Dear Rudy,

Aku coba bantu ya mulai transportasinya dan tempat yang
wajib dikunjungi selama di Nias.

   

   

TRANSPORTASI

Kalo mo ke Nias, ada dua alternatif: naik kapal atau naik
pesawat. Kalo naik kapal laut, dari Sumatra daratan, hanya bisa dicapai dari
Sibolga. Dari Gunung Sitoli, Pulau Nias (bagian utara), kapal berangkat pada
malam hari tiap hari kecuali hari minggu. Tiket 50-120rb rupiah (ekonomi, AC,
Kabin). Selain dari Gunung Sitoli, kapal juga ada yang dari Teluk Dalam tiap
Senin, Rabu, dan Jumat. Tiket 60rb/90rb (ekonomi/kabin).

Kalo naik pesawat, ke pulau Nias hanya bisa dicapai dari
Medan aja. Operator yang ngelayanin hanya Merpati, dan Riau Airlines. Terakhir 
Januari
kesana, Merpati ga terbang, jadi hanya Riau Airlines aja, tiket 650rb. Tiap hari
ada 3 kali penerbangan. Tapi karena kemarin ga tau kenapa, penerbangan hanya
dua kali sehari. Waktu terbang kurang lebih 1 jam perjalanan. Pake pesawat
kecil, jenis Fokker, jadi kalo turbulence, goncangannya kerasa banget. Hick hick
hick… I hate this. Di Nias, bandaranya namnya Binaka, kurang lebih 17km dari
Gubung Sitoli, ibukotanya pulau Nias.

Bisa di bilang di gunung Sitoli ga’ da apa-apanya. Ga bisa
dilihat di sana kecuali Museum Pusaka Nias. Tiket masuknya 2000 rupiah. Tiap 
hari
buka mulai jam 8-siang. Kalo minggu baru buka jam 2-5 sore, sedangkan hari
senin libur. Tapi ga tau lagi kalo ada perubahan untuk jam bukanya. Menurutku 
museumnya
juga ga terlalu bagus-bagus amat. Di situ juga ada kebun binatang mini, di mana
binatang-binatangnya adalah hasil sumbangan dari penduduk.

Yang wajib dikunjungi ya Sorake dan Teluk Dalam. Kalo mo ke dua
tempat itu, dari Binaka airport, jarak tempuhnya 3 jam dengan mobil. Ga da
taksi, yang ada hanya orang Nias yang punya mobil, dijadikan transportasi buat
para turis ato penduduk lokal. Dari Binaka ke Sorake, tiap orang 100rb. Kalo mo
charter, 400rb. Tapi sopirnya juga akan membawa penumpang lain 1-2 orang, kalo
kita hanya 1-2 orang aja. Ya, menambah penghasilan lah. Jadi ga usah charter
mendingan. Ga usah repot cari kendaraan. Biasanya di depan bandara, udah ada
mobil plus orang yang mangkal untuk cari penumpang. Oh ja, biasanya di mobil
sudah full music dengan tape, jadi kalo mo ndengerin lagu-lagu kesukaan, boleh
tuh bawa kaset tape dari rumah. Maklum, jauh dari daratan, musiknya jadul. Dan 
ga
banyak yang tau tentang musisi ibukota. 

Tapi selain mobil pribadi tersebut, ada juga mini bus ke
Teluk dalam (50rb) atau ke Sorake (75rb). Dia tuh berbentuk mobil pick-up yang
sudah dimodifikasi dikasih tempat duduk. Biasanya turis jarang banget naik yang
naik. Berisik, kotor dan lama. Yang seru, banyak penumpang akan duduk di atas
atap kendaraan, sangking penuhnya dan mereka tuh ga takut jatuh. Seru banget.

   

   

AKOMODASI

Gunung Sitoli:

Wisma Soliga: (0639-21815) 50rb/100rb (fan/AC)

Miga Beach Bungalows (0639-21460) 150rb/200rb

Resto di Gunung Sitoli bisa dicoba di “Bintang Terang” (mi goring
seafood)

   

Pantai Sorake:

Terdapat banyak tempat untuk menginap dengan harga yang
rata-rata sama dengan fasilitas yang sama 75rb per malam, sepanjang pantai
Sorake dan Teluk Lagundri. Maklum kebanyakan yang tidur di situ adalah para
surfer yang menghabiskan beberapa minggu/bulan jadi ga perlu tempat tidur yang
mewah namun cukup bersih dengan shower tentunya. Kemarin aku tinggal di Eddy’s
Losmen. Tapi bisa juga dicoba Morris Losmen, Lisa’s, Lili’s, dan Peeruba Losmen.
Ada juga Key Hole Surf Camp, Toho Surf, dam JJ Losmen. Kalo mo tinggal lama,
biasanya pemilik penginapan akan memberikan harga murah 50rb. Harga buat
menginap sih murah, tapi kalo makanan dan minuman di Sorake tuh mahal-mahal. 
Mahal
enak sih gpp, tapi kalo mahal tapi rasa ga enak, 
gggggggggggggrrrrrrrrrrrrrrrrhhhhhhhhhhhh
sangatlah menyebalkan.

   

Warning: biasanya pemilik penginapan akan sedikit “gondok” “senewen”
kalo guest-nya akan makan di warung orang lain, karena tiap pemilik losmen
biasanya juga menyediakan makanan dan minuman untuk dijual, breakfast, lunch,
dinner. Tapi karena Sorake jauh dari pasar atu pusat kota (Teluk Dalam) jadi
hasil makanan juga seadanya. Biasanya mereka menyediakan makanan barat dan juga
indonesia, tapi rasanya ya ala pemilik penginapan. Dulu di Eddy, pemilik
penginapan, aku memesan gado-gado. Hasilnya? Wah ga enak banget. Sambal 
gado-gadonya
ga sambal gado-gado yang biasanya kita makan. Cuman, kacang yang dihaluskan dan
diberi bahan masakan seadanya, jadinya serasa makan vegetable dengan saus
kacang yang tidak menggugah selera.

Kita akan merasa ga enak hati, kalo pemilik penginapan akan
mengungkapkan uneg-uneg-nya akan ketidaksukaannya guest makan di tempat lain. 
Emang
sih ga marah-marah dan langsung menyalahkan kita sebagai tamu. Tapi mereka
menyalahkan pemilik penginapan lain dengan menjatuhkan kesalahan kepada mereka
yang “berusaha” mengambil keuntungan dengan menawarkan makanan dan minuman. Tapi
daripada mikirin itu, mending makan aja di warung tengah tengah deretan
penginapan. Disitu menyediakan makanan yang sedikit banyak lebih enak.

Ga’ enaknya lagi banyak penjual souvenir yang akan
mendatangi penginapan2 untuk menawarkan barang dagangan atau jasa lain
(surfing, sewa sepeda, guide) . (itu juga ga’ disukai oleh pemilik penginapan) 
They
just wanna make a money business from a tourist, sedangkan pemilik penginapan
hanya menginginkan guest menghabiskan uangnya di satu tempat aja (di pemilik
penginapan).

   

   

SIGHTSEEING

Gunung Sitoli:

Museum (udah dibahas)

   

Sorake, Teluk Dalam dan sekitar:

Pantai Sorake dan Teluk Lagundri (surfing)

Sewa surfboarding 50-75rb/hari

Belajar surfing 3 jam (termasuk, surfboarding, pakaian, dan sepatu):
150rb. Pertama ditawarkan 300rb.

   

 

Desa Traditonal: Hilinawalo Mazingo, Hilisimaetano,
Bawomataluo, Botohili & Hilimaeta.

Semua desa traditional itu sama saja. Kita ga perlu
mengunjungi semuanya. Salah satu aja udah mewakili kok. Di Bawomataluo terdapat
rumah raja terbesar dan tertua, ada lompat batu (100rb). Biasanya penduduk
lokal akan mengikuti kita sebagai free guide, akan menjelaskan dengan tanpa
pamrih kalo kita Tanya. Namun ujung-ujungnya mereka akan menawarkan barang
dagangan. Kalo kita ga beli, mereka akan bilang, “bantulah kami dengan membeli
barang-barang ini. Untuk membangun desa kami yang rusak karena sunami dan gempa
bumi”. Hasil keuntungan ini juga bukan untuk saya sendiri, namun orang banyak
yang akan menikmatinya. Jadi tolong belilah!” dan harga yang ditawarkan pun
mahal banget. “gelang yang di jawa aja bisa di dapat 2.500 rupiah. Disana, 
dijual
50.000/gelang. Tentunya dengan mengatakan itu adalah hasil kerajinan lokal
orang Nias. Tentu aja, tidak benar, karena bentuk dan bahannya aja sama, kayak
gelang yang kita jumpai di pasaran (malioboro banyak). Kalo kita nawar sangat
rendah pun, ucapan mereka akan membuat kita merasa bersalah dengan
mengatasnamakan “gempa bumi” tentu saja. Aku pun mau ga mau membeli gelang dua
buah seharga 20rb. Hik hik… tapi ga’ pa pa. sedangkan pasangan jalan, dia
membeli kalung perang yang biasanya di pakai oleh Raja2 Nias kuno seharga
300rb. Emang dia suka sih barang2 begituan, jadi harga segitu ga’ diambil
pusing ma dia. Awal ditawarkan? 500-600rb.



Semoga membantu

Salam,
LEAH

--- Pada Ming, 10/5/09, Rudy Darwin <[email protected]> menulis:

Dari: Rudy Darwin <[email protected]>
Topik: [indobackpacker] Nias
Kepada: [email protected]
Tanggal: Minggu, 10 Mei, 2009, 6:38 PM

Dear all,
Ada teman yg rencananya ke Nias akhir mei ini. Apakah ada rekan IBP yg bisa 
rekomendasikan lokasi yg wajib dikunjungi? Tempat nginap yg murah? Atau mgkn 
ada catatan perjalanan yg bisa saya forward? Plus pantangan2 yg harus dihindari 
selama di sana? Thanks.

Regards,
Rudy
This mail is sent by Rudy® from mobile device

------------------------------------

Indonesian Backpacker Community
visit our website at http://www.indobackpacker.com atau bisa juga di 
http://www.backpacker-indonesia.info/


Silakan membuka arsip milis 
http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/   untuk melihat bahasan dan 
informasi yang anda butuhkan.

No SPAMMING or forwarding unrelated messages.
Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari Jumat. 

Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip bagian 
yang perlu saja

Milis Indobackpacker tidak bisa menerima ATTACHMENT, untuk menghindari virus 
dan menghemat bandwidth.

Cara mengatur keanggotaan di milis ini :

- Satu email perhari: [email protected]
- No-email/web only: [email protected]
- menerima email: [email protected]
- berhenti dari milist kirim email kosong : 
[email protected]
- Begabung kembali ke milist kirim email kosong : 
[email protected]! Groups Links






      Lebih bersih, Lebih baik, Lebih cepat - Yahoo! Mail: Kini tanpa iklan. 
Rasakan bedanya! http://id.mail.yahoo.com

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke