Halo Sri, Aku cuma tahu bahwa untuk ke Malaka harus naik taksi. Hati-hati menghadapi pemerasan supir taksi di sana, ya. KL - Malaka seharusnya sekitar RM100 saja. Tapi waktu itu supir taksiku minta RM400. Tentu saja aku tolak mentah-mentah.
Tempat yang bisa dikunjungi adalah: Kota tuanya yang mirip Jatinegara, dan gereja portugisnya yang cuman begitu doang. Waktu aku sampai di Malaka dan selesai keliling-keliling, komentarku cuma, "Udah nih? Segini aja? ini nih yang namanya kota Malacca? Yang kata brosurnya cantik bukan main itu? Mereka gak tau malu banget ya, beginian doang aja dijual sebagai tempat wisata. Kalo di Indonesia, tempat kayak begini sih cuma akan jadi salah satu sudut kota yang nggak akan disebut-sebut di brosur wisata." Tapi yah begitulah. PR kita untuk berani menjual tempat wisata dengan lebih heboh. Temanku yang orang Singapur maksa bahwa aku mesti nyobain makanan peranakan atau "Nyonya foods". Have fun, ya. --- In [email protected], Sri hartini - <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Dear Teman backpacker > > Saya sedang ada di malaysia sampai tgl 13september, rencananya mau week end ke melacca. Apakah ada yang beri informasi rute Kuala lumpur /hostel yang direkomend juga tempat yg asyik dikunjungi. > Saya tinggal di Syah Alam, kalau ada teman backpacker bisa ketemuan ,japri ya. > > Thanks & Salam, > Sri > > > --------------------------------- > Dapatkan alamat Email baru Anda! > Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain! > > [Non-text portions of this message have been removed] >
