Dear All, Saya sudah ber-kali2 tinggal di YHA,di Gold Coast, Brisbane,Sydney dan Melbourne. Juga di Belgie, Amsterdam, Singapura. Di Gold Coast dan Sydney tempatnya strategis banget. Kalau di Sydney dan Melbourne, saya biasanya bayar pake sarapan. Enak juga, ada roti en sosis,cereal, dll. Kamar mandi semuanya bersih. Banyak turis dari Jepang dengan keluarganya anak2 kecil.Kalau di Gold Coast, enak jajan diluar, sarapan di MacD. Di Belgie, sarapannya sangat sederhana. Di AMsterdam, lumayan enak, ada telurnya en bisa dimasukkin kantong plastik buat lunch. Ambil sepuasnya............. hehehe. Kalau di Singapura, agak pelit.Sangat terbatas. Cuma roti en selai plus teh. Payah.
Semuanya rata2 bersih. Saya book via internet,Tak masalah.Bayar pake kredit card. Bulan depan mau ke Vancouver ma keluarga, tapi hotel dah di book oleh anak saya. Acara juga diatur oleh dia. Sorry ndak bisa ngajak gabung ama teman2 di sini. Tak usah takut menginap di YHA atau budget hotel. ASal jangan didaerah rese, pasti aman. Ciao Mbak Edith --- On Sun, 4/19/09, ambar <[email protected]> wrote: From: ambar <[email protected]> Subject: [indobackpacker] Hostel : Imej yang mulai berbeda To: [email protected] Date: Sunday, April 19, 2009, 12:26 PM Kebetulan buka koran pagi ini. Ada artikel menarik tentang imej yang berbeda dari hostel di Eropa. Judulnya Hostel Grow Up (New York Times Sunday http://tinyurl. com/daemx2). Dulu hostel identik dengan akomodasi klas mahasiswa yang penuh jemuran dan orang mabok. Beberapa tahun belakangan ini YHA (Youth Hostel Association) sedang menangani proyek renovasi besar2an. Diantaranya adalah membuat hostel lebih hip dan menjaring pangsa yang berbeda seperti : urban profesional, keluarga, bisnis travel, hingga turis manula (pensioners lha yaw...ngga mau dibilang tua). Reputasi YHA udah mulai bergeser dari buat hiker&walkers menjadi penginapan urban. Konsepnya masih sama : sarapan gratis, laundry dan ruang komunitas. Jadi kalau ada yang nanya, kalo saya bawa anak bisa ngga ke hostel akan terjawab. Di artikel tadi, si penulis membawa dua anak remaja belasan tahun. Beberapa hostel menerapkan peraturan pembatasan umur, tapi setahu saya untuk YHA bahkan anak2 boleh banget. Jadi kalau bisa murah, hip dan socially fun, kenapa ngga dicoba ? Mungkin ada pengalaman nginap di hostel hip yang murah dan mengasyikkan? Salam, Ambar Hostel for dummies : Hostels menyediakan penginapan murah, akomodasi yang lebih akrab bersosialisasi dimana pengunjung bisa menyewa tempat tidur -terkadang bed bertingkat di asrama dengan berbagi fasilitas seperti kamar mandi, ruang tamu terkadang dapur. Beberapa perbedaan mendasar hostel dengan hotel, dibawah adalah sisi keuntungan dari hostel : 1. Hostels cenderung low budget, tarip lebih rendah dan banyak hostel yang menawarkan program sharing buku, DVD atau barang lainnya. Note : terkadang ada jualan murah barang bekas. 2. Untuk yang pengen bernuansa informal, hostel biasanya menawarkan level informalitas yang lebih ketimbang hotel. 3. Untuk yang memilih bersosialisai dengan temen pengunjung, hostel biasanya mempunyai ruang tamu (common room area) yang bisa digunakan untuk berinteraksi sosial.(Berujud ruang baca, ruang teve, ruang makan, ruang ngegames atau internet). Sistem asrama juga merupakan salah satu aspek meningkatkan keterkaitan dengan kawan pejalan. (wiki) Booking hostel online (paling sip untuk eropa) : http://www.hostelbo okers.com/ http://www.hostelwo rld.com/ http://www.hihostel s.com/ [Non-text portions of this message have been removed]
