Temen2 Indobackpacker,

Cerita kali ini tentang negeri tetangga kita, Laos. Puguh  
menyempatkan waktu menyusuri negeri ini dari Viantiane hingga salah  
satu World Heritage (Warisan Dunia) Luang Prabang. Negeri ini  
menyimpan konflik masalalu, seperti halnya dengan Vietnam. Dijadikan  
tameng menghadapi komunisme China era 60an, rakyat Laos khususnya  
suku Hmong dijanjikan kemerdekaan diberi senjata oleh CIA untuk  
membantu kepentingan Amerika disana.

Catatan perjananan Laos ini terbagi 4 dimulai mengunjungi dua masjid  
di Vientiane hingga ngebis ditemani lelaki bersenjata di Van Vieng.

Surviving Sundoro adalah cerita perjalanan Teguh Sudarisman mencoba  
mendaki gunung kembaran-nya Sumbing di Jawa Tengah ini. Kisah seorang  
non trekker yang merasa tubuhnya kecil dan terasa berat. Tapi kisah  
tentang pendaki gunung dengan naik sepeda membuatnya terpacu. Cerita  
dibalik gunung Sundoro sendiri dan juga kepercayaan masyarakat disana.


Buspacking Laos 1: Vientiane dengan Jamia dan Azahara
selengkapnya di http://www.indobackpacker.com/2008/10/buspacking-laos1/

Saya hanya punya waktu terbatas, sehingga harus memilih antara Plain  
of Jar (Luang Prabang) di Laos atau Angkor Wat di Kamboja. Keduanya  
sama-sama dinobatkan sebagai World Heritage Site oleh Unesco. Rasanya  
waktu saya cari di internet, catatan mengenai Angkor Wat dan Kamboja  
jauh lebih banyak dibanding Laos. Cuma satu orang yang saya kenal  
pernah berkunjung ke Laos sampai di Plain of Jar. Pembersihan ranjau  
di Plain of Jar di Laos belum sebersih Angkor Wat. Di Laos ada  
‘Notorious Route 13’ jalanan antara Vientiane dan Luang Prabang di  
mana kernet bus selalu dibekali senjata api.


Buspacking Laos 2 : Luang Prabang dan negeri para bhiku
selengkapnya di http://www.indobackpacker.com/2008/10/buspacking-laos2/

Sambil naik bus malam saya berpikir; bus Vientiane – Luang Prabang,  
makan waktu 11-12 jam perjalanan, tarifnya K120,000, dengan harga  
solar K9,850. Dengan hitung-hitung konversi warung kopi: 1USD=K8,  
500=Rp9.500) maka ongkos yang dibayar sama dengan naik bus Jakarta -  
Surabaya, ongkosnya Rp135.000 dengan harga solar Rp 10.835. Ekonomi  
biaya tinggi memang seperti kentut, tak kelihatan tapi nyata baunya.  
Sejauh ini yang terasa mahal di Laos adalah: tarif WC terminal K2,000!!

Buspacking Laos 3 : Phonsavan dan adrenalin junkies
selengkapnya di http://www.indobackpacker.com/2008/10/buspacking-laos-3

Bus dari Luang Prabang menuju Phonsavan hanya tersedia untuk  
perjalanan siang hari. Mungkin ini menyangkut kondisi keamanan di  
jalur antara Luang Prabang sampai pertigaan menuju ke Phonsavan.  
Karena Vientiane- Phonsavan v.v. tersedia bus malam hari. Jalan yang  
menghubungkan Luang Prabang – Vientiane dikenal sebagai Route 13,  
yang di tengahnya terdapat pertigaan menuju Phonsavan.

Buspacking Laos 4 : Vang Vieng, rahasia Blue Lagoon
selengkapnya di http://www.indobackpacker.com/2008/10/buspacking-laos-4
Pukul tiga pagi ketika turun dari bus, baru saya melihat ‘kerusakan’  
yang terjadi. Ternyata sampai di lantai bus terlihat bekas genangan  
cairan asam lambung. Wah, untung banget, saya duduk jauh di belakang.
Waktu menurunkan saya, bus juga sekalian berhenti memperbaiki rem,  
tidak ada orang yang sanggup bertahan di atas bus, dan semua turun.  
Hampir satu jam bus berhenti, dan akhirnya mereka berangkat lagi,  
meninggalkan saya yang tertidur di bangku warung noodle soup yang  
kosong.

Surviving Sundoro oleh Teguh Sudarisman
selengkapnya d ihttp://www.indobackpacker.com/2008/10/surviving-sundoro/

Saya bukanlah pendaki gunung, meski sudah pernah sampai ke puncak  
Gunung Krakatau dan Gunung Bromo. Buat saya, gunung itu terlalu  
tinggi dan terlalu berat untuk didaki, apalagi oleh fisik saya yang  
kecil. Namun melihat dua gunung, Sundoro dan Sumbing, berjejer begitu  
dekat di sisi kiri jalan yang kami lalui dari kota kecil Parakan,  
Temanggung, saya mendadak ingin naik gunung lagi.
“Beberapa bulan lalu Laboca pernah mendaki Sundoro memakai sepeda,  
sukses sampai ke puncak. Beritanya masuk koran dan televisi,” kata  
Umar, teman yang mengantar saya dan Arif ke Temanggung ini untuk  
meliput panen tembakau. Laboca adalah klub bersepeda yang Umar  
ketuai, di Borobudur, Kabupaten Magelang.

================================

Ingin menuliskan catatan perjalanan di www.indobackpacker.com?
Coba baca Bagaimana Cara Menjadi Kontributor di :
http://www.indobackpacker.com/tentang-kami/bagaimana-cara-menjadi- 
kontributor-situs/

Sedangkan gimana caranya menulis, mengedit tulisan sendiri?
Silakan dibaca di Cara Memasukkan Artikel di Indobackpacker.com
http://www.indobackpacker.com/tentang-kami/cara-memasukkan-artikel-di- 
indobackpackercom/

Tentang Situs Indobackpacker
www.indobackpacker.com adalah Website Komunitas Backpacker Indonesia  
yg bersifat non-profit dan tidak bertujuan komersial dan kami  
berusaha mengembangkan Website ini sebagai wadah informasi kegiatan  
perjalanan petualangan diberbagai lokasi yang tersebar di seluruh  
indonesia khususnya dan juga luarnegeri.

Demi pengembangan situs www.indobackpacker.com, kami juga mengadakan  
event yang kami kelola dan terbuka untuk umum. 10 % keuntungan yang  
di dapat kami sumbangkan ke situs indobackpacker.com untuk membiayai  
kelangsungan situs dan melakukan explore tempat-tempat baru.

Bila terdapat Advertising komersial semata-mata bertujuan untuk  
menutup biaya teknis. Bila anda ingin membantu kelangsungan website  
ini dalam bentuk pemasangan banner, silahkan kontak admin website.

Indobackpacker.com juga membuka peluang kerjasama dengan pihak-pihak  
lain demi kelangsungan dan perkembangan situs ini dalam bentuk  
Sponsorship atau Partnership untuk menunjang kegiatan dalam  
penggalian data dan Informasi Wisata Alam, Eko wisata, Wisata Budaya,  
dll. Kami juga menerima kerjasama dengan lembaga-lembaga non- 
komersial seperti lembaga-lembaga yg peduli dengan pariwisata  
indonesia, LSM Lingkungan atau lembaga non komersial lainnya dalam  
membantu segala kegiatan yang berhubungan dengan komunitas ini.

Kontak Administrator : [EMAIL PROTECTED]




Salam,

Ambar Briastuti
[EMAIL PROTECTED] |  Komunitas Backpacker Indonesia |



[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

Indonesian Backpacker Community
visit our website at http://www.indobackpacker.com atau bisa juga di 
http://www.backpacker-indonesia.info/


Silakan membuka arsip milis http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/   
untuk melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan.

No SPAMMING or forwarding unrelated messages.
Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari Jumat. 

Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip bagian 
yang perlu saja

Milis tidak bisa menerima ATTACHMENT, untuk menghindari virus dan menghemat 
bandwidth.

Cara mengatur keanggotaan di milis ini :

- Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
- No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
- menerima email: [EMAIL PROTECTED]
- berhenti dari milist kirim email kosong : [EMAIL PROTECTED]
- Begabung kembali ke milist kirim email kosong : [EMAIL PROTECTED] Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke