Hari Kedua, Kamis, 21 Mei 2009

Saya sengaja memilih pesawat yang tidak terlalu pagi menuju Phuket, agar bisa 
lebih beristirahat dan tidak terburu-buru.

SMS dari Mega, sahabat saya membangunkan saya. Mengecek HP, sial, batterainya 
sudah hampir habis. Mau dicharge pun saya baru ingat kalau di sini menggunakan 
colokan kaki 3, bukan kaki 2 seperti di Indonesia. Turun ke bawah untuk 
meminjam converter sambil mengecek email dari komputer yang disediakan di ruang 
tamu. Ruang tamu ini sebenarnya disediakan untuk minggle antara para tamu. 
Beberapa kali menginap di hostel atau guesthouse, saya baru tau kalau 
backpacker Eropa atau negara lain memang punya kebiasaan seperti ini. Tamu 
penginapan ini sisanya orang bule. Hanya saya yang Asia.

Keasikan mengecek email, ternyata waktunya mepet. Cepat-cepat saya mandi, dan 
berkemas. Sayang tidak sempat menggunakan monorail lagi ke KL Sentral untuk 
kembali ke LCCT. Terpaksa deh buang uang sia-sia naik taxi.

Ada 2 jenis bus yang melayani KL Sentral – LCCT. Ada yang tarif 8, ada yang 
tarif 9. Kalau mau irit pakai yang 8 sebenarnya tidak lama menunggu juga. Tapi 
biasanya saya naik yang lebih dulu berangkat. Seperti waktu datang, saya dapat 
yang tarif 9. Sekarang yang tarif 8.

Tiba di LCCT pk. 11:00. Selesai proses check in dll, saya langsung bergegas 
cari makan dulu karena belum sempat sarapan. Di penginapan sebenarnya 
disediakan roti dan cereal, tapi karena terburu-buru, jadi tidak sempat mengisi 
perut.

Saya sebenarnya ingin makan di Food Garden, berjalan sedikit dari LCCT, karena 
lebih banyak pilihan dan kelihatannya lebih “bersahabat”. Tapi Mega ogah, 
akhirnya saya makan di Food Courtnya… hiiii…nyeselll minta ampun. Saya pikir 
dengan makan nasi ayam, menu yang paling simple, saya bisa membayar lebih 
murah, taunya harganya dipukul rata RM 10, belum termasuk minum. Udah gitu 
rasanya standard banget lagi. Tau gitu saya makan di Mc. Donald atau Kentucky.

Menuju Ruang Boarding, banyak toko menjual souvenier. Ada satu toko yang 
menjual bermacam-macam permen kiloan yang bentuknya lucu-lucu. Ternyata, yang 
dijual itu permen Yuppy dari Indo… heheh…Mendekati ruang boarding, ada Dunkin 
Donat. Hiksss…masih terbawa rasa nyesel makan di Food Court sebelumnya…andaikan 
tau, mungkin makan disini aja dikit dan makan banyak di Phuket nanti yang 
katanya enak-enak dan murah….(kata terakhir ini yang sangat penting !)…

Pesawatnya juga on-time, kali ini pramugarinya dari Thailand. Tidak mau 
mengulang kesalahan di penerbangan sebelumnya (mau irit jadi hampir mati 
kehausan, hehehe…), maka saya beli minum. Perut juga saya siapkan untuk makan 
di Patong Beach, daerah saya menginap di Phuket.

Setibanya di Phuket Airport, kami sudah dijemput. Anak muda yang lumayan 
ganteng, namanya Kor. Langsung menuju hotel. Kira-kira sudah hampir mendekat ke 
hotel, Kor menanyakan apakah ingin City Tour. Tapi kami sudah memutuskan untuk 
menyewa motor bebek saja. Jadi dia hanya mendrop kami. 

Begitu membayar untuk malam pertama, kami langsung mencari restaurant. Jalan 
sampai ke pojokan jalan, ada satu restaurant di ruko. Kami memesan Tom Yum 
Kung, ikan goreng garlic dan Morning Glory alias kangkung cah…hehehe..gak 
nyangka tanaman parit ini punya nama keren di Thailand. 

Nunggu masakan jadi seabad rasanya. Tak tahan, saya menyebrang untuk membeli 
camilan seharga 20 bath untuk 2 macam, ubi dan pisang goreng.

Tak lama baru makanannya keluar…entah benar enak atau karena lapar…tapi kami 
makan lahap dan total bayar THB 515. Tidak terhitung murah sih…

Selesai makan, pandangan mata baru mulai terang dan kami lebih fokus melihat. 
Kami mencari penyewaan motor dulu. Kami bayar 100bath untuk 4 jam pemakaian. 
Kalau tidak salah untuk 24 jam bayar 150 bath. Kemudian berputar-putar mencari 
tempat pompa bensin, tapi tidak ketemu. Akhirnya kami mengisi bensin di pinggir 
jalan 30 bath sebotol. Selesai mengisi bensin, baru ketemu pom bensinnya. 
Sepertinya satu-satunya pom bensin yang agak besar seperti di Indo. Selebihnya 
model eceran biasa. Ada yang menjual dari atas mobil, langsung dari drum 
minyak. Selain itu, ada model mengisi sendiri di pinggir jalan dengan 
memasukkan koin. Alatnya kecil dan sederhana. Kalau beruntung, Anda akan ketemu 
tukang bensin wanita muda yang seksi dan berpakaian aduhai. Sebenarnya sih, 
pemandangan seperti ini ada tidak aneh di Phuket. Memang standard pakaian untuk 
wanita kebanyakan celana pendek dan kaos you can see. Baik penduduk, maupun 
para turisnya.

Kami keliling Patong sambil melihat-lihat. Sedikit cerita untuk Patong, 
sebenarnya mirip dengan Kuta. Bangunan memenuhi sepanjang garis pantai. Jalan 
rayanya yang berdampingan dengan pantai dibuat searah. Jika dari ujung searah 
arus kendaraan, batasnya di Holiday Inn, sampai diujung satunya hotel Novotel. 
Mirip dari Kuta sampai Seminyak lah…Di tengah2nya, ada Bangla Road yang 
terkenal. Jadi di sore hari jalanan ditutup. Mau lady yang asli atau ladyboy 
tersedia…disco, bar, banyaknya disini..Untuk lebar jalanan, lebih besar disini 
dibandingkan di daerah Sanur. Lebih padat tapi jauh lebih bersih, teratur bila 
dibandingkan dengan Kuta. Penduduknya jarang yang bisa bahasa Inggris. Jadi 
kalau bicara, lupakan Ejaan Bahasa Inggris yang baik dan benar...cukup yang 
singkat2 aja, plus bahasa badan...Dalam hati, andaikan Bali bisa lebih 
berkemas...pasti tak kalah.

Hotel saya, Arimana, letaknya di Nanai Road. Jadi kalau segaris dengan pantai, 
ini jalan ketiga setelah Rat-U-Thit dan jalan raya langsung yang menghadap 
pantai. Kamarnya bersih, kamar mandinya cukup besar, AC, kulkas juga tersedia. 
Lokasinya juga bagus. Dari hotel saya, ke Junceylon Mall cukup jalan kaki 10 
menit. Mall ini paling besar di Patong. Tipikal Mall yang sama dengan Mall di 
Indo, plus air mancur kaya di Grand Indonesia. Jalan 5 menit lagi, sampai di 
Bangla Road. 

Hotel di Patong ini sangat banyak. Dari hotel, resort, bungalow, rumah biasa, 
sampai yang paling banyak model ruko. Ada yang pakai lift, ada yang tidak. Gak 
usah khawatir tidak dapat meski high season. Selain Patong, yang terkenal lagi 
Kata atau Karon beach. Tapi yang paling ramai di Patong ini.

Hari ini kami juga sengaja mencari tur 2 hari masing-masing untuk ke Phang Nga 
dan Phi-Phi Island. Sebenarnya banyak jasa tur, tetapi kami tidak sempat lagi 
membanding-bandingkan karena sudah sore.

Untuk tur ke Phang Nga (James Bond island), ada 2 macam. Yang satu full explore 
Phang Nga dengan Long Tail Boat. Yang satunya lagi, satu paket dengan pergi ke 
Buddha Cave dan Tum Pung Chang (Pung Chang Cave).

Sedangkan untuk tur ke Phi-Phi Island, kami sudah diwanti-wanti untuk mengambil 
tur dengan Long Tail Boat, tapi kok sepertinya tidak ada ya... Jadi hanya ada 
dengan Sea Angel Cruise dan operator lain dengan kapal yang lebih kecil.

Setelah tawar menawar, kami membayar 1000bath untuk setiap orang, setiap 
harinya. Publish ratenya sendiri diatas THB 2,000. Sebelumnya memang sudah tau 
kalau bisa ditawar 800-1000

Selesai urusan dengan tur dan travel, kami keliling patong naik motor. Setelah 
capek berkeliling, kami parkir di pantai. Di sini, saya baru sadar kalau HP 
saya tidak ada di dalam tas. Minta tolong Mega miskol, nadanya masuk tapi tidak 
ada yang mengangkat. Deg-degan saya balik sendiri ke hotel. Entah HP saya 
jatuh, atau ketinggalan di hotel, atau dicuri. Tapi kalau dicuri seharusnya 
langsung dimatikan kan ?

Sesampainya di hotel, saya cari di kamar tidak ada. Waduh, saya tambah 
khawatir…saya ingat2 terakhir membuka Hp itu di mobil jemputan tadi. Saya 
langsung turun ke bawah minta tolong receptionist menelpon supir yang tadi. 
Ehhh…ternyata memang ada ! Syukurlah…

Saya berencana untuk memberikan tips untuk supirnya, tapi setelah saya timbang2 
lagi. Sudahlah, saya pesan saja mobilnya untuk mengantar saya besok ke Big 
Buddha dekat Phuket town, yang katanya lebih besar daripada patung Buddha di 
Lantau, Hongkong. Mumpung saya ada waktu 3 jam sebelum dijemput ke Phang Nga. 
Private deal THB 500 dengan Kor.

Selesai urusan ketinggalan HP, saya jemput balik Mega, putar2 sebentar trus 
saya mengembalikan motor. Makan mie kuah enakkk…di pojokan jalan. Bagusnya lagi 
lokasi hotel kami, dalam perjalanan ke Junceylon Mall, banyak gerobak pinggir 
jalan yang menjual macam2 makanan khas Thailand, jadi, malam itu berpuas2 diri 
lah makan makanan enak…yang paling berkesan ketan nangka-nya, walaupun hanya 
ketan biasa dikasih nangka parut. Tapi belum pernah makan yang begini 
sebelumnya..dan rasanya memang yummy….



      New Email names for you! 
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/sg/

Kirim email ke