Ada ironi di kalangan pencari visa turis. "Jangan kliatan miskin tapi  
jangan kliatan kaya." Sungguh saya baru pahami ketika mencari visa  
inggris pertama kali hampir sepuluh tahun yang lalu. Disamping saya  
seorang ibu yang sudah mencoba mendapat visa hingga yang ketujuh  
kalinya. Entahlah apakah usaha yang terakhir itu berhasil. Karena  
penasaran saya tanyakan apakah sebabnya. Visa turis kan ngga sesusah  
visa pelajar misalnya. Kasih ke agen kan beres...

Dunia imigrasi memang penuh misteri. Saya meraba-raba penyebab  
kegagalan si ibu tadi. Salah satunya adalah ia menyertakan rekening  
koran (tabungan) dalam jumlah yang mencurigakan. Disini yang  
ditanyakan adalah relasi antara pekerjaan dan uang simpanan. Kalau  
pekerjaannya pegawai negeri tetapi punya Rp 5M, secara nalar akan  
jadi pertanyaan. Terlebih lagi dari copy rekening (biasanya diminta 3  
bulan terakhir) akan diketahui lalu lintas uang tadi. Dan lebih  
misteri lagi, pihak imigrasi berhak menolak dengan tanpa menyebut  
alasan apapun. Jadi rasanya asumsi saya diatas bisa dianggap tidak  
sahih, karena tidak pernah dinyatakan secara terbuka.

Ketika visa pelajar saya disetujui (karena non turis, jadi harus  
apply sendiri) dengan tanpa masalah berarti, saya menarik kesimpulan  
ngawur. Jadi ini tips-nya :

1. Kedutaan asing sangat suka dengan bentuk dokumen yang jelas dan  
terstruktur. Jadi lihat syarat apa aja yang dibutuhkan kedutaan  
(biasanya ada di masing2 website -dulu sih terpaksa datang dulu minta  
daftarnya) untuk minta visa tadi, diurutkan baik asli dan kopian.
2. Jangan coba-coba memalsu dokumen karena ini adalah pelanggaran  
serius. Secara acak kedutaan seringkali mengecek kebenaran dokumen  
baik telpon ataupun online.
3. Patuhi apa aja yang harus dilakukan (misalnya : jangan beli tiket  
pesawat sebelumnya tapi jika mau tunjukkan travel agent yang bersedia  
memesankan -booking tanpa bayar).
4. Jangan melawan kata petugas jika diwawancarai. Jika ada bantahan,  
lakukan dengan kepala dingin dan logika. Misalnya nih : kenapa cuma 4  
hari aja tapi di bookingan penginapan cuman 2 hari.
5. Usahakan menjawab dengan jujur namun tidak lugu (note: bukan  
singkatan dari lucu dan guoblok).  Artinya memikirkan juga skenario  
jika ditanyakan detail. Kalau bisa mengetahui situasi di Inggris  
dengan membaca banyak referensi -kultur, makanan atau perilaku.  
Terutama tempat2 yang mau dituju. Terkadang nih, imigrasi suka  
mengecek pengetahuan kita tentang tempat yang mau dituju biarpun  
sebagai turis.
6. Jika ditolak karena dokumen kurang lengkap, catat aja apa yang  
dibutuhkan sambil tak lupa mengucap terimakasih. Dalam proses visa  
ada beberapa tahap, biasanya dalam tahap pertama adalah ngecek  
dokumen. Jika dibilang kurang ya langsung disuruh lengkapin, tapi  
bukan berarti habislah kesempatan.
7. Surat invitasi biasanya cukup menolong, tetapi juga dilihat siapa  
yang mengundang. Status pengundang juga akan dilihat apakah ia secara  
finansial sanggup membiayai (cross check dengan sistem onlen dari  
Home Office sangat cepat). Jadi jika si pengundang ini pengangguran,  
hidup mengandalkan benefit (aka social security) inggris maka  
otomatis akan dipertanyakan.
8. Nah berapa uang yang dibutuhkan? Rasanya ini bisa jadi rujukan :  
bahwa visa biasanya diberikan <6bulan dan biaya harus cukup untuk  
membiayai diri sendiri tanpa bekerja atau bantuan dari dana umum  
(public fund).
9. Yang pasti, imigrasi itu sangat 'circumstantial' atau tergantung  
situasi , banyak faktor yang saling terkait. Jadi rasanya ya kembali  
itu tadi : penuh misteri.

Terus terang saya ngga ngerti dengan prosentase yang dimaksud Marina.  
Tapi mungkin adalah data prosentase  dari "Processing time" di  
Kedutaan Inggris Jakarta. Data ini bisa diunduh di http://www.vfs-uk- 
id.com/  dalam bentuk pdf file : 'Launch of new visa processing time  
guide and customer service standard' trus klik lagi 'Guide to visa  
application processing times' tepatnya di halaman 92 -ini link  
didalam link, ribet dan tersembunyi).  Disitu disebut prosentase  
yakni berapa persen visa yang diproses dalam skala waktu projeksi.  
Jadi BUKAN berapa persen visa yang disetujui. Analoginya kayak  
kerjaan deh, ada 100 surat yang kudu diselesaikan dalam 2 hari tapi  
ternyata cuman bisa 80 biji. Jadi prosentasenya 80%. Apakah surat itu  
nyampe atau kesasar, data itu tidak terlihat. Setahu saya data begini  
jadi rahasia negara kecuali diumumkan secara resmi lewat Home Office.


Salam,
Ambar Briastuti
www.ceritaambar.com | ym : ambar_briastuti | Adventures. Backpacking.  
Photography.


On 20 Apr 2009, at 17:44, Tiara Marina wrote:



halooww...
mau nanya nih, ktnya kalo bwt dapetin visa UK agak susah ya, ada tips2
ngga biar kemungkinan diapprove bisa mencapai 90% kalo seandainya ngga
ada surat invitation dari UK ? apakah dgn jumlah tabungan yg
buaannyaak? ato yg lain?

thanks banget :)





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke