Wah jadi banyak yang sharing nih.. Saya juga pengen sharing ttg Pulau Sikuai..boleh yah Pak/Bu Mod.. Saya ke P. Sikuai tgl 11-12Oktober yang lalu.. Kebetlan lagi pulang kampung sekalian jalan2 ke Sikuai.. Sebelumnya saya dah kontak lama dengan marketing P. Sikuai ( Uda Arie ) Info terakhir yang saya terima beliau dah resign. Proses reservasi sangatlah gampang, hanya via telp, dan semua crew Sikuai sangatlah bersahabat.. Waktu itu kita berempat, ambil satu kamar dengan biaya Rp 300.000,- / pax Menurut saya, harganya termasuk murah untuk sebuah resort diabndingkan dengan resort tetangga P. Sikuai yang di kelola oleh orang asing P. Cubadak ( USD 121/night ) Kita naik kapal dari dermaga wisata bahari yang lokasinya persis didepan kantor manajemen P. Sikuai, tepat jam 10.00 pagi Perjalanan kita lancar aja, karena emang cuacanya sangat cerah. Kapal yang kita tumpangi merupakan kapal kecil dengan 2 motor yang isinya gak lebih 30 orang. Perjalanan di tempuh hanya dengan 45 menit. Suasana di P Sikuai sangatlah nyaman, dan bersih. Di P . Sikuai kita bisa jogging keliling pulau, dan sorenya liat sunset di puncak pulau dengan menaiki tangga yg jumlah anak tangganya lebih dari 300..!! Di Puncak Pulau ada kolam renang, yg mungkin karena jauh di atas bukit jadi agak kotor dan kurang terawat. Bagi saya pribadi dan teman2 yang ke sana, P. Sikuai merupakan pulau yang indah dengan pelayanan yang bagus, walaupun ada beberapa kekurangan yang masih bisa di perbaiki dan masih bisa di maklumi. Fasilitas cukup tersedia, snorkling, banana boat, kalo diving bisa request. Lautnya tenang, bikin betah snorkle..pantainya putih dan bersih, bikin betah buat sunburn.. Saat kita pulang, cuaca mendung, dan dalam perjalanan hujan turun deras, dan untungnya kita dengan kapal yg lumayan besar, jadi tidak terlalu berpengaruh dengan perjalanan pulang. Bagi teman2 yang mo liat foto2nya silahkan mampir di http://timmifebrin.multiply.com/photos/album/21/Sikuai_Island_West_Sumatera_11-12_October Foto2 orisinil dan bisa di pertangungjawabkan. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat, kurang lebihnya mohon maaf Best Regards, Timmi Febrin/Mr Mobile : 62-852 1044 4435, 62-21 9967 6876 YM : febrin_t Multiply : http://timmifebrin.multiply.com/
--- On Wed, 12/31/08, Bot S Piliang <[email protected]> wrote: From: Bot S Piliang <[email protected]> Subject: [indobackpacker] Tentang Pulau Sikuai To: [email protected], [email protected] Cc: [email protected] Date: Wednesday, December 31, 2008, 6:01 PM Sekedar sharing tentang komplain teman-teman di milist tentang Pulau Sikuai. Saya ke Sikuai pada bulan Agustus yang lalu. Sama sekali ga ada masalah, kecuali satu dua, seperti makanan, dan fasilitas yang tidak begitu banyak. Tapi harus dicatat, kita berada dipulau kecil yang tidak ada aktifitas ekonomi kecuali pengina[an/resort. Biaya menyalakan listrik aja mungkin 5 kali lipat menggunakan listrik PLN. Jadi wajar-wajar saja kalau agak mahal. GA bisa dibandingkan dengan Nusa Lembongan atau Gili Trawangan, karena diSikuai cuma ada satu komunitas dan sedikit orang, sehingga apa-apa harus ditanggun resort. Saya sendiri pernah mengupload foto-foto di Sikuai dan memang seperti yang saya lihat di Internet. Dan saya rasa pemandangan di pulau ini khas, belum saya temukan di beberapa p[ulau yang pernah saya kungjungi di Indonesia. Lagi pula, untuk wisata pantai/pulau, juga tergantung cuaca. Laut, pantai dan pasir akan terlihat indah bila langit cerah dan biru terang, bgitu sebaliknya, kaan terliaht suram apabila mendung. Mungkin mas felix ke Sikuai pada waktu mendung atau tidak saat yang tepat. Satu lagi, daerah Sumbar baru akan membangun industri pariwisatanya, saya kira tidak bijak kalau penilaia subjektif ini menjadi mengemuka dan menjadi kampanye negatif buat pariwisara Sumatera Barat, karena alam tidak pernah salah, yang salah adalah orang-orang yang mengelolanya. salam wisata nusantara Bot Sosani Piliang Just an Ordinary Man with Extra Ordinary Dream www.botsosani. wordpress. com Hp. 08123885300 [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
