Pada prinsipnya semua elektronik tidak boleh diaktifkan saat take off dan landing. Namun pengalaman pribadi, tidak pernah ditegur sama sekali oleh pramugarinya kalo cuma jeprat-jepret si.Mungkin lebih difokuskan ke alat elektronik yang memancarkan radio dan audio kali ya.
Memotret melalui jendela pesawat susah sekali. Hal itu terjadi karena susah mendapat kaca pesawat yang clear. Pasti sudah terdapat retak2 kecil/fissure karena usia. Kalau pesawat baru mungkin masih mulus, tetapi kaca luar dan dalam tidak akan lurus alias bergelombang shg mengaburkan ketajaman gambar. Belum lagi kehadiran embun air/titik air di kaca luar. Mungkin hal itulah yang mengakibatkan penggunaan filter Polarizer jadi malah merusakkan gambar karena muncul pelangi di beberapa bagian kaca. Belum lagi kalau posisi kita di belakang sayap, semburan gas panas dari mesin jet akan membuat pemandangan jadi blur. Nah, kalo jeprat-jepret ke kabin pesawat, pastinya ngincer obyek pramugari atau penumpang, takut dibilang norak atau yang dijepret keberatan-jadinya aku belum pernah coba sama sekali. Mungkin kalo minta izin diperbolehkan. Salam R. Heru Hendarto ------------------------------------ 'Sent from Sony Ericsson P1i smartphone device over TelkomFlash network.... Who needs the damned BB anyway?' ________________ Reply Header ________________ Subject: [indobackpacker] Foto-foto pemandangan dari dalam pesawat yang sedang terbang Author: harly ramayani <[email protected]> Date: 20th January 2009 04:08 Ada yang pernah punya pengalaman foto-foto pemandangan menggunakan kamera (bukan kamera handphone) di luar jendela maupun suasana didalam pesawat selama pesawat yang sedang terbang? Apakah hal ini tetap bisa dilakukan pada saat pesawat mau take off dan mau landing? Apakah hal ini dilarang atau diperbolehkan oleh maskapai penerbangan? Thanks, Harly (Mei) [Non-text portions of this message have been removed]
