Nyambung tulisan di bawah, sudah pasti mudik dengan sambil ber-GPS mengasyikan. Apalagi kalau sudah ada tanda pompa bensin, restoran, atau fitur yang lengkap, sudah pasti asyik banget. Misalnya dalam perjalanan Jakarta - Yogya. Dari GPS bisa tahu sisa jarak tempuh. Lalu kalau memang sudah ada peta pompa bensin dan restoran, bisa diketahui perkiraan jarak terdekat dengan pompa bensin atau restoran. Sudah pasti perjalanan tidak membosankan.....
Pengalaman menggunakan GPS waktu trip Jakarta - Pulau Weh Agustus kemarin meng-asyik-an juga. Sejak terbang dari Jakarta menuju Banda Aceh bisa tahu posisi pesawat sedang terbang di daerah mana, berapa ketinggian jelajah, kecepatan pesawat, termasuk juga sisa perjalanan menuju Banda Aceh. Dari GPS bisa tahu ketinggian jelajah pesawat sekita 9.900 meter dengan kecepatan sekitar 900 km per jam. Sekitar 100 kilometer menjelang bandara tujuan pesawat mulai menurunkan/meninggalkan ketinggian jelajah, kecepatan pesawat pun mulai dikurangi. Sekitar 20 kilometer menjelang bandara tujuan pesawat sudah landing position, 15 km pesawat mengeluarkan roda pendaratan. Lalu kecepatan saat landing dikisaran 300 km/jam. Pun waktu kembali saat terbang malam tetap bisa tahu posisi pesawat..... Yang mengasyikan waktu kami ke P.Weh, ternyata di GPS kami sudah ada peta-nya. Saya pake yang simpel dan gampang di pegang aja, yaitu Garmin Vista Hcx. Waktu di mobil, meski tidak melihat spido meter dari GPS bisa terbaca kecepatan mobilnya. Lalu track mobil...sudah melewati daerah mana aja.....Yang cukup menarik waktu kami jalan melewati Pantai Kasih di P.Weh. DI peta GPS terdeteksi kami jalan di atas laut padahal kami di daratan.....hihihihi...Terjadi deviasi nich......Pun waktu kami menuju spot dive dari pantai Iboih menuju spot Canyon yaitu di bawah titik Nol, di GPS menunjukkan kami sedang jalan di daratan padahal kami sedang di perahu....Lagi-lagi terlihat deviasi-nya...... Deviasi/penyimpangan itu wajar terjadi....Karenanya informasi yang di catat di GPS sifatnya kurang lebih......Pernah waktu jalan-jalan di Banda Aceh, untuk menuju hotel tempat kami menginap tinggal mengikuti petunjuk dari GPS aja. Deviasi yang terjadi sekitar 10 meter. Jadi saat GPS menunjukkan kami sudah sampai di tujuan, sementara hotelnya masih sekitar 10 meter di depan......Tapi jarak segitu sich ngga masalah...Kecuali deviasinya sekitar 1 kilo....waktu terlalu banyak tuch.... Akhirnya kata, menggunakan GPS selama bepergian mengasyik-an....Saya sudah ngalami dan selalu membawa GPS.... salam ----- Original Message ----- From: Buyung Akram To: [email protected] Sent: Tuesday, September 16, 2008 11:21 PM Subject: [indobackpacker] Peta GPS edisi Mudik, 17 September 2008 [Non-text portions of this message have been removed]
