Dear Aris dari rekan-rekan, Saya jarang ketamuan sama bule. Tapi kalau ada tamu bule dan punya waktu hanya buat jalan seputaran Jakarta, biasanya saya ajak jalan ke kawasan Kota Lama. Jalan menuju sana mereka akan lihat salah satu sisi kota Jakarta, macet sudah pasti, kawasan kumuh, rob, bangunan-bangunan sederhana, pengemis dll. Buat sebagian bule, kemiskinan jadi hal yang eksotik.Object bagus buat difoto. Buat kita itu realita. Ngapain diumpetin kalau itu kenyataannya. Tapi saya nggak mau hanya itu yang terpatri di benak mereka. Enak aja ntar yang jelek-jeleknya aja yang diceritain ke temen-temen di negaranya. Ada realita lain yang mau nggak mau kita harus akui ini juga wajah Jakarta. Saya ngajakin spa ala Indonesia, jalan-jalan ke Grand Indonesia, makan di tempat yang enak-enak, ketemu yang wangi-wangi, diskusi tentang teknologi. Jalan ke Taman Mini kasih tau begini loh kekayaan Indonesia, meskipun huhuhu. sedih liat Taman Mini yang minimalis fasilitasnya. Mungkin Aris juga gitu, tapi ngga cerita. Setiap kota pasti punya banyak sisi. Dengan ngasih sebanyak mungkin sisi kota kita, seenggaknya ada keseimbangan cara pandang mereka ke kita. Saya jadi ingat tulisan lama di Kompas Minggu tentang India, The Country of Contradiction juga tulisan perjalanan Mas Agustinus. Indonesia juga begitu, meski kisahnya nggak sama plek dengan India. Regards, Ningsih From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Aris Sent: Thursday, March 12, 2009 9:39 AM To: [email protected] Subject: RE: [indobackpacker] Taksu sebuah kota - atau perubahan? Cerita ttg Kota, saya jadi ingat 7 tahun silam (saya lupa), saya menemani turis itali, jalan2x blusuk2x daerah kota, muara angke, kampong bandan, dan tentu sunda kelapa. Dia sangat interest untuk memerhatikan Hidupan Kota tentu dari sudut pandang "Urban Poor"... kadang sampai Malam, dia juga suka motret tentang hidupan.. orang2x yang tinggal di rumah Kardus, ada yang bertengkar hebat karena Kardus alas tidurnya di Curi. Abis dari Toko Cetak Photo, dia selalu menunjukan photo2x hasil jepretannya, tentu dengan Komentar panjang.. dan, aris, this face look like big criminal.. " saya karena kadang suka juga gaul sama mereka, saya bilang, Face nya doang, tapi hatinya baik kok" Dia bilang, di negara nya, Copet jambret, kalah hebat di bandingkan di Indonesia... itu jaman itu lho! -----Original Message----- From: [email protected] <mailto:indobackpacker%40yahoogroups.com> [mailto:[email protected] <mailto:indobackpacker%40yahoogroups.com> ] On Behalf Of puguh_imanto Sent: 12 Maret 2009 8:46 To: [email protected] <mailto:indobackpacker%40yahoogroups.com> Salah satu petuah beliau menarik; untuk tahu apakah pemerintah daerah suatu kota/daerah termasuk korup atau tidak, tanda2 pertama yang terlihat adalah pedestrian dan marka jalan. Kalo kedua hal yang sederhana itu saja berantakan, hampir bisa dipastikan demikian juga administrasi pemerintah daerahnya. Boro-boro memikirkan air bersih warganya. Jadi kalau melihat jalur pantura dan kemudian berkendara di Bali, kita sudah tahu kira-kira jawabnya... Tabik, Puguh ___ [Non-text portions of this message have been removed]
