Memang begitu lah fakta dan informasi yang pernah kami dapatkan. Kebetulan saya 
tahu dan pernah ketemua ybs saat di P.Pramuka. Motif-nya tidak lain adalah 
mengejar margin profit dengan biaya se-efisiensi mungkin. Memang idealnya kalau 
ingin mengadakan atau mengkoordinir trip apalagi trip komersial si koordinator 
sudah menguasai tempat tujuan. Berarti sudah pernah ke tempat tujuan. Sudah 
tahu kondisi hotel, apa saja yang bisa dilihat, transportasi, harga tiket 
masuk, dll...dll....Tujuannya sudah pasti untuk kepuasan tamu-nya. Selain itu 
in case terjadi kondisi darurat bisa tahu harus hubungi siapa dan kemana.... 

Kondisi darurat jangan dianggap sepele....tidak serta merta diartikan terjadi 
huru-hara, banjir, dll...diluar perkiraan koordinator. Bisa terjadi misalnya 
salah satu peserta tiba-tiba sakit atau kena usus buntu atau terjadi kecelakaan 
misalnya. Kalau tidak tahu rumah sakit terdekat atau dokter atau pihak yang 
bisa dihubungi, bisa tambah kacau khan......Itu guna-nya, pemahaman dan 
pengetahuan kondisi setempat sangat penting. Dan itu tidak cukup dengan membawa 
catper orang lain atau mengandalkan informasi orang lain atau 
kata-nya...katanya....tetapi kitanya sendiri in charge..........Tapi oke lah 
kita bisa mengambil pelajaran dari semua ini.

Kembali ke perihal menulis maupun membaca catper adalah kegiatan yang 
mengasyikan ketimbang baca berita politik apalagi cerita kriminal.... Selain 
menambah informasi bisa juga menjadi "teracuni" untuk ke tempat tersebut. Cuma 
membaca sebuah catper misalnya tentang kota Semarang, lalu menjadi tertarik 
ingin kesana, sebaiknya informasi jangan hanya dari satu pihak saja. Apalagi 
kalau kitanya sendiri belum pernah. Dalam sebuah catper yang namanya 
subyektivitas pasti ada. Contoh seorang wisatawan di catpernya menulis lebih 
suka naik bis dari bandara ke pusat kota karena kalau naik taksi mahal, 
katakanlah sampai 100.000. Tapi bisa jadi ada penulis lain mengatakan 
sebaliknya, lebih suka naik taksi dan uang segitu dianggap tidak mahal..... 
Contoh yang lain, seorang penulis tidak ingin menginap di hotel x karena harga 
hotel tidak termasuk sarapan pagi. Sebaliknya ada yang ngga masalah tanpa 
sarapan pagi....Jadi unsur subyektivitas pasti ada....

Sekalipun demikian menulis catper bagi sebagian rekan tidak lah mudah. 
Karenanya baik mudah ataupun sulit, tetap menghargai mereka yang mau meluangkan 
waktu menulis catper..... Kasus yang saya sebutkan merupakan contoh yang tidak 
hanya tidak etis tapi juga tidak sopan. Udah nyomot catper orang, terjadi 
kasus, yang disalahin penulis catper-nya.....Sangat....sangat....tidak 
qualified itu orang dalam bergaul......Apalagi mencomot dan mengklaim sebagai 
tulisannya.......Sebaliknya bilamana ada rekan yang mendapat manfaat, 
setidaknya just say thank u, yang tentu saja tidak sulit dilakukan namun sudah 
memberikan apresiasi kepada si penulis.

salam

  ----- Original Message ----- 
  From: ambar 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, September 16, 2008 11:28 PM
  Subject: [indobackpacker] Re: Copyright di Mailing List Indobackpacker



  Makanya milis ini 'meminta' temen2 untuk mengupdate situasi jika
  memakai info disini. Misalnya barusan mengunjungi tempat yang
  disinggung disini. Maksudnya ya bukan menyalahkan yang nulis
  sebelumnya, tapi menambahi dan melengkapi. Kan jadi makin utuh
  infonya. Gambarannya makin jelas dan lengkap.

  Apakah lantas jadi takut menulis? wah jangan. Dalam guide
  books/manual/forum selalu diberi disclaimer yang menyatakan penulis
  ngga bertanggung jawab pada apa yang terjadi di lapangan. Informasi
  backpacking/travelling bersifat dinamis, berubah setiap saat.

  Tapi menggunakan tulisan itu untuk hal2 yang TIDAK bertanggung jawab 
  sebenarnya menunjukkan sempitnya cara pandang terhadap nilai informasi
  itu sendiri. Dan cara pandang terhadap milis ie internet. Dikira semua
  info di internet bisa asal comot, bersifat gratis dan bisa diklaim
  siapa saja. Banyak kasus juga menyangkut tulisan di milis yang diambil
  menjadi sebuah buku dengan mengklaim sebagai tulisannya. WOW..! takjub
  saya..

  Udah saatnya ini diubah. Hormati yang menulis dan gunakan dengan bijak. 

  Salam,
  Ambar

Kirim email ke