Betul sekali! Nggak harus di hotel kok, walau di hotel ya lebih bebas, mau
langsung tidur ya ayo, mau begadang keluar malam ya jadi. Pengalaman saya
ketika ke timor leste 2 bulan lalu saya menginap di supir truk ekspedisi
Kupang-Dili, lucu juga sih bisa2nya nyambung, tapi ya kok aman2 saja. Ketika di
Alor menginap di rumah sakit kalabahi (tapi memang ini karena ada teman sih,
jika tidak ada ya nggak kebayang juga). Kekurangannya dari menginap di temapt2
yang nggak biasa ya kita harus menyesuaikan diri dengan ritme yang punya rumah,
jika mereka biasa bangun jam 8 trus tahu2 kita mau melanjutkan jalan lagi pagi2
buta ya kacian juga, ngerepotin yang ngasih tumpangan (ketika di denpasar saya
menginap di nenek seorang yang bekerja di pengisian gas elpiji Tembawu yang
saya kenal di Bima, walah mau keluar malam2 nggak enak juga, wong beliau sudah
tidur jam 21.00, rumah sudah digelapin segala, hehehe...). Kelebihannya ya kita
jadi kenal banyak orang, belajar
mengenai manusia lah. Bukan begitu?
Resa B. Anasto
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
[Non-text portions of this message have been removed]