Dear Temans,

Ikutan nimbrung ah...
Kalau salah satu pertimbangan travelling dalam negeri adalah karena bebas 
fiskal.... wah... ini WARNING buat pemerintah Indonesia... gimana enggak... 
tahun depan yang punya NPWP sudah bebas fiskal and yang enggak punya NPWP akan 
di kenakan Single tarif dari penghasilannya via perusahaan tempatnya bekerja, 
kalau enggak salah... sekitar 25%! ( jujur... sebagai orang yang senang jalan2 
keluar negeri, saya seneng banget dengan kabar sukacita ini ).. tapi gimana tuh 
dengan pariwisata kita sendiri... bisa makin berkurang peminatnya kalau :
- akomodasinya masih jorok, minim informasi dan kelihatannya 'enggak niat' 
ngelolanya ( browsing hostel/ cheap hotel untuk tujuan luar negeri jauh lebih 
mudah, bisa book lewat internet n kadang2 nih... harganya lebih murah daripada 
harga hotel 'abal-abal' di tujuan wisata dalam negeri, maksudnya kalau 
dibandingkan dengan manfaatnya )
so, kita bisa bikin apa nih teman2 supaya bisa makin mudah search di google 
untuk tujuan wisata kita sendiri..
- di rasakan atau tidak... memang sih kita jadi anak tiri di negeri sendiri
kelihatannya turis mancanegara lebih 'disambut' ketimbang yang lokal... ( 
padahal di luar negeri enggak gitu2 amat yah.. )
Jadi teman2..., yang habis jalan2 explore negeri sendiri... plz dong... 
postingannya dibuat lebih banyak n lebih asyik jadi bikin yang lain penasaran 

Cheers

Lucia 

  ----- Original Message ----- 
  From: Anak Metal 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, October 13, 2008 10:43 AM
  Subject: [indobackpacker] Re: Unek unek Pariwisata Indonesia


  Saya sih seneng aja jalan2 dalam negeri soalnya gak pake fiskal...
  Cuma ya itu looohhh:

  1. Jorok sama fasilitasnya gak ada...
  jadi palingan yah bali... bali.. bali.. bali dan at least jogjaaa...
  (hotel backpack di jogja gak sebersih standar di bali)
  jadi wajar aja ada iklan rokok yang adegannya mereka sorak-sorak setelah tau 
bukan ke jogja melainkan bali. padahal kalo soal budaya sebenarnya sama unggul 
tapi kalo bicara destinasi yah bali lebih PARIWISATA...

  2. Info gak lengkap, dan sekalian komplain:
  "PEMERINTAH mbok yah jangan cuma promo doang, tapi gak nyediain 
infrastruktur..."
  misalnya daerah2 di sumatra contohnya Minangkabau, seandainya mo travel 
(bukan backpacker nekad, apalagi sambil ngajak ortu) tanpa pengalaman 
sepertinya akan sulit dan riskan tersesat jika dibandingkan *sekali lagi* 
BALI... (maklum info terbatas)

  Untunglah di Jogja sekarang udah ada transJogja, sedangkan di Bali mencari 
carteran begitu mudah di daerah2 tertentu. Tapi untuk tranportasi antara 
lokasi-lokasi wisata di daerah lain, yang lokasinya berjauhan masih kurang 
nyaman (perjalanan darat terlalu lama).

  Jadi ingat waktu pengalaman dapet kerjaan ke makasar.
  Saking gak punya infonya, cuma melongo pas tau kalo ke Bantimurung itu 
perjalanan aja 2 jam. Tator lebih lama lagi! Akhirnya cuma ke Losari, Rotterdam 
sama Monas Mandala...

  Ini menunjukkan payahnya saya sebagai orang jakarta yang cuma kenal 
Ancol-Ragunan-TMII, atau Jogja, dengan parangtritis-borobudur-prambanan yang 
bisa ditempuh dalam satu hari!

  Ah seandainya di pulau-pulau lain sudah ada kereta api, pasti akan memudahkan 
orang (bisa juga wisatawan atau backpacker) untuk berlalu lalang.
  Umumnya para backpacker ini yang paling rajin bikin review, artinya kan 
promosi gratis tuh...

  Jadi sarannya: kita perlu brosur2 yang menarik dengan informasi juga 
peningkatan sarana transportasi yang memudahkan. Pemerintah mbok yah kalo bikin 
website, pake peta yang sederhana dan lebih lengkap lagi kalo ada itineary yang 
memungkinkan.

  Dan Pemerintah juga gak perlu studi banding (alesan tuh pasti) sampai ke 
Singapur segala (negara miskin wisata tapi ramai wisatawan karena keberhasilan 
turism board & informasinya).
  Kalo daerah lain bisa se-informatif bali ajaaa... saya rasa pariwisatanya 
akan terangkat kok. Tapi yah penduduk setempat kalo dibekali penyuluhan wisata 
tentunya akan menunjang fasilitas dan perekonomian tentunya.

  hehehe...
  Mungkin juga karena acara miss-miss ato putri-putrian belum efektif 
mengangkat wisata lain di negeri ini. masa bali melulu. Padahal para mudi-mudi 
cantik ini potensial menjadi duta pariwisata.

  Sebagai penutup ini ada cuplikan joke dari blog ngupingjakarta.blogspot.com

  1. Tiket tidak termasuk layanan kelas geografi...

  Pramugari: "Selamat siang, selamat datang di penerbangan X airlines jurusan 
Jakarta-Makassar. Penerbangan ini akan ditempuh dalam waktu 2 jam . . ."
  Bapak paruh baya panik: "Mbaak! Mbaak! Jangan becanda doong! Saya gak mau ke 
Makassar! Saya mau ke Ujung Pandang!"
  (Cengkareng, didengar oleh para penumpang yang serentak memasang earphone dan 
mendengarkan musik.)

  2. Oh, mungkin sudut pandangnya yang bikin beda...

  Klien: "Kami mau backgroundnya nanti gambar pemandangan alam indonesia dengan 
laut dan kepulauannya yang indah. Kalau yang seperti anda tunjukan ini, terlalu 
ketara sekali kalau itu bukan di Indonesia..."
  Sutradara: "Kebetulan reference foto yang kami bawa ini adalah kepulauan di 
Papua, Pak..."
  (Didengar oleh asisten produksi yang ingin berdiri bertepuk tangan.)

  -------------- 
  aki - gitu deh 


  __________________________________________________________
  Nama baru untuk Anda! 
  Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan 
@rocketmail. 
  Cepat sebelum diambil orang lain!
  http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/


   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG. 
  Version: 7.5.524 / Virus Database: 270.8.0 - Release Date: 10/9/2008 12:00 AM


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke