wah jadi kepingin ikutan sharing nih... saya setuju sama mba ade, kerja nya apa sama sekali tidak berhubungan dengan bisa backpackeran atau tidak, saya sendiri sebagai buruh pabrik jepang yang jadwal liburnya sudah pasti dijatah, mau menyempatkan diri untuk bepergian, makanya saya ikutan milis ini contohnya libur tahun baru lalu, saya bersama rekan2 kantor nekat ke bali lewat jalan darat, butuh waktu lama memang, tetapi karena kebetulan sedang libur panjang ya jadi bisa saja, sampai disana ketemu rekan IBP (yang memang sudah sering kontak by e-mail) yang merekomendasikan penginapan yang murah meriah di legian, akhirnya bisa liburan tahun baru di bali tanpa kesulitan mencari penginapan, dan dikasih petunjuk tempat2 yang bagus buat dikunjungi, terima kasih teman... jadi benar, prinsipnya management waktu, dari waktu menyisihkan tabungan buat traveling, sampai waktu travelnya itu sendiri, dan ikutan milis ini sangat membantu sekali untuk mengetahui segala sesuatunya tentang travelling, saya suka membaca pengalaman rekan-rekan IBP yang bepergian ke seluruh penjuru bumi Salam, Sandi Sunandar ________________________________ Dari: ade nastiti <[email protected]> Kepada: puguh_imanto <[email protected]>; [email protected] Terkirim: Selasa, 19 Mei, 2009 10:54:53 Topik: Re: [indobackpacker] Re: Kerjaan apa? Ah, jadi makin seru nih diskusinya. Saya setuju dengan bbrp teman yang sudah share sebelumnya: bahwa jenis kerjaan, besarnya gaji, waktu yg fleksible dll bukan satu-satunya faktor yg membawa seseorang bisa bepergian... Cerita teman2 di sini sangat-sangat inspiring, dan membuatku makin bersemangat.. Ikut share ya. Saya adalah seorang ibu dengan putri berumur 10 tahun. Bagi banyak org status ini pasti akan menghalangi seseorang utk travelling apalagi backpacking gila2an... Iya dong? Seorang ibu dan seorang istri yang pastinya terikat waktu karena statusnya itu. Apalagi dia juga bekerja dari senin sampai jumat, dari jam 9 sd jam 5 sore... Tapi ternyataaaaaa...... Saya masih punya banyak kesempatan utk travelling. Suami saya bilang, " I know, travelling is your passion. We will let you go". Kepercayaan itu membuat saya bisa pergi, tentu dengan segenggam tanggung jawab yg saya pegang teguh. Prinsipnya adalah menagement waktu. Lakukan tugas kita sebagai pekerja dan anggota keluarga dengan baik, lalu atur waktu utk diri sendiri. Kalau kita hobby traveling, maka jadikan itu rencana yang ckp matang. Kalau dalam kasus saya, saya akan diskusikan ini dengan keluarga, dengan menghitung resiko dan hal2 lain yang hrs dipersiapkan atau digantikan. Kalau misalnya, setiap malam menemani anak belajar, maka harus ditemukan alternatif penggantinya sebelum kita berangkat. Apakah minta tlg si ayah atau dg cara lain. Saya pernah 'menemani belajar anak' melalui YM karena saya waktu itu sedang di seberang pulau dn dia membutuhkan saya... Jadi tak ada yg tak mungkin jika kita punya tekad. Pekerjaan juga bukan halangan utk traveling. Dulu saya adalah wartawan yang kerap ditugaskan ke berbagai daerah. Kemanapun saya ditugaskan saya pasti gembira dan berusaha mencari waktu utk melihat sekeliling. Ketika kemudian pindah kerjaan yang juga mengharuskan byk perjalanan dinas saya juga sangat menikmatinya. Padahal, kdg tugas itu mengharuskan saya hanya berkutet di hotel utk workshop seharian yang sangat membosankan. Sementara jatah dari kantor waktunya mepet. Maka utk menikmatinya saya akan curi2 waktu utk berkeliling, misalnya selepas subuh hingga waktu workshop di mulai. Kadang hanya 3 jam, tp itu lumayan loh utk mengenal kota ybs. Jadi musti pintar2 cari peluang utk eksplore... Yang penting kita enggak korupsi waktu ataupun uang kantor kan... Sekarang dengan kerjaan di belakang meja, strategi saya berubah. Kalau dulu hampir tiap bln ada field trip, sekarang paling 3 bln sekali, maka rencana travelling hrs disusun lbh rapi. Rajin2 mantengi tiket promo, baca milis IP, lihat2 agenda menarik, dan coret2 rencana... Kalau berhasil dpt tiket promo (bahkan yg free seat), ada temen buat numpang nginep atau dapat rekomen penginapan murah, siap makan apa adanya, enggak tergoda utk belanja yg aneh-aneh, travelling bukanlah mimpi. Kadang sama aja kok biayanya dengan kita mudik pas lebaran hehe... Begitu mbak tata... Jangan ragu utk menggapai impianmu melihat dunia.. Salam, AD Powered by Telkomsel BlackBerry® ------------------------------------ Indonesian Backpacker Community visit our website at http://www.indobackpacker.com atau bisa juga di http://www.backpacker-indonesia.info/ Silakan membuka arsip milis http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/ untuk melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan. No SPAMMING or forwarding unrelated messages. Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari Jumat. Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip bagian yang perlu saja Milis Indobackpacker tidak bisa menerima ATTACHMENT, untuk menghindari virus dan menghemat bandwidth. Cara mengatur keanggotaan di milis ini : - Satu email perhari: [email protected] - No-email/web only: [email protected] - menerima email: [email protected] - berhenti dari milist kirim email kosong : [email protected] - Begabung kembali ke milist kirim email kosong : [email protected]! Groups Links ________________________________ Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! (Gratis) Cepat, Bebas Iklan, Kapasitas Tanpa Batas - Dengan Yahoo! Mail Anda bisa mendapatkan semuanya. http://id.mail..yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed]
