buah ini bisa sangat memabukkan. PANTAI HAMADI Salah satu tempat wisata yang banyak diminati oleh masyarakat Jayapura adalah Pantai Hamadi. Letaknya yang tidak terlalu jauh dari kota Jayapura, dengan pasirnya yang putih dengan ombak yang tidak terlalu besar, menjadikan pantai Hamadi sebagai tempat yang harus dikunjungi jika kita singgah ke kota Jayapura. Disini kita akan menemukan suatu keunikan, karena di salah satu sudut pantai, kita akan dikagetkan dengan adanya batu nisan. Memang disana ada beberapa makam, yang menurut informasi merupakan makam penduduk disekitar pantai. Saat air pantai sedang surut, kita juga bisa melihat bekas kapal-kapal Belanda pada jaman penjajahan dulu yang karam dan tenggelam di pantai tersebut. PERBATASAN RI-PNG Provinsi Papua ini berbatasan secara langsung dengan Negara Papua Nugini. Untuk sampai di perbatasan, kita harus menempuh perjalanan selama 2 jam. Jalanannya bagus, tapi sangat sepi, karena disamping kanan dan kiri hanya ada hutan belantara, tidak banyak bertemu pemukiman penduduk. Untuk sampai di perbatasan, kita diwajibkan dua kali melaporkan diri ke pos penjagaan TNI. Ini dilakukan untuk keamanan kita sendiri, karena di hutan sekitar perbatasan sangat rawan dari gangguan keamanan, terutama dari gerombolan OPM (Organisasi Papua Merdeka). Mereka banyak yang bermukim di pedalaman hutan dan sering memberhentikan mobil ditengah jalan. Apalagi jika melintas di malam hari, karena tidak ada penerangan sama sekali. Ketika sampai di perbatasan, tidak ada penjagaan yang terlalu ketat, sehingga kita yang tidak membawa paspor pun bisa bebas melintasi batas dua Negara tersebut. Disana banyak sekali penjual souvenir khas Papua Nugini, seperti kain pantai, mug, dan produk-produk makanannya. Walaupun di Papua Nugini menggunakan mata uang Kina, tapi para penjual souvenir itu mau menerima Rupiah sebagai alat pembayaran. Yang menarik, masyarakatnya tidak jauh berbeda dengan di Jayapura. Mungkin yang membedakan adalah bahasanya. Mereka banyak menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari. Dari atas bukit itu, kita bisa melihat pesisir pantai dan pemukiman penduduk di sekitarnya, yang semuanya berbentuk rumah panggung. Dulu, saat ada nelayan kita yang ditembak oleh tentara Papua Nugini, penjagaannya sangat ketat. Sehingga hanya untuk membeli souvenir saja yang berjarak beberapa meter dari batas kedua negara, kita harus menggunakan paspor seperti biasa. OLEH-OLEH Tidak ke Jayapura jika tidak membeli koteka. Demikian salah satu ungkapan jika kita berkunjung ke Papua. Tapi jangan harap bertemu dengan orang yang menggunakan koteka di jalanan kota Jayapura. Koteka ini mungkin masih dipakai oleh masyarakat di pedalaman Wamena. Jika untuk oleh-oleh, kita bisa mengunjungi toko-toko souvenir yang ada di daerah Hamadi. Selain koteka, kita juga bisa mendapatkan lukisan dari kulit kayu dengan motif tertentu, patung-patung khas suku Asmat, atau juga topi kepala suku yang terbuat dari bulu burung Cendrawasih. Jika menyukai bunga, di Papua ini ada lebih dari 2500 macam bunga Anggrek, salah satunya yang terkenal dan langka adalah anggrek hitam. Untuk membeli bibitnya, banyak dijual di kota Jayapura. Harganya tidak mahal, tapi jangan coba-coba membawanya keluar dari Pulau Papua ini secara langsung. Diperlukan surat jalan dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam Jayapura, karena mengingat anggrek hitam termasuk tumbuhan langka dan dilindungi. Buat yang mempunyai kerabat dan sedang menderita penyakit akut, mungkin bisa dipertimbangkan untuk membeli oleh-oleh buah merah yang sudah dikemas dalam botol plastik. Informasinya, buah yang banyak tumbuh bebas di daerah Wamena ini bisa mengobati berbagai penyakit berat seperti kanker, jantung, kolesterol, dan bahkan HIV. Tapi karena produksinya masih belum banyak, jadi harganya sedikit lebih mahal. ----- Original Message ----- From: tri agustin To: [email protected] ; Sri Ayati Sent: Monday, August 25, 2008 1:51 PM Subject: Re: [indobackpacker] Mohon info Jayapura dong... kalo soal budget hotel di jayapura, sampe sekarang biarpun udah 5 kali ke jayapura, saya masih tetep gak bisa nemu tuh, malah umumnya hotel di jayapura lebih mahal standarnya daripada di jakarta. masa dengan harga 300ribu kamar mandinya masih pake ember, pemandangan di luar jendela menghadap tembok lagi, dan bonus "live music" dari orang-orang mabok di luar. Hehehe...nggak semua kaya gitu sih, tapi kira2 gitulah. kalo soal tempat yang wajib dikunjungi di jayapura...karena di mana-mana laut tentunya harus ngunjungin pantai-pantai. Pantai yang udah jadi tempat wisata (alias dipungut bayaran) di Jayapura itu pantai base-G, hati-hati...jangan sembarangan duduk di sawung-sawung kalo gak mau keluar duit ekstra. kalo mau ya gapapa. selain pantai base-G, di depan kantor gubernur juga ada pantai kok, biasanya anak2 mudanya suka nongkrong di sini kalo sore, berenang2 sambil ngobrol2. oh iya, landmark di jayapura yang JAYAPURA trus gambar salib di atas bukit itu juga kadang2 jadi tempat tujuan untuk menikmati pemandangan kota jayapura di malam hari. sebenarnya ada pantai yang lebih keren lagi daripada base-G, tapi tempatnya jauh bo' di holtekamp, saya nemuinnya juga nggak sengaja karena nyasar pas balik dari perbatasan NKRI-PNG. yah kali kamu mau jalan2 ke perbatasan juga. Nah lupa kan gw, yang mantap di jayapura itu danau sentani deh kayanya (tapi gw belum pernah ke sana..hiks...cuman lewat doang. masih penasaran nich) wisata kuliner di papua?? ya papeda! tapi sumpah, sampe sekarang belum ada sedikitpun niat gw nyicipin makanan ini, padahal udah puluhan kali disodorin ke muka gw. tapi kalau kamu doyan sagu ya dimakan aja papedanya. gw pilih ikan aja deh. namanya juga deket laut, tentu ikan adalah makanan favorit, ada satu rumah makan di jayapura yang terkenal di jl.percetakan negara (deket KFC atau lapangan imbi), namanya .....namanya.....namanya apa yyyaaaa??? kok gw lupa ya?? huhuhuhu...maap5x. sewa kendaraan di jayapura, kalo untuk perjalanan di dalam kota 50rb per jam, atau sehari 500-600rb. atau coba tanya pak kahar 081344333386. -tri- http://3holly3.multiply.com --- On Sat, 8/23/08, Sri Ayati <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Sri Ayati <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [indobackpacker] Mohon info Jayapura dong... To: [email protected] Date: Saturday, August 23, 2008, 9:23 PM Dear IBPers... Sekarang saya sedang berada di Manado untuk keperluan tugas.... Tanggal 25 nanti saya melanjutkan perjalanan ke Jayapura, via Makassar... Bisakah teman2 memberi informasi untuk Hotel budget di Jayapura di sekitar daerah jalan Diponegoro ? Satu lagi... Apa saja tempat-tempat yang menarik yang wajib dikunjungi untuk waktu 1 hari? Wisata kuliner apa yang ,menarik disana? O...ya untuk transportasi, kalau sewa kendaraan per hari kira2 berapa ya? Ada yang punya rekomendasi? Terima kasih sebelumnya, ya.... Salam, -ii- [Non-text portions of this message have been removed] -------------------------------------------------------------------------------- ::BCA:: [Non-text portions of this message have been removed]
