Sambas..,kota kecil di utara Singkawang yang sepertinya saat ini
stagnan pembangunannya. Namun di kota kecil ini masih tersebar
sisa-sisa kemegahan peradaban Melayu. Jika ke sana, sempatkan ke :

1. Masjid Agung Sultan Tsafioeddin (Syafiudin), saat ini telah dipugar
dan cukup menarik dikunjungi. Di dalamnya akan dapat dilihat beberapa
peninggalan kerajaan termasuk yang menarik bagiku adalah sepasang
meriam kecil yang memiliki 'anak'. Mirip dengan cerita meriam bertuah
di Jawa, meriam ini bisa beranak dan menghilang. Konon menghilangnya
meriam jika dia lagi pingin 'jalan-jalan' ke Istana Brunei karena saat
dahulu kerajaan Sambas memiliki ikatan kuat dengan kerajaan Brunei dan
juga kerajaan Kutai Kertanegara.

2. Istana Alwazihubillah, masih terletak di kompleks masjid. Di
dalamnya lebih banyak terdapat barang-barang peninggalan raja-raja
Melayu dahulu.

3. Naik perahu atau berjalan menyusuri sungai Sambas Kecil, dahulu aku
ga sempat naik perahu hanya sempat nongkrong di pinggirnya. Sepertinya
asyik bisa menyusuri sungai dan menyaksikan dinamika masyarakat Melayu
pinggir sungai yang sebagian besar hidupnya 'dihabiskan' di atas air.

Jika berminat dengan oleh2, Kain Tenun Sambas cukup terkenal dan apik.
Biasa di sebut Lunggi atau kain benang emas karena memang terbuat dari
benang emas.


Bengkayang, sudah lama sekali terakhir ke sana, sekitar 12 tahun lalu.
Main ke salah satu air terjunnya tapi lupa namanya, maklum sudah lama.
Di sana ada banyak sekali air terjun namun jaraknya dari kota sekitar
50 km ke atas jadi perlu persiapan ke sananya. Kalau kotanya biasa
saja.., malahan lebih besar Sambas sepertinya. Dahulu saat melintas
melewati jalan ke Bengkayang, masih banyak berpapasan dengan ibu-ibu
Dayak yang maaf, topless. Demikian juga pemudanya yang mengenakan
pakaian adatnya yang sangat menarik. Saat ini? Sudah hampir tidak
mungkin menyaksikan pemandangan eksotis seperti itu karena sepertinya
kemajuan jaman telah menggusur kebiasaan tradisional. Pakaian adat
mereka hanya dikenakan bila ada ritual adat saja, kecuali jika kita
hendak masuk ke pedalaman hutan hujan Kalimantan berjalan kaki 2 - 4
hari.

Semoga membantu,


RHH


-- 
---------------------------------------------------------
Kabaena Camp-D3W North Pit; S 5 deg 25.73 min/E 121 deg 59.43 min



2009/3/22 masrukhin <[email protected]>:
> Teman-teman
>
> Adakah yang tau tempat menarik disana untuk dikunjungi?....Kebetulan ada
> tugas disana beberapa hari n sisa harinya bisa sekalian jalan2...
>
> Thanks,
>
> 

Kirim email ke