Saya kebetulan punya jaring pengaman itu, tapi awpyuun berat banget  
(besi asli). Bentuknya emang fleksible mengikuti lekuk ransel kita.  
Setelah diperhatikan ternyata ngga efektif karena buat yang jarinya  
kecil (anak2 misalnya) masih bisa ngubek-ubek kantong2 kecil di  
samping.  Akhirnya jarang dipake.

Berikut tips yang mungkin membantu rekan-rekan lain kalau packing  
ransel gede di pesawat. Selama ini baik dalam negeri ataupun luar,  
saya selalu make ransel (2-3 biji) untuk bawa barang. Dari airlines  
klas budget seperti Airasia, Ryanair, hingga SIA alhamdulillah ngga  
pernah kejadian buruk.


1. Pastikan mengetahui batas maksimum berat yang diperbolehkan untuk  
bawa barang. Tiap airlines mempunyai aturan yang berbeda untuk barang  
ini. Ada yang dengan aturan berat dan ukuran (diameter, isi dan  
volume), juga ada yang menggunakan aturan berapa biji yang boleh  
dibawa. Jangan lupa siap2 bayar excess baggage kalau beratnya  
berlebihan.

2. Cover atau pengaman tas jangan sampai melebihi berat maksimum tadi  
karena resiko biaya tambahan. Ini kondisional sekali tergantung ketat  
tidaknya pengawasan bagasi. Pilihan terbaik adalah bullsack (tas  
duffet, panjang hitam bulat atau kotak) yang ringan atau bag cover  
yang menutupi fisik tas.

3. Kalau pergi berombongan check in, maka sistem berat bisa dibagi.  
Misalnya si A bawa lebih ringan mengkompensasi si B yang overweight.

4. Ketika packing, biasakan didalam ransel diberi tas plastik ukuran  
besar sebagai pelapis. Ini fungsinya mencegah air masuk kedalam dan  
membuat basah isi didalamnya. Ini disarankan terutama di musim hujan  
ataupun penerbangan jarak jauh. Karena terkadang transfer barang itu  
tidak sepenuhnya ditutupi disaat dimasukkan dalam pesawat terutama di  
runway.

5. Ada yang menggunakan bag cover, yakni pelapis tambahan untuk  
nutupi ransel. Biasanya bisa dibeli terpisah atau terkadang udah ada  
di ransel (terutama tipe daypacks). Jika menggunakan bag cover,  
pastikan rapat dengan sistem kait lebih dari satu. Soalnya nih pernah  
make malah lepas satu kait dan keleleran. Dengan tipe bag cover ini,  
ransel masih bisa diangkut dibahu. (Ngga saya rekomendasikan karena  
mudah dilepas dan fungsinya juga bukan pengaman dari orang usil).

6. Buat packing dengan sepadat mungkin untuk memudahkan membawa.  
Dibiasakan menutup dengan rapat semua kantong2. Buang tags dari  
penerbangan sebelumnya, bersihkan dari pernik2 yang tidak perlu  
(misalnya aksesoris boneka kecil) termasuk merapikan tali-tali yang  
bergelantungan. Kenapa? semakin bersih ransel semakin lancar melewati  
mesin sortir.

7. TIDAK BOLEH bawa bahan bakar untuk kompor kemping karena bisa  
membuat percikan api. Kosongkan sisa bahan bakar di kompor terutama  
agar baunya ngga nyebar ke barang2 lain. Lakukan pengosongan ini  
secara teratur 3-9 hari sebelum keberangkatan hingga bau yang khas  
tadi berkurang.

8. Khusus untuk straps (atau tali), buat serapi mungkin dengan saling  
diikatkan atau dikemas dimasukkan kantong ransel. Bagian bahu  
(shoulders) dibuat minimum dengan menarik tali pengikatnya (ini untuk  
yang ngga make bullsack alias kosongan). Bagian pinggang dikaitkan  
terbalik arah muka (jika memungkinkan terutama yang fleksible, bisa  
ditekuk), kalau tidak bisa cukup dirapikan hingga tidak keleweran.  
Packing backpack yang bagus ke pesawat adalah ransel jadi ngga bisa  
diangkat di bahu tapi ditenteng. Kelemahan sistem ini adalah ransel  
harus diset lagi begitu udah turun.

9. Kalau menggunakan bullsack (tas tambahan yang menutup backpack  
keseluruhan) bisa digunakan gembok kecil untuk menghindari tangan  
jahil. Bulsack juga membuat tas tidak perlu diset. Bullsack yang baik  
adalah yang ngepas di bentuk ransel, kuat juga membuat bentuk ransel  
tersembunyi.

10. Jangan meletakkan barang berharga di kantong yang mudah aksesnya  
misalnya kantong depan atau atas. JIka terpaksa bawa barang berat dan  
berharga (misalnya hard disk atau laptop -yups saya pernah dan  
lolos), bungkus dengan sesuatu sebagai kamuflase. Misalnya dengan  
handuk atau kaos. Letakkan di bagian tengah yang tahan goncangan dan  
sulit dijangkau maling.

11. Salah satu kunci keberhasilan bawa ransel adalah bisa mengukur  
kemampuan sendiri untuk bawa ransel2 tadi di badan. Jadi jika bandara  
itu ngga ada fasilitas trolley terpaksa diketeng sendiri maka jangan  
sampai terseyok-seyok. Paling tidak,  bisa bawa barang itu ketika  
keluar dari bandara menuju bis/taksi (sebaliknya).

12. Untuk ransel yang dibawa di kabin pesawat, perlu diperhatikan  
azas 'share the space' artinya buat sepantas dan sepadat mungkin agar  
tidak mengganggu penumpang lainnya. Tinggi badan pesawat juga  
diperhatikan, jangan sampai nyundul langit2.

Perlu diingat pesan orangtua bahwa pencegahan lebih baik dari  
penyesalan. Usahakan mengetahui lokasi dan kemampuan bandara serta  
handling bagasi terutama untuk penerbangan lokal dan domestik.  
Pikirkan skenario terburuk yang mungkin terjadi.


Salam,

Ambar Briastuti
www.ceritaambar.com | ym : ambar_briastuti | Adventures. Backpacking.  
Photography.


On 14 Feb 2009, at 17:25, puguh_imanto wrote:


Untuk pilihan pengamanan ransel selama dibagasi pesawat, saya pernah
lihat semacam jaring/keranjang/selongsong yang dibuat dari tali
stainless steel yang dirajut, dan diujungnya diikat dan digembok.
Saya pernah lihat barangnya dijual di peninsula plasa - singapore,
tapi harganya kurang lebih sama dengan harga ransel saya, jadi saya
batalkan belinya.

Ato ada yang mau coba produksi di dalam negri?

tabik,
Puguh




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke