Di Gunung, dalam kegiatan Pendakian Massal, biasanya Dampak negative nya
adalah SOAL SAMPAH, walaupun saya hanya senyum2x dalam acara expedition di
Metro, dalam menggapai Puncak Merapi.  Pendakinya Bilang " pendakian missal
tidak di recomendasikan, tapi tetap saja kegiatan ini masih berlangsung,
tentu. ketika Indonesia Mau Pesta 17 -an.   Kapan Kita Merdeka dari Sampah
yang kita Hasilkan sendiri?   Mulai dari diri kita, lalu keluarga, lalu
kawan, dan.. Bersih di Lingkungan kita.

Cerita tentang Sampah, di Backpacking kita punya Etika.  Ini saya copy paste
dari http://www.indobackpacker.com/2005/11/leave-no-trace-principles/

Courtesy of Bibi Booth (http://www.blm.gov/education/lnt/principles.html),

based on the knowledge from www.lnt.org. Translate to Indonesia by Puguh
Imanto [email protected]

Prinsip 'leave no trace' pertamanya mungkin tidak terlihat penting, tetapi
nilainya sangat terlihat ketika digabungkan dengan pengaruh dari jutaan
pengunjung kealam bebas. Satu lokasi perkemahan yang tidak tepat atau
perapian mungkin tidak berarti, tetapi ribuan hal semacam itu perlahan akan
mengurangi kenikmatan beraktifitas di alam bebas. 'Leave no trace' sangat
layak untuk dijalankan. 

Prinsip 'leave no trace' pertamanya mungkin tidak terlihat penting, tetapi
nilainya sangat terlihat ketika digabungkan dengan pengaruh dari jutaan
pengunjung kealam bebas. Satu lokasi perkemahan yang tidak tepat atau
perapian mungkin tidak berarti, tetapi ribuan hal semacam itu perlahan akan
mengurangi kenikmatan beraktifitas di alam bebas. 'Leave no trace' sangat
layak untuk dijalankan. 

 

. Rencanakan dan persiapkan: perencanaan perjalanan dan persiapan yang benar
membantu pengunjung alam bebas untuk mencapai tujuannya dengan aman dan
dapat dinikmati dan pada saat yang sama memberikan kerusakan yang minimal
kepada sumber daya alam dan budaya. Pengunjung yang tidak siap, dihadapkan
pada situasi yang tidak diinginkan, sehingga sering berakhir pada pemecahan
yang berdampak besar pada alam dan membawa resiko pada diri mereka sendiri.

Perencanaan yang buruk sering berakibat pada;
o Perjalanan beresiko tinggi, karena pengunjung tidak mendapatkan informasi
mengenai kondisi geografis dan cuaca.
o Lokasi berkemah yang tidak tepat karena pengunjung tidak merencanakan
waktu yang cukup untuk mencapai tujuan yang direncanakan.
o Lokasi pembuatan api atau sampah yang berlebihan karena kegagalan
perencanaan makanan atau alat yang tidak tepat


. Berkemah dan berjalan pada permukaan yang kuat: kerusakan pada tanah
terjadi ketika permukaan vegetasi atau komunitas organisme terinjak dan
tidak dapat memperbaiki diri kembali. Daerah yang rusak ini dapat
mengakibatkan jalur tidak dapat digunakan, serta erosi daerah perkemahan dan
tanah.

Haruskah kita mengkonsentrasikan aktifitas atau justru menyebar aktifitas?

Di daerah yang sering digunakan pengunjung harus berusaha mengkonsentrasikan
kegiatan. Gunakan jalur setiap memungkinkan dan pilih tempat berkemah di
tempat yang sering digunakan, sehingga kerusakan lebih jauh dapat dicegah.

Di area yang jarang atau belum pernah digunakan pengunjung harus menyebar
aktifitas. Gunakan jalur yang berbeda ketika berjalan diluar jalur yang ada
untuk menghindari terciptanya jalur baru yang mengakibatkan erosi. Ketika
berkemah sebar tenda dan peralatan masak serta pindahkan lokasi tenda setiap
hari untuk menghindari terciptanya lokasi perkemahan yang terlihat permanen.

Panduan ini dapat diterapkan pada hampir kondisi alpine dan mungkin berbeda
untuk area lainnya, seperti di gurun. Periksa jika tidak yakin.

. Bawa masuk, Bawa keluar

Perkataan yang sederhana namun efektif untuk membuat pengunjung membawa
pulang sampah. Tidak ada alasan orang tidak dapat membawa kembali
barang-barang yang mereka bawa ke lokasi. Walaupun kebanyakan sampah di
lokasi alam bebas tidak tampak berarti dalam jangka panjang pada kondisi
ekologi suatu daerah, namun membawa dampak yang sangat mengganggu bagi
pengunjung lain. Sampah menghilangkan keaslian alamiah dari suatu daerah.

 

 

. Buang dengan benar apa yang tidak bisa dibawa keluar. Penggiat alam bebas
menhasilkan sampah alamiah dan air buangan yang harus dibuang secara benar.

Air Buangan: Hindari penumpukan pada sumber air alamiah, sebar air cucian
piring jauh dari mata air, aliran sungai dan danau. Minimalisir kebutuhan
untuk membawa kembali sisa makanan dengan melakukan persiapan makanan dengan
baik. Hindari pengguanaan sabun.

Kotoran manusia: Penanganan kotoran manusia dengan baik mencegah penyebaran
penyakit, gangguan pada pengunjung lain, dan mempercepat dekomposisi. Lubang
kucing, kedalaman 6-8 inch dan 200 feet dari sumber air, adalah cara
termudah dan praktis untuk membuang feces.

. Tinggalkan apa yang anda temui: Berikan pada orang lain 'keasyikan
menemukan'; tinggalkan batu, tanaman dan artefak arkeologis dan obyek
lainnya seperti saat ditemukan.
Perkecil perubahan lokasi dengan tidak menggali selokan mengelilingi tenda
atau membangun kursi bersandar atau meja. Hindari memaku ke pohon,
menggergaji atau mengikat pada batang atau akar. Jika anda membersihkan area
dari batu dan ranting, kembalikan mereka sebelum meninggalkan lokasi.

Di daerah yang mempunyai dampak besar, diperlukan pembersihan lokasi dan
membongkar semua kelengkapan yang dibuat seperti batu pembatas perapian,
balok kayu untuk duduk atau meja. Tolong diingat bahwa tempat berkemah yang
baik 'ditemukan' bukan 'dibuat'.

. Penggunaan dan dampak minimum api. Beberapa orang tidak berpikir bagaimana
berkemah tanpa api. Namun kealamian berbagai daerah telah menurun disebabkan
penggunaan api yang berlebihan dan permintaan akan kayu bakar. Kompor ringan
sangat penting dalam perkemahan yang berdampak rendah dan meninggalkan
ketergantungan pada api unggun. Kompor sangat cepat dan mengurangi kebutuhan
akan kayu bakar. Jika membuat api, pertimbangan terpenting adalah potensi
kerusakan.

Tempat terbaik untuk membuat api adalah ditempat yang sudah pernah dibuat
api, di tempat perkemahan yang sudah ditentukan. Usahakan tidak membuat api
di ditempat yang memiliki sedikit kayu di ketinggian, di daerah yang telah
banyak digunakan, atau di gurun. Api yang dibuat oleh seseorang yang
menjalankan 'leave no trace' tidak meninggalkan tanda bahwa api pernah
dibuat.

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke