Ini catatan perjalanan ke Thailand 17-20 Maret 2009 bagian 2. 
Semoga bermanfaat.

18 Maret 2009

Pilihan makan pagi di hotel Take A Nap cuma ada roti tawar, sosis, telur mata 
sapi, hash brown, kopi, teh, dan buah jeruk.
Pagi ini memang mau pindah hotel di kawasan Khaosan: the backpacker country. 
Naik taxi berwarna pink sekitar 70 bath ( IDR 25 rebu)

Dapet penginapan di Rambuttri Vilage Inn yang terletak di Rambuttri Soi. 
Tarifnya 400 bath semalam (IDR 140 rebu) tanpa makan pagi. Hotelnya bersih.
Sempat salah kamar: dengan cuek masuk kamar yang ada cewek bulenya…hihihi 
memalukan!

Area Rambuttri Soi dijejali penginapan dan resto kayak Kuta Bali. Jalan kaki 
sekitar 400 meter sampai ke Phrasumain Fortress, semacam benteng kecil yang 
terletak di Santichaiprakarn Park: taman yang tenang untuk duduk bengong 
sendiri.
Taman ini terletak persis dipinggir sungai Chao Praya. Disitu terdapat pier 
(dermaga) no 13 : Phra Athit. Dikenal juga sebagai Banglumpoo Pier.
Selain penduduk lokal, banyak turis bule celingak-celinguk mau naik kapal. 
Ga ada loket tiket. Yang ada hanya 2 mbak-mbak yang duduk berhadapan meja 
kecil, kayak jualan lotre.
Dari dermaga ini naik perahu ke dermaga no 9 Thang Chang Pier yang terletak 
dibelakang Grand Palace dengan ongkos 13 bath (IDR 4500). Ga usah kuatir 
disuruh megang dayung, ini perahu motor.

Disepanjang sungai Chao Praya terlihat beberapa Wat-Wat yang bertebaran yang 
keliatan dari bentuk dan warna emas pada atapnya.

Suasana Grand Palace dari luar persis suasana benteng keraton Yogya: 
dikelilingi tembok benteng tinggi warna putih minus poster caleg. Trus 
perimeternya bersih dari warung tenda a.k.a. penjual pecel lele dan es kelapa 
muda.
Tiket masuk Grand Palace 350 bath (kalau ga salah ingat).
Suasana di dalamnya juga ga beda masuk Kraton Yogya atau Solo: elegan dan 
historikal. 
Yang berkesan adalah secara tempat ini juga banyak terdapat altar Budha, banyak 
pengunjung yang berdoa dan menghaturkan sembah.
Sebuah kombinasi yang disajikan simbiosis : tujuan wisata dan tempat ibadah. 
Dari wajah para turis kelihatan sekali antusiasme menyelusuri, memotret dan 
meresapi suasana yang ada.

Bosan ngiderin Grand Palace, penjelajahan dilanjutkan ke Wat Pho: the Reclining 
Budha, yang terletak disisi tenggara kompleks Grand Palace. Mungkin karena 
sudah terlalu sering baca trip report, liat foto, dll; liat patung Budha 
tiduran ini kok rasanya biasa2 saja. 
Skala dan suasananya gak berhasil bikin saya nganga :D

Dari situ jalan kaki nyambung ke Museum of Siam: The Discovery Museum. 
Wahana ini sebenarnya lebih rewarding: bertutur tentang anthropologi bangsa 
Thailand: sejak masa mitologis bangsa Thai, tipologi kehidupan modern saat ini, 
hingga visi bangsa Thailand di masa yang akan datang. Terbagi dalam 17 
area-ruang.
Tapi mungkin karena sudah jenuh jadi tidak bisa menikmati presentasi yang ada. 
Padahal teknik presentasinya matang dan multi format: ng-arsitek banget!! 
didukung sistem pencahayaan yang detail. 
Sayang lay-outnya agak rumit: dari lantai satu, langsung ke lantai tiga baru 
balik lantai 2. Anyhow, ini museum kelas dunia!
Staff museum juga sangat atentif; waktu liat saya celingukan bingung, mereka 
langsung menawarkan bantuan. Sempat nyrocos pake bahasa Thai, ketika melihat 
aku nyengir barulah mereka ngomong pake enggres. Hehe.

Diakhir presentasi, kita bisa menulis pesan+kesan bagi pemerintah Thai yang 
ditampilan secara multi media.
Aku menulis : work hand in hand with Indonesia for a better world :)

Keluar dari situ, aku liat sudah jam 1400 an, trus naik taksi ke Vimanmek 
Mansion : istana kayu yang pernah dihuni Sri Rama V : salah satu raja thailand 
yang paling banyak berkunjung ke keluar negeri dan membawa masuk budaya barat 
ke Thailand. Masuknya pake tiket masuk Grand Palace yang tadi.
Untuk masuk istana ini, pengunjung harus melepas sepatu, dilarang bawa tas, 
kamera, senjata tajam, cat..apalagi linggis. Hahahaha.

Istananya keren. Aku jadi berkhayal tinggal di istana 
kayu-yang-besar-berasitektur-kolonial-dibangun-dengan-hati-penuh-romansa-masa-lalu-trus-terlibat-asmara-dengan-seorang-bangsawan
 :D

Keluar dari kompleks istana sekitar jam 1610 an. Lapar Jo!: sejak sarapan belum 
makan lagi. Naik taksi ke MBK: mall buat emak2 asal Indonesia belanja di 
Bangkok. Aku sih tujuan utama cuma mau makan.
Jauh2 ke bangkok, milihnya balik2 ke McDonald lagi :) Big Mac lagi! Yang banyak 
kentang dan coca colanya bisa buat mandi saking banyaknya :)

Di MBK muter2 sampai jam 1900-an. Masuk ke toko buku Kinokuniya yang kebanyakan 
bukunya beraksara Thai. Aku sempat search "Laskar Pelangi" komputer katalog. 
Ternyata ada! Waw!
Sebelum pulang nonton thai-boxing yang digelar dipinggir jalan. Cuma sebentar. 
Ga demen yang kayak gini!

Dari sini naik BTS turun di stasiun Saphan Taksin, trus jalan ke dermaga no 1: 
Central Pier. Maksud hati naik kapal menyusuri sungai Chao Praya malam hari 
liat Wat Arun yang katanya keliatan grandious disinari lampu.
Pas naik, kok kapalnya cuma nyebrang sungai trus penumpang di suruh turun 
semua. Ternyata ini kapal terakhir, dan hanya nyebrang satu dermaga. Halah! 
Bikin kagol! Malah merasa kayak terdampar di antah berantah.

Nyerah, akhirnya naik taksi ke Khaosan, menikmati denyut semangat backpaker 
dari penjuru dunia.

Mondar-mandir di Khaosan dari ujung ke ujung kayak seterikaan.
Makan pad thai (kwetiaw goreng thailand) seharga 25 bath (IDR 7.000) ditambah 
air mineral 7 bath (IDR 2500). Kenyang.
Pengen beli duren tapi kok ga ada yang jual? Mungkin sudah habis dikirim ke 
Indonesia kabeh.

Liat orang mabok, anak gajah ngamen, dagangan kaki lima sepanjang jalan…

Blusak-blusuk toko buku bekas. Ada buku Lonely Planet Thailand. Jatuhnya cuma 
IDR 100 ribuan. Murah. Pengen buanget beli tapi sayang duit. Besoknya sempat 
balik ke toko itu lagi, megang2 bukunya sambil mikir; tapi tetap akhirnya ga 
beli juga.
 
Ehm…kok gak lihat rahib ya? Kok ga nemu orang jual Tom Yam? Ternyata suasana 
kota persis dengan Jakarta: macet. 

Sampai akhirnya malem balik hotel masih ga nemu duren. Aiyoooh!

Blog yang sama ada di :

http://phoek.multiply.com/journal/item/265/265


Kirim email ke