...selain berziarah ke 7 puncak dunia, yang menjadi acuan untuk diakui sebagai bangsa yang berdaulat di dunia petualangan adalah berjalan ke kutub utara dan selatan...
Sekilas seingat saya Malaysia sudah melakukannya...lebih gampang kan, cuma jalan kaki doang...hehehe... Beberapa teman pernah terpikir, supaya perusahaan mau memberikan sponsor, bagaimana kalo pemilihan anggota tim expedisinya dilakukan seperti seleksi idol. Atau dikemas acara "Nadine Goes to Everest" (Chandrawinata lah ;)...walaupun pada akhirnya Jeng Nadine cuma stay di basecamp terakhir... Karena kalo tidak melibatkan base konsumen yang banyak agak sulit mengharapkan ada perusahaan di Indonesia yang minat. Ah, tapi buat apa susah2 mengejar seven-summit. Lah wong mendarat di bulan saja, bangsa kita mampu kok!! ...cuma NASA belum mau jadi sub-contractor kita.... Tabik, Puguh --- In [email protected], "Aris" <kunlun...@...> wrote: > Tapi nggak ada kabar berikutnya. Mungkin Persoalan utama adalah Support > Dana. > > Saya pernah bawa turis asing, tahun lalu.. asal UK, dia sudah pernah 7 > summiters... Budget, sekitar 2-5 milyar.. katanya, wuih! > > Apakah Mau, Perusahaan - perusahaan Besar di Indonesia mendanai Biaya > sebegitu Besar? > Hanya untuk memperlancar Kaki berjalan hingga ke Puncak-puncak Gunung > Tertinggi di Dunia? > > Sampai hari ini belum ada orang Indonesia yang bisa mendaki 7 puncak > Tapi, kalau Team sudah pernah ada. > > Di salah satu website, saya lihat Pendaki Jerman Mendominasi expedition baik > Komersial maupun Non Komersial. > >
