Dear Rekan IBP,
Saya juga berencana ke bali bulan desember ini, dari beberapa alternatif transportasi yang sudah saya kumpulkan informasi dan biayanya, saya coba bandingkan seperti ini : Tentunya berpegang pada prinsip backpacking, jika bisa lebih hemat lebih baik... Starting Point : JAKARTA End Point : DENPASAR 1. BIS Berangkat Jakarta - Denpasar : 12.00 siang setiap hari PO. BIS = LORENA, berangkat dari terminal Rawamangun Jakarta No. Telp Kantor Pusat Cilandak : 021- 7506655 No. Telp Lorena Term Rawamangun : 021-47869729 Lama Perjalanan : 25 Jam Total Biaya : Rp. 365.000 (include 2x makan), eksekutif 2. KERETA Berangkat Gambir - Surabaya Gubeng : 17.00 sore setiap hari Sampai di Surabaya Gubeng jam 05.45 keesokan harinya KA BIMA, 260 Rb (eksekutif), yang bisnis selisih 20ribu Berangkat Surabaya Gubeng - Terminal Ubung Denpasar : 09.00 setiap hari Sampai di terminal ubung denpasar : 21.00 KA. Mutiara Timur + Bis PJKA : 160 Rb (eksekutif), yang bisnis selisih 20 ribu No. Telp Info KAI : 021-6916060 Lama Perjalanan : Jakarta - Surabaya : 12 Jam 45 Menit Waktu tunggu di Surabaya : 3 Jam 15 Menit Surabaya - Denpasar : 12 Jam Total lama perjalanan : 28 Jam Total Biaya : Jakarta - Surabaya : 260.000 Surabaya - Denpasar : 160.000 Total biaya : 420.000 (belum termasuk makan lo..., palingan cuman dapat snack dari KA) 3. PESAWAT Wah kalau yang ini udah pasti lebih mahal, meskipun jarak tempuhnya lebih cepet, mungkin rekan-rekan sudah tahu lah berapa bakalan total biaya nya. Karena kalau kita via jalur udara, ada biaya tambahan lain seperti airport tax, dll Note : untuk yang kereta saya ambil contoh kasus yang berangkat jam 5 sore, meksipun ada alternative lain juga seperti berangkat dari Jakarta pagi hari. Sedangkan kalau naik bis, ada kesempatan juga sampai di bali pagi harinya, sehingga bisa menikmati pemandangan indah di jalur selatan bali antara gilimanuk - Negara - tabanan - denpasar. Kesimpulan : saya akan ambil trip pake bis :-) Sekian info dari saya, semoga bermanfaat untuk teman-teman yang mau ke bali. Salam Umar Ali Ahmad Jakarta [Non-text portions of this message have been removed]
