Hello Ira & Sri juga men temen, Secara fisik Malaka memang seperti kota Kudus. Lah kecil banget, kendaraan umum bis kota cuma satu tapi Sentra terminal bis-nya okeh banget loh. Gampang banget nyari bis yang konek kemana aja.
Nah kenapa Malaka istimewa? wow..sejarah panjangnya itu loh. Siapa sih yang membangun Malaka pertama kali? ternyata adalah Parameswara dari Sriwijaya ketika melarikan diri dari serbuan Majapahit. Trus kemudian merubah wilayah ini menjadi berdasarkan Islam. Malaka adalah pelabuhan penting ketika laksamana Cheng Ho memulai eksplorasi hebatnya. Malaka pula adalah pertemuan budaya yang manis antara Islam, Hindu, Portugis, Belanda dan Christianity. Di Malaka ada museum Cheng Ho (baru dibuka beberapa tahun ini), ada juga Baba Nyonya Heritage Museum (perpaduan budaya China dan Melayu -sangat saya rekomendasikan terutama mengenal tata rumah), Malacca Sultanate Museum (yang isinya mengingatkan banyak sekali budaya Melayu seperti di Sumatra). Atau ingat ngga riwayat Hang Tuah & Hang Jebat? Kalau sempat mampirlah ke makam Hang Jebat untuk sekedar membuktikan legenda mereka. Untuk mengapresiasi tempat/destinasi memang enggak bisa cuma kasat mata. Butuh riset dan pendalaman tentang apa dibalik gedung, jalan dan sungai. Bukankah setiap tempat adalah unik? eh bener ngga mas Buyung.. Salam, Ambar Sumber : Makam Hang Jebat : http://www.asiaexplorers.com/malaysia/hang_jebat_mausoleum.htm Baba Nyonya Museum : http://www.amazingmelaka.com/2006/02/14/baba-nyonya-heritage-museum/ Museum Sultan Manshur Shah : http://tinyurl.com/6qk6nd --- In [email protected], "Ira Rahmawati" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Tempat yang bisa dikunjungi adalah: Kota tuanya yang mirip > Jatinegara, dan gereja portugisnya yang cuman begitu doang. Waktu aku > sampai di Malaka dan selesai keliling-keliling, komentarku > cuma, "Udah nih? Segini aja? ini nih yang namanya kota Malacca? Yang > kata brosurnya cantik bukan main itu? Mereka gak tau malu banget ya, > beginian doang aja dijual sebagai tempat wisata. Kalo di Indonesia, > tempat kayak begini sih cuma akan jadi salah satu sudut kota yang > nggak akan disebut-sebut di brosur wisata." >
