Dear mbak ambar, Saya yakin mbak sudah punya gambaran tempat-tempat yg akan dikunjungi di Malut ya. Kalau melihat waktunya yang seminggu, mungkin mbak nggak bisa ke tempat2 yang rada jauh (meski cantik tak terperi) seperti Bacan atau Sidangoli...
Mbak bener, kendala utama trip di Malut adalah transportasi. Apalagi jika musim ombak, mereka menyebutnya 'barat' perjalanan bisa menjadi repot krn jadwal boat bisa berantakan. Di maluku utara, daratan tak banyak, paling panjang adalah di halmahera. Sedang di ternate (ibu kota prop) justru hanyalah pulau kecil dengan jalan yang pendek. Di ternate mbak bisa mengunjungi keraton, benteng oranye dan ke bukit untuk melihat kota ternate dari atas. Utk menuju tempat2 itu mbak bisa naik taksi (sebutan untuk angkot). Tp jangan salah meski angkot, tapi sopirnya bisa nganter kemanapun tujuan kita dengan harga biasa hehe... Selesai dari ternate, mbak bisa menyeberang ke Tidore. Pulau itu kelihatan jelas dari Ternate, dekat kok. Mbak bisa menuju sana dengan naik boat (kdg disebut bodi susun) sekitar 10 menit. Naiknya dari pelabuhan Bastiong. Harganya berapa ya? Kalo gak salah 10 ribu. Murah kok. Di sana mbak bisa jalan-jalan ke Soasiu, dan percayalah sepanjang perjalanan pemandangannya sangat indah. Pantai biru jernih dan view gunung Kiematubu dan pulau Maitara yang terkenal itu (yang tercetak di uang seribuan itu lho..). Tapiii...jangan keasyikan di Tidore, karena kalau sore boat seringkali ombaknya sangat kenceng. Saya pernah nyaris terlempar (hiks..) saking tingginya ombak. Masih di kawasan kecamatan kota ternate, mbak bisa mengunjungi Pulau Moti. Pulau ini kecil saja, kira2 1 jam naik boat dari ternate. Harga regulernya saya kurang tau karena waktu itu saya sewa utk perjalanan supervisi ke desa2 (sekitar 300 ribu). Untuk mengunjungi desa2 memang harus naik boat, tak ada pilihan lain. Pemandangan di sana sangat cantik dan alami... Saya sarankan juga mbak mengunjungi Jailolo, ini adalah sebuah kota baru yang menjadi transit kalo kita ingin mengunjungi kecamatan ibu. Untuk menuju Jailolo mbak juga harus naik boat loh. Waktu saya kesana harganya 20 ribu. Jailolo, ibu dan sahu (kalau tak salah) adalah saksi2 pertumpahan darah beberapa waktu lalu. Waktu saya ke sana, puing-puing masjid dan gereja yang hancur masih banyak terlihat, sungguh pedih. Perjalanan ke ibu agak jauh dan berliku, tapi pemandangannya lumayan cantik dengan anggrek2 liar di pinggir jalan. Kalau mau yang lebih jauh, mbak bisa ke Tubelo. Pertama mbak harus naik boat dulu ke Sidangoli selama 2 jam, dilanjutkan naik angkutan umum (biasanya kijang atau avanza) ke Tubelo. Waktu itu sih sekitar 60 ribu. Mungkin sekarang naik... Pilihan lain mbak bisa mengunjungi Oba. Sebenarnya viewnya mirip2 saja, gunung, bukit, pantai, laut biru.... Dll, tapi cantiiiiiik sekali. Yakin deh, tak akan pernah menyesal mengunjungi malut. Have a safe travelling ya mbak Bbrp foto amatir saya waktu di malut ada di http://adesiti.multiply.com Salam, AD Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: Ambar Ambar <[email protected]> Date: Fri, 29 May 2009 20:41:59 To: <[email protected]> Subject: [indobackpacker] mohon informasi maluku utara kawankawan, mohon info perjalanan seputar pulau2 di maluku utara, dan tempattempat yang highly recommended di sana :D, untuk durasi waktu 6-7 hari. yang sampe sekarang saya belum punya gambaran adalah transportasi untuk lintas pulau2 tersebut. konon, di sana transport dilayani dengan speedboat. seberapa mahal ongkos2nya kira2. dan seberapa sering jadwalnya. saya bermaksud membagi perjalanan 2 minggu, seminggu di sulawesi (makassar-tanatoraja-manado) dan seminggu berikutnya ke maluku utara. mohon masukan dans saran kawankawan. salam, ambar
