He he he..saya geli baca cerita mas pras yang ndredeg ketika pesan airasia dengan harga jongkok (rendah banget maksudnyah). Saya ingat betul ketika mengalami perasaan yang sama. Exciting, sampe tangan mo pecet tombol aja kringeten.
Betul low cost carrier (LCC) dan budget flight itu mengandalkan penjualan promosi jauh-jauh hari. Jadi mereka membuka waktu tertentu untuk promosi dengan embel2 free seatlah, atau terbang gratis dsb. Jadi biaya operasinya udah ditanggung sebelumnya. Apalagi tiket yang udah terbeli ngga bisa direfund (yang berarti duit dah masuk kantong duluan), tapi bisa diatur ulang jadwalnya plus fee tentu. Tiketnya jadi ngga terlalu fleksible, terutama harga yang super murah. Nah kadang yang ngga disadari sistem harga tiket yang beragam berdasar waktu booking ini sebenarnya yah mirip aja sama tiket yang dijual penerbangan biasa berdasar kelas. Jadi bukan karena murah atau mahal tapi karena sistem penjualan-nya. Makanya budget flight itu kerasa kalau kita pesan jauh2 hari. Apalagi penjualan murah itu tiap airlines beda2 waktunya. Ada semacam ketentuan umum (halah) terutama kalau dirasa liburan nasional mulai datang. Kalau mepet ya sama aja dengan airines lain. Coba ditanyakan kawan seperjalanan jika naik Airasia misalnya. Pasti jawabnya beda-beda :) karena bergantung kapan dia belinya dan lewat siapa (langsung online atau agen travel yang jelas kena uang jasa tambahan atau lewat calo di airport). Ohya...soal pesan online dengan mata uang asing juga bergantung pada dinamisme mata uang dunia (negara mana yang lebih kuat mata uangnya). Klo harga dollar US lagi merangkak begini, alamat deh budget flight bakalan naik juga :) Ambar Briastuti www.ceritaambar.com | ym : ambar_briastuti | Adventures. Backpacking. Photography. On 19 Nov 2008, at 06:58, pepe pras wrote: mbak Ambar dan temans, Tadinya saya berpikir harga tiket 'budget airline' atau 'low cost airline' lebih MURAH dari airline regular. Tadinya saya berpikir low cost airline ini bisa menekan harga dengan 'menghilangkan' fasilitas2 yang tidak penting (seperti yang disebutkan mbak Ambar) Tapi akhir2 ini saya jadi bingung karena setelah beberapa kali membandingkan, belum tentu AirAsia lebih murah daripada MalaysiaAirline. Kebetulan saya butuh penerbangan dari KL ke Yogya untuk tanggal 16 Januari 09. AirAsia mematok 266,5 RM sementara MalaysiaAirline cuma 158 RM. Demikian pula untuk tanggal2 sekitar itu. (*jelas saya pilih MH, khan bisa menikmati KLIA, hehe) [Non-text portions of this message have been removed]
