Dear Teman teman IBP,

Hanya ingin berbagi cerita perjalanan seminggu kemaren, mudah mudah bermanfaat 
buat yang memerlukan. Mohon maaf kalo ada yang kurang berkenan..selamat 
menikmati:

Perjalanan singkat ke Prague dan vienna ini saya pake low cost airlines 
Skyeurope seharga EUR 49 one way, lumayan dapet last minute offer dari 
websitenya..
Hihi ternyata feeling saya kuat juga ya, maklum saya ketinggalan kereta pertama 
ke airport Schiphol. Jadi mesti nunggu kereta ke dua yang berangkat 06.25 
padahal flight saya jam 9 pagi. Tapi saya ga deg degan ketinggalan flight yang 
berangkat jam 9 pagi. Lagian ternyata sesampainya di aiport ada info kalo 
flightnya delay 30 menit gara2 cuaca, asik saya bisa jalan2 keliling free duty 
shop dulu neh di lounge. Ga belanja sie..cuman liat liat aja..tapi ada satu 
toko yang bikin saya bolak balik 3 kali, bukaann bukan buat belanja..di sana 
ada tester Keju Gouda sepiring gede. Hiiikarena belum sarapan saya tiga kali 
nyomot hahauntung pramuniaganya lagi sibuk dan gak notice kalo saya bolak balik 
cuman ambil tester heee..

ternyata ambil tester keju gratis harus saya bayar di dalam flight. Saya sempet 
kecele pramugara cakep yang nawarin segelas air panas, saya kira gratis ehh dy 
bilang Two Euro please maaakk�saya lupa kalo low cos airlines dimana mana suka 
jualan..yah apabolbut karena malu saya bayar juga. Tapi saya inget bawa 
beberapa sachet Energen di ransel yang saya bawa ke kabin,, hehe..dicampurlah 
ke air panas seharga EUR 2 itu.

Kurang lebih 1.5 jam kemudian pesawat udah mendarat di Prague Ruzyne Airport 
dan cuaca local ketika itu minus 6 derajat. Airportnya tidak begitu besar jadi 
saya dengan mudah bisa menemukan Touris Information Center (TIC). Setelah nuker 
mata uang local saya beli 24 Hours Daily pass ticket di TIC seharga Kc 100. 
Daily pass ini bisa digunakan untuk semua jenis transportasi umum dan inget 
mesti divalidasi dulu di mesin kuning untuk validasi tiket. Satu satunya bus 
umum menuju city center adalah bus nomer 119, kalo ga beli Daily pass bisa juga 
beli tiket transfer langsung dari supir bus. Dari airport saya turun di 
Dejvicka untuk naek Metro ke Hradcanska. Ribet ya nyebutnya..saking ribetnya 
katanya bahasa nasional republic Ceko ini termasuk salah satu yang tersulit di 
dunia.
Setelah ngedrop ransel di tempat temen saya langsung ambil barang seperlunya, 
peta dan siap keliling kota.
Prague Castle, tujuan pertama saya tidak begitu jauh dari stasiun metro 
Hrandcanska. Apalagi papan petunjuk informasi di jalan juga cukup informatif, 
sekitar 15 menit jalan kaki Castle cantik itu udah di depan mata.  Et 
voila..saking excitednya saya lupa masukin sarung tangan ke dalam tas..aduhh 
saya kan bakal jalan sampai malem..yah selamet kedinginan deh ntar. Dingin yang 
dirasa jadi lupa gara gara liat dua penjaga kastil ganteng yang berdiri tegak 
di pintu  masuk kastil. Saya udah liatin mukanya 5menitan tapi mereka tetep 
berdiri tegak kayak patung en sok cool.. Haaaapengen poto bareng tapi ga da 
yang bisa dimintain tolong L

Kompleks Prague castle terdiri dari St. Vitus Cathedral, The Royal Palace, St. 
George'sBasilica, Golden Lanedan berbagai bangunak antic di sekitarnya.  Ga 
jauh dari situ mata saya langsung melongo liat antrian masuk yang panjangnya 
kurleb 20 meteran dan terbagi jadi dua lines ke Saint Vitus Cathedral. Maklum 
juga sih karena masuk ke gereja ini gratis ga pake tiket, tapi winter gini 
Prague masih tetep berjubel sama turis. Temen saya bilang kalo summer bisa 6 
kali lipatnya. Saya langsung nyempil di antara antrian masuk ke gereja yang 
konon peletakan pondasi batu pertamanya dilakukan tahun 1344 oleh King John 
dari  Luxembourg dan anaknya yang terkenalCharles IV.  Peiode pembangunan 
gereja gothic yang pertama  dipimpin oleh Matyas of Arras, lalu Peter Parler 
adilanjutkna anaknya hingga tahun1399. Konon konstruksi arsitektur yang 
mengagumkan ini belum selesai hingga1929.kebayang kan..berarti makan waktu 
hampir 5 abad untuk menyelesaikannya. Hasilnya bisa dilihat dari interior di 
dalam yang mencolok mata JAntrian di luar rupanya cukup beralasan karena di 
dalam pun sama penuhnya. Apalagi banyak rombongan
 turis berbagai bahasa yang mengelilingi gereja ini. Saya sempetnyempil di 
salah satu rombongan turis berbahasa inggris abis penasaran pengen tau cerita 
versi guide-nya hihi..

Sayang yang gratisan Cuma St. Vitus Cathedral, akhirnya saya beli tiket seharga 
Kc 250 untuk melihat ke seluruh isis kompleks Prague Castle, ditambah Kc 50 
untuk kamera. Tapi dijamin ga nyesel deh. Di depan sebuah lapangan luas yang 
permukaannya dilapisi es tipis ada bangunan berwarna merah bata. Itulah St. 
George's Basilica, bangunan gereja tertua di kastil ini. Struktur asli bangunan 
yang bergayaRomanesque selesai dibangun abad17. Hingga sekarang sebagai bagian 
dari Galeri nasional, rupanya lebih sering digunakan untuk permanent exhibition 
berbagai seni Gothic republic Ceko.

Setelah cukupmenghangatkan diri di dalam, sayangekor rombongan turis lain yang 
menuju ke Golden Lane. Jalanan menuju ke sana kesannya tuaa banget, mengingat 
rumah rumah imut di sekitarnya juga dibangun sekitar abad16. Dulu penulis Franz 
Kafka pernah tinggal danbekerja di rumahno. 22 tahun1917.Rumah rumah itu 
letaknya berdempetan..dari luar terlihatmini, sebagian besar sekarang  berubah 
fungsi jadi toko toko yang menjual souvenir , galleri, danrefreshment bars.Ada 
juga salah satu rumah dengan koleksi perlengkapan perang jaman kerajaan 
jadul..dari helm, senjata, baju perang, atribut lain dilengkapi dengan musik 
perang jadul juga :P

Ga kerasa hari udah hampir gelap waktu keluar kompleks kastil di sekitar 
Hradcanske Namesti. Dari sini pemandangan kota Prague bisa terlihat jelas. Atap 
atap rumah dan bangunan yang terselimuti salju tipis melangkapi keindahan sore 
itu. Jalanan agak menurun melewati Nerudova menuju Lesser town, pusat kota yang 
jadi tujuan saya berikutnya. Jalanan sempit di sekitar Lesser Town banyak 
dipenuhi toko toko souvenir dan galeri seni. Dan lagi lagi timpukan salju 
makinlebat..akhirnya saya mutusinberteduh ke salah satu gang yang sempit. Yang 
tidak lain adalah Kampa Island, restoran dengan Charles Bridge view. Cantik 
banget..tapi angin dingin bikin ga betah lama lama diem.

Ga lama sampailah di salah satu ujung Chrales Bridge, banyak turis lalu lalang. 
Sekedar poto poto ato menikmati pemandangan lampu kota yang mulai nyala. Tapi 
saya balik arah menuju ke Old Town Hall terlebih dulu, penasaran mau liat 
jamnya bunyi. Bener aja 15 menitan sebelum teng udah banyak turis ngantri di 
depan Astronomical Clock. Padahal jamnya bunyi masih lumayan lama. Tapi yang 
udah bunyi duluan perut saya he..dan mata saya tertuju ke salah satu penjual 
roti di seberang jam. Roti yang panjangnya sekitar 15 cm-an dan bolong di 
tengahnya itu susah dieja, Starocesky Tredlnik. Sebuah roti harganya Kc 50, 
luarnya garing tapi dalemnya lumayan empuk plus rasa manis yang pas. Sebetulnya 
cukup banyak café yang jualan hot dog, hot chocolate, beer dan wine tapi cuman 
roti ini yang pas di kantong dan perut saya. Sambil makan sayanyempillagi di 
antara turis turis yang berdiri nunggu jam bunyi. Setiap jam ada pertunjukan 
mechanical parade of saints and sinners. Pertunjukan itu tentunya diakhiri 
tepuk tangan turis turis.  Ga jauh dari situ ada Museum Alphons Mucha yang 
mengoleksi berbagai benda seni Art Nuveau Ceko.

Hanya saja saya lebih excited muter balik ke Charles Bridge untuk poto poto. 
Jembatan yang dibangun sekitar abad 14 ini menghubungkan Star Mesto dancastle. 
Dalam kurun waktu hampir 650 tahun hingga sekarang Charles Bridge yang 
panjangnya 510 m sudah menjadi promenade untuk pejalan kaki.  Patung pertama, 
St. John of Nepomuk, diletakan di jembatan tahun1683. menyusul21 patung lain 
yang dibangun antara1698 dan1713. Jumlahnya bertambah hingga 30buah patung. 
Ketika sampai di ujung jembatan yang tidak lain adalah tower Old Town, belokan 
pertama dari sisi kanan  terletak patung  yang dibuat tahun 1848 dan ditujukan 
untukCharles IV. Makin malam pemandangan kota dari atas jembatan terlihat 
cantik, salju yang turun tiba tiba juga nambah suasana romantis. Tapi gelapnya 
langit malam bikin patung patung di sepanjang jembatan terlihatdingin dan 
angkuh. Sama dinginnya kayak tangan saya yang kangen sama sarung tangan..

(bersambung)

Kirim email ke