Menarik juga membaca posting ini dan beberapa menurut pengetahuan saya
selama ini sebelumya sebenarnya batasnya abu2......tapi sekarang jadi
lebih jelas.

Membuka link yang diberikan...dan mencoba mencari apa namanya kalo
kita menembus medan yang masih berat, belum pernah dilalui, disitu ada
kata bushwhacking :

(Bushwhacking specifically refers to difficult walking through dense
forest, undergrowth, or bushes, where forward progress requires
pushing vegetation aside. In extreme cases of bushwhacking where the
vegetation is so dense that human passage is impeded, a machete is
used to clear a pathway.)

Istilah yang sebenarnya jarang atau belum pernah saya dengar
sebelumnya. Kalo di Indonesia, di kalangan kami yang sempat merasakan
eksplorasi, istilah yang digunakan berbagai macam. Ada yang pakai
'masuk hutan', 'ngalas/babat alas', dan yang agak populer adalah
'merintis', namun secara umum term yang kami gunakan adalah agak
teknis yaitu surface mapping. Kegiatan surface mapping tentu saja
melibatkan trekking, hiking, bushwalking, bushwhacking namun tidak
atau jarang climbing (kecuali tidak ada pilihan lain), dan seringkali
swimming (he). Tidak hanya golok yang dipakai, namun wajib juga keluar
kapak dan chainsaw..


Dahulu sering muncul istilah mountaineering..........ada yang bisa
jelaskan lagi apa maksudnya..? Apakah di dalamnya sudah termasuk
hiking, trekking, climbing dan surviving...?


Salam

R. Heru Hendarto



2009/4/24 Ambar Briastuti <[email protected]>:
>
>
> Aha! saya juga pernah menanyakan hal yang sama. Duluuu jaman masih
> suka dolan, hiking itu seperti naik bukit atau gunung, apalah
> pokoknya konturnya naik (padahal juga akhirnya turun juga). Trus ada
> yang nanya lantas bedanya apa dong sama climbing. Nah yang ini lebih
> tehnikal, jadi butuh alat bantu seperti tali dan harnes. Lucu kalau
> ada yang bilang saya mo climbing ke Gunung Semeru padahal ya medannya
> masih bisa dengan tanpa alat (yah paling tongkat jalan, itupun
> dikatagorikan non teknis).
>
> Trekking lebih pada panjangnya lintasan, apakah naik atau turun ngga
> masalah. Juga puncak bukanlah tujuan utama, dan biasanya medannya
> lebih bervariasi. Ada hutan, ada tepi pantai, ada lembah, ada gigir
> gunung dsb. So trekking ngga musti gunung, sedangkan hiking bisa
> dipastikan gunung atau bukit. Jadi klo susur pantai itu bisa disebut
> trekking.
>
> Ada istilah lain yakni walking, bush walking, rambling dan tramping.
> Keempatnya mirip. Jarang ngecamp dan lebih enjoyable. Walking istilah
> di Inggris , Scotland dan Eropa yang lebih merujuk ke hiking biarpun
> itu mengeliling kampung.
>
> Bush walking adalah istilah di Australia (karena jarang ada gunung
> tinggi), rambling adalah hiking di daerah ndeso terutama desa yang
> penuh bukit. Sedangkan tramping istilah yang dipakai di NZ untuk
> hiking juga, hanya nginepnya di gubuk atau rumah yang disediakan
> jagawana.
>
> Jadi apakah gunung Lawu disebut trekking? tergantung pada rutenya.
> Kalau langsung, bisa disebut hiking, kalau muter2 lewat kampung dan
> lahan penduduk disebut trekking. Kalau dilihat medannya saya lebih
> cenderung ke hiking. Tapi menurut saya sih ngga beda jauh. Bisa
> dipake salah satu.
>
> Trus gimana dengan medan yang masih berat, belum pernah dilalui?
>
> Bisa dibaca di :
> http://en.wikipedia.org/wiki/Trekking
> http://en.wikipedia.org/wiki/Rambling
> http://en.wikipedia.org/wiki/Tramping
>
> Salam,
>
> Ambar Briastuti
> www.ceritaambar.com | ym : ambar_briastuti | Adventures. Backpacking.
> Photography.
>
> On 22 Apr 2009, at 18:12, hindarko wrote:
>
> Teman milis yang baik
>
> saya mau tanya ,apa bedanya treking dan hiking,apakah kalo kita naik
> gunung Gede atau gunung Lawu termasuk treking atau hiking??
> trima kasih
>
> salam
> hindarko
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> 



-- 
---------------------------------------------------------
Kabaena Camp-D3W North Pit; S 5 deg 25.73 min/E 121 deg 59.43 min


YM : heru_hendarto

Kirim email ke