Sambungan dari caper sebelumnya:
(http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/message/24162)

Saya masih melihat sebuah hadiah yang diberikan oleh Pak Mawardi, supir
becak kami di Banda Aceh, sebelum kami masuk ke ruang tunggu di bandara.
Sebuah korek api gas, yang juga berfungsi sebagai senter. Hadiah ini
sekaligus menjadi pengingat untuk trip kami  dari tanggal  15-20 Mei 2008

Selama 6 hari 5 malam di Aceh kami menghabiskan sekitar 10 botol Aqua 1.5
liter, 12 cangkir kopi, 4 mangkok mie Aceh, mengambil 1300 lebih foto,
bertemu dan berbicara dengan lebih dari 30 orang baru. Berikut ini adalah
hal-hal yang membuat kami tersenyum apabila mengingat perjalanan tersebut:

   - The most worthy food: Brunch Kepiting kari di Ujong Batee. Meskipun
   butuh agak terbiasa untuk makan kepiting dengan kuah kari, tapi siapa yang
   bisa melupakan kepiting dengan capit sebesar lengan orang dewasa, dengan
   harga 60 ribu?
   - The most unworthy food: Ayam Tangkap Aceh Rayeuk. Dengan rasa yang
   tidak terlalu spesial, tapi harga yang fantastis, bener-bener tourist trap.
   Ternyata kita salah restoran, karena katanya ada 2 Aceh Rayeuk... oh
   well....


   - The best trip: Menyebrang dari Iboih-Sabang menggunakan kapal, melihat
   pegunungan Pulau Weh disinari matahari sore
   - The worst trip: Takengon - Banda Aceh dengan L300, bonus bau solar,
   yuck
   - The most challenging trip: Naik motor ke KM 0, lewat jalan yang tidak
   diaspal, ditengah hutan. Gak kebayang deh kalo sampe mogok.


   - The best coffee: Kopi Ulee Kareng di Jasa Ayah... after tastenya bikin
   ketagihan *Lho....
   - The worst coffee: Kantin Bandara... kenapa di Aceh harus menggunakan
   kopi instan!


   - The best spot: Depan bungalow di Iboih, tiduran diatas hammock, melihat
   pulau rubiah, dengan suara ombak dan semilir angin
   - The worst spot: Ruang tunggu bandara... karena sebentar lagi harus
   pulang.... pffff......


Dan... kalau ada yang akan pergi ke Banda Aceh, berikut ini adalah
tempat-tempat yang sempat kami singgahi, maupun transportasi yang kami
gunakan.

Tempat menginap

   - Iboih: Fatimah Bungalow (75k/malam, 40k/malam kalau menginap lebih dari
   1 minggu. Tanpa AC, kipas, dan dengan kamar mandi bersama)
   - Sabang: Hotel Holiday, Jalan Perdagangan. Hotelnya agak tua, tapi dekat
   dengan pusat keramaian. Dapat dicapai sekitar 15 menit jalan kaki dari
   pelabuhan Sabang. (200k/malam, dengan AC dan kamar mandi pribadi, 50k/malam
   dengan kipas angin dan kamar mandi bersama)
   - Takengon: Hotel Penemas, sekitar 5 menit jalan kaki dari terminal
   Takengon. Ada 2 gedung, gedung lama dan gedung baru (85k/malam, tanpa AC,
   dengan kamar mandi pribadi, di gedung lama)
   - Banda Aceh: Hotel Prapat, 10 menit jalan kaki dari Mesjid Raya
   Baiturrahman, dan tepat didepan pasar Rex, pusat jajanan malam hari
   (200k/malam, AC dan kamar mandi pribadi)


Transportasi

   - Pulau Weh: Carter motor 30k-50k/hari, sudah termasuk bahan bakar.
   Labi-labi (50k Dari Iboih, dan 10k dari Sabang menuju Balohan). Ferry lambat
   (27k, kelas bisnis, dengan kipas angin)
   - Banda Aceh: Labi-labi dari Ulhee Lheu menuju Mesjid Raya Baiturrahman
   (5k). DAMRI dari bandara menuju Mesjid Raya Baiturrahman (10k). Sewa becak
   Pk. Mawardi (270k untuk 1.5 hari)
   - Takengon: L300 dari Banda Aceh sampai Terminal Takengon (70k). Sewa
   becak untuk keliling danau sampai ujung Blang Bintang (150k). Becak menuju
   hotel Renggali (10k)

Makan

   - Banda Aceh: Mie Razali (mi goreng kepiting), Aceh Rayeuk, Pasar Malam
   Rex (sate matang), Ujong Batee (kepiting kari, kuah pliu, sambal udang)
   Kedai Kopi Jasa Ayah (Solong) - roti jala, roti srikaya, mi kocok, martabak
   telur
   - Pulau Weh: Café disepanjang Iboih, Jajanan di Jl. Perdagangan kota
   Sabang
   - Takengon: Pasar di pusat kota, terminal Takengon di malam hari (bandrek
   secang, tori bakar, sate matang, mie aceh), Rm. Sinar Famili Jl Lebe Kader,
   Rm Sinar Baru dekat Pasar Takengon (Nasi gurih untuk sarapan)

Oleh-oleh

   - Kopi, mulai dari Kopi Gayo Lakun di Pasar Takengon, sampai Kopi Ulee
   Kareng Jasa Ayah di Banda Aceh
   - Kerawang Gayo
   - Bordiran Aceh dalam bentuk tas laptop, tas wanita, kain, gantungan
   kunci, dompet, dan aksesoris lainnya

Selamat Berlibur......

Benny
http://www.sunsetmood.web.id


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke