Mas Andi,

Wah idenya menarik dan sepertinya benar2 memacu adrenalin puool! Tapi bagaimana 
dengan keadaan musim angin barat ini? Terakhir pas maen ke Baron, mereka 
berangkat pukul 3 pagi namun kembali lagi karena ombak menggila dan baru 
berangkat pukul 6-an. Jadi ngeri juga. Apalagi pernah liat sendiri di 
Parangkusumo, mereka yang nota bene nelayan tidak bisa mendaratkan perahunya ke 
pantai dan dibantu sama penjaga pantai. Jadi coastguard itu sepertinya 
spesialis pendaratan perahu vs ombak gede (3 meteran!), dia bolak-balik dengan 
perahu karet menyusul nelayan yg datang dan mengambil alih kemudi perahu fiber 
nelayan. Kan aneh plus heboh, wong nelayan yang jago di laut aja mau mendarat, 
kemudi perahunya diambilalih orang lain. Nah, liat gitu gimana kita ga 
ketar-ketir kalo numpang perahu mereka? 

Aku dari dulu punya prinsip, separah apapun kondisi perahu dan lautan, selama 
kapten atau motorist masih tenang dan belum panik, aku tetap tenang dan pasrah. 
Nah kalo mereka dan panik, gimana kitanya? 

Masih trauma hendak tenggelam di perairan Buli-Halmahera soalnya jadi kalo sama 
laut agak alergi.

Tapi terlepas itu, kalo kembali liat topiknya yang ngajak2 mbak 'adrenalin' ya 
monggo kalo mau dicoba. Aku lagi stdby Jogja, jadi kalo acaranya memungkinkan 
jadi dan peserta cukup mungkin aku akan (pikir2 untuk) ikut juga he he. 


Salam


R. Heru Hendarto

------------------------------------
'Sent from Sony Ericsson P1i smartphone device over TelkomFlash network.... Who 
needs the damned BB anyway?'

________________ Reply Header ________________
Subject:        [indobackpacker] Alternatif bacpacking bonus adrenalin
Author: adisusanto rosadi <[email protected]>
Date:           23rd January 2009 02:45

Dear IBPers,

Begini nih..kan kita buat sebagian orang yang suka backpacking ,biasanya hanya 
mengikuti jalur yang ada dan sudah biasa dilakukan orang lain. Saya punya ide 
untuk mengajak berbacpaking sambil bertualang seru dan memacu adrenalin. Memang 
mungkin ini mengandung resiko, tapi bagaimanapun dimana mana pasti ada resiko. 

Acaranya, kita ikut bareng nelayan melaut mencari ikan di laut selatan Yogya, 
yang terkenal ombaknya ganas. Nah rencana jalannya dimulai dari pantai Depok 
dekat parangtritis, dan mungkin nelayan bisa mencari ikan sampai pantai di 
Pacitan. Atau hanya ikut nelayan melaut berangkat sore dan pulang pagi hari 
atau sore. Perahu yang digunakan hanya perahu biasa dari fiberglass, dan 
mempunyai cadik dikanan kiri, dan tempat yang terbatas dan terbuka. Jadi siap 
siap saja diguyur hujan , angin kenceng dimalam hari, dan bergoyang goyang 
ditengah laut yang kadang ombaknya bisa mencapai 2-3 meter di laut selatan, 
karena perahunya juga perahu biasa, dan perahu bermesin tunggal,jadi ya siap 
siap saja kalau misalkan mesinnya macet, harus mendayung atau berenang kalau 
perahunya terbalik, kalau ga ada pertolongan dari nelayan lain. Jadi resiko 
ditanggung sendiri sendiri ya...

Peralatan safetynya harus kita siapkan sendiri, jadi harus bawa pelampung, 
headlamp anti air, dan logistik, raincoat anti air dan pelindung kepala, dan 
kacamata. Supaya tidak mabok saya ada trik sendiri dan sudah terbukti manjur. 
Saya sudah pernah bertanya ke seorang kenalan yang nelayan berpengalaman, dan 
katanya bisa ikut , tapi terbatas hanya boleh satu orang satu perahu. Jadi 
kalau ada teman yang mau ikut coba, ya harus cari perahu lain.

Ayo..siap yang tertarik mencoba seperti ini, tidak harus di pantai selatan 
Yogya, kalau ada ide di pantai daerah lain saya juga mau ikut.

Salam lestari

Andi


      

[Non-text portions of this message have been removed]



Kirim email ke