----- Pesan Diteruskan ---- Dari: pAndu dewAntarA <[email protected]> Terkirim: Rabu, 7 Januari, 2009 01:04:35 Topik: [impa_akasia] perampokan di jalur pendakian Arjuno visa Wonosari
Meneruskan: --- On Tue, 1/6/09, syah udin <[email protected]> wrote: From: syah udin <[email protected]> Perampokan di Jalur Pendakian Arjuno via Wonosari Telah terjadi kejadian yang tidak nyaman dijalur pendakian gunung Arjuno. Pada tanggal 2 Januari 2009 pukul 11.00 WIB telah terjadi perampokan/ perampasan oleh 3 orang tak dikenal kepada kelompok pendaki dari Universitas Negeri Jakarta, 11 orang Putra dan 5 orang putri. Pelaku perampasan menggunakan kaos hitam-hitam dgn gambar salah satu grup musik rock lokal, 2 orang gondrong dan membawa clurit. Saat itu ke 16 orang Pendaki tsb baru turun dari puncak Arjuno dan pada posisi di POS 3 jalur Wonosari Lawang, seperti halnya pendakian besar mereka turun tidak dalam kelompok besar, melainkan berpencar-pencar, ada yang 3 orang, 2 orang dst walau tetap dalam satu waktu dan satu tujuan, yaitu ke base camp Wonosari. Tidak semua pendaki dalam kelompok tsb yang dirampas, hanya beberapa orang saja, namun tentunya kejadian tsb menjadi preseden buruk bagi citra pendakian di Jawa Timur khususnya dan Indonesia pada umumnya. Tercatat barang dan uang yang dirampas adalah : Lebih dari 10 buah HP dari berbagai merk 2 camera digital Uang kurang lebih 2,5 juta rupiah. Perhiasan Kalung Jam tangan Jaket karrimor Menurut informasi dari teman-teman di TAHURA bahwa kejadian tersebut sudah terjadi beberapa kali, 1 kali di jalur Wonosari dgn korban pendaki dari Jakarta dan 3 kali di jalur Purworsari dgn korban pendaki dari wilayah Jawa Timur. Kejadian tersebut telah dilaporkan pada Kepolisian setempat. Tindakan yang telah dilakukan yaitu dengan men-sweeping para pendaki yang baru turun. Saran bila melakukan pendakian sbb : 1. Sebelum melakukan pendakian mohon lapor pada pos pendakian. 2.. Tetap dalam kelompok besar atau hindari berjalan sendiri atau beberapa orang saja, karena prediksi kami bahwa perampok akan segan bila kita dalam kelompok besar. 3. Lengkapi alat komunikasi, HP, HT atau lainnya agar bisa tetap saling berkomunikasi sesama rombongan, dan diharapkan bisa berkomunikasi dgn Frekuensi HT local. 4. Segera laporkan bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan tsb terutama posisi kejadian dan waktunya. 5. Waspada selalu
