Iyah, konsep budget flight dan low cost airlines itu juga masih ditangkap setengah2. Apalagi untuk diterapkan di Indonesia masih susyah. Berikut adalah kriteria untuk low cost airines (saya adaptasi bebas dari wiki), tapi bukan berarti semua harus masuk kriteria ini. Mungkin ada yang terpenuhi mungkin ada yang enggak. Jadi dilihat dari tipe bisnisnya.
- hanya satu klas penumpang (biasanya ekonomi semua) - hanya menyediakan satu tipe jenis pesawat untuk mengurangi biaya training dan perawatan - mengurangi peralatan pilihan di pesawat yang dianggap tidak perlu - menggunakan skema harga tiket yang disederhanakan (harga one way separuh harga pp, makin murah jika booking dini) - tidak ada pengalokasian kursi penumpang (sehingga penumpang diminta cepet2 boarding > waktu nya lebih singkat) - terbang di airport yang lebih murah, biasanya di luar kota, juga terbang pagi2 atau malem hari sehingga mengurangi macet di udara dan biaya landing fee yang bisa ditekan -biasanya menggunakan rute langsung, ngga pake transit -rute penerbangannya disedehanakan untuk mengurangi delay dan kehilangan bagasi -lebih suka menjual di internet untuk mengurangi komisi dan fee yang kudu dibayar ke travel agent -para kru pesawatnya bekerja multi tasking : jadi kadang pramugari juga mgurusin penjaga pintu pemeriksa boarding pass -menggunakan pembatasan umur dan kemampuan fisik, misalnya ditambahin biaya untuk pemakai kursi roda -cenderung pake strategi fuel charge secara agresive. Sebenarnya Citilink ngga bisa sepenuhnya disebut budget karena masih disubsidi oleh Garuda. Mirip dengan Silkair yang jadi anaknya Singapore Airlines. Jadi yang kayak gini sih disebut Budget flight jadi2an...he he he. Ada beberapa penerbangan kita yang menyebut diri budget seperti Mandala (sejak October 2007) tapi masih kebanyakan melayani domestik. Belum merambah negara Asia lain. Lion Air itu mungkin bisa disebut budget, tapi ternyata praktiknya seperti airlines biasa. Dulu Adam Air itu menurut saya menjurus ke budget tapi ngga tau kenapa terpeleset juga. Mungkin ada yang menambahkan? Maaf ini sepengetahuan saya, untuk perkembangan terakhir mungkin temen2 di tanah air bisa memberikan lebih jauh. Salam, Ambar Briastuti www.ceritaambar.com | ym : ambar_briastuti | Adventures. Backpacking. Photography. On 18 Nov 2008, at 10:44, devanto pratomo wrote: Mbak Ambar, Saya malah curiganya karena tidak ada airlines Indonesia yang bisa dikategorikan budget airlines. Jadi pengen tau aja sih, definisi budget airlines bagi mereka apa ya? Mungkin satu-satunya airlines milik Indonesia yang bisa dikategorikan budget airlines (dengan pelayanan minimalis seperti Air Asia) ya cuman Citilink-nya Garuda. Mohon koreksinya kalau salah. Salam, Devanto [Non-text portions of this message have been removed]
