Tari, Suhu yang disebutkan di sleeping bag itu ada yang disebut "comfortable tempeture" yakni suhu dimana rata-rata orang merasa nyaman (ini dibagi lagi suhu upper dan lower comfortable).
Dalam sleeping bag 1-2 seasons suhu comfy itu adalah sekitar 7-10C sedangkan -3C yang disebut adalah "extreme tempeture" yakni masih bisa mengisunsulasi panas tubuh walau susah payah. Tingkat suhu ini sangat bervariasi tergantung sleping bag buatan mana. Jika Indonesia (negara dua musim) suhu rata2 gunung diatas 4000mdpl adalah 2-3C hinga sub zero. Sedangkan di luar negeri dgn empat musim, 1000mdpl aja di musim dingin bisa menyentuh 2C. Jadi buatan Indonesia kemungkinan 'hanya' didesain untuk suhu rata2 tadi. Seperti disebut sebelumnya, bagus tidaknya sleeping bag tergantung banyak faktor. Yakni : -bag shape (kotak atau mummy) -bag construction (bagaimana lapisan insulasi dijahit) -what material (loft) & how much (light, heavy, amount of fill) -how effective the insulation system (layers, zippers) Ohya ada beberapa hal juga yang perlu diperhatikan selain sleeping bag yakni ground beds- tambahan untuk memberi kenyamanan. Dari cuma rumput, matras hingga model terbaru thermarest (www.thermarest.com). Salah satu 'kesalahan' yang saya amati ketika naik gunung dengan pendaki Indonesia adalah, mereka tidur dengan baju yang basah keringat. Ini membuat sleeping bag jadi ngga efektif karena baju yang basah membuat suhu tubuh turun dengan cepat. Jika udah telat susah sekali mengembalikan ke temperatur normal walaupun udah make bag. Sebaiknya ganti baju atau memakai baju bukan katun (sintetik spt polyester atau nylon) yang cepat kering (quick dry). Salam, Ambar --- In [email protected], Ms tari rahardjo <kuntarini_rahsilaw...@...> wrote: > > ALow kawans, > > Yang dimaksud sleeping bag tsb bisa untuk -3 derajad itu apa bener bisa bikin org di dalam sleeping bag tsb pd suhu masih hidup hingga keesokan paginya? Waktu di Bromo rasanya tersiksa euy, rasanya sia2 pake sleeping bag. Suhu mungkin gak sampe minus waktu itu. >
