Sekedar ingin sharing saya.....
Di tahun 2009, saya ada rencana utk. backpacker ke beberapa negara Asia
Tenggara. Kebetulan dapat promosi tiket pesawat murah. Sebelumnya saya
berpikir krisis global ini tampaknya akan terjadi di setiap negara, dan
perkiraan saya di asia tenggara semua negara akan mengalami krisis sehingga
tidak perlu khawatir dengan nilai tukar rupiah thd. nilai tukar mata uang Asia
Tenggara lainnya, toh mereka juga pasti akan melemah thd. USD juga.
2 Tahun yang lalu saya sempat berkeliling ke beberapa negara Asia Tenggara.
Masih ingat jelas saat ini kurs mata uang Rupiah dibanding dengan negara Asia
Tenggara lainnya. Dengan Thai Baht, 1 bath = Rp 220 - Rp 230,-. dengan
Ringgit, 1 MYR = Rp 2.500 - 2.800,-, dengan Dong Vietnam 1000 rupiah mendekati
2000 Dong. Rasanya enak benar di Vietnam, Rp 100.000,- bisa menjadi hampir
200.000 dong !!
Tapi ketika saya cek di kurs mata uang kita dibanding mata uang negara Asia
tenggara lainnya beberapa hari ini, kita makin tertinggal jauh. Sempat saya
berpikir di Thailand yang bergejolak terus, politik makin tidak karuan,
pastilah Thai bath bakal ambruk. Eh dugaan saya salah, saat ini 1 Baht
mendekati Rp 350,-, melemah hampir 50% dibanding 2 tahun lalu.
Dengan Ringgit skrg. mendekati Rp 3.500,-, malah dengan Vietnam dong, nilai
uang kita hampir sama, 1000 Rupiah = 1.350 Dong !!
Makanan favorit saya di emper toko di bawah BTS station Victory Monument
Bangkok yang saya bayar sekitar 100 baht, sekarang akan menjadi Rp 35.000,-,
Hotel Backpacker di KL yang biasanya seharga Rp 80.000 -Rp 100.000,- akan
menjadi sekitar Rp 150.000,-, makan di restoran menengah di sekitar Old
Quarter-Hanoi yang dulu seharga 60.000 Dong (sekitar Rp 30.000,-) termasuk
softdrink dan main course, sekarang akan menjadi sekitar Rp 45.000 - Rp 50.000,-
Posisi Backpacker di Indonesia saat ini semakin terjepit. Semakin mahal utk
ber-backpacker ke Asia Tenggara !!