Salam,
Di akhir tahun ada temen kami yang harus melapor ke polisi karena tuduhan 
memfitnah. Prosesnya masih berlangsung, dan berharap cepat selesai, lalu Upi 
Asmaradhana kembali beraktivitas dengan baik. Tolak Kriminalisasi Pers!

Di akhir tahun aku diajak AA Sudirman ke desa Budakeling, Bali, belajar 
memahami perbedaan dari kampung yang letaknya di bukit. Ada kitab Sutasoma yang 
diusung siang itu, dibawa ke pura dalam sambil membaca mantra dan doa. Ratusan 
anak kecil, orang tua, pemuka agama, beriring. Di depan pura dalam desa 
budakeling, orang-orang duduk bersila, bersemadi, menggumam sesuatu. Sejuk di 
sanubari. Kulihat Aa duduk dengan tenang. Tapi aku kemudian tertidur.

Di akhir tahun aku ke Sembalun Lombok, ada tiga seniman : SS Sulistyowati 
[INA], Lynn Lu [SGP] dan Makoto [JPN] yang belajar hidup bersama dengan 
orang-orang Sembalun. Ada yang sakit ada juga yang khawatir. Untunglah mereka 
semua bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik. Ada puisi dan tembang tua di 
kaki gunung rinjani....ada juga hujan dan potongan daging kambing selepas hari 
raya kurban. Bau tanahnya menggoda.

Di akhir tahun aku ketemu Ary Julian, penyanyi Balada yang sering mengisi 
cafe-cafe di Pantai Senggigi. Ia ingin suatu ketika, kita ramai-ramai datang ke 
sana, bikin workshop penulisan atau apalah yang berkaitan dengan seni budaya. 
Lombok, kata Ary, menyenangkan untuk dieksplorasi. Lalu ketika di studio Mas 
Mantre, aku liat dia terus bekerja sampai tengah malam. Setelah puas 
berkeringat di studio musik membantu Ary rekaman, kami ke dunia seni rupa. Ada 
beberapa lukisannya yang belum jadi. Katanya mau pameran di Sangkring Art 
Space, Yogyakarta. Dua orang yang menyenangkan di Lombok.

Di akhir tahun Sangkring Art Space memajang banyak lukisan perempuan cantik 
dengan rambut yang ada spagheti-nya. Lukisan dua perempuan itu besar-besar. Ada 
yang tertawa, melihat saja, dengan berbagai gaya. Modis. Lalu Mas Bambang, AJI 
Yogyakarta, mengambil gambar. Klik.

Di akhir tahun Jompet bikin heboh lagi. Bikin sebuah mesin. Yang ini wajib 
dikunjungi di Rumah Seni Cemeti, Yogyakarta. Ada beberapa instalasi yang 
dibikin Jompet. Sempat takut liat deretan genderang tanpa orangnya. kata jompet 
"Java's Machine : Phantasmagoria". ups, si orang yang duduk sambil ngomong 
sendiri itu ternyata kakinya terluka.

Jika ada waktu, mari kita jelajahi lagi seni budaya di indonesia, kalau tak 
sempat kemana-mana, klik saja www.beritaseni.com, dan yang lebih penting, 
beritahu kami bila kawan-kawan punya cerita yang menarik tentang Indonesia.

Minta maaf dan salam hangat

sehatlah karena sehat itu menggemaskan!

frino






      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke