Catatan Perjalanan Australia Part-2 : Berbagai Persiapan Penting Menjelang
Keberangkatan
…sambungan dari catatan sebelumnya
Salah satu kesalahan bodoh saya sebagai “heavy traveler” adalah mengecilkan
effort dan persiapan packing/berkemas. Karena saya sudah terlalu sering
bepergian, jadi saya malas2an packing, secara saya pikir, toh saya udah sering
bepergian ini, so I know what to bring, I know what to do.
Kemudian kesalahan berikutnya adalah kurang istirahat. 1 minggu menjelang
keberangkatan saya sibuk sekali dengan garis mati (deadline) dikantor, dan
ketika week end telah tiba, bukan nya memeriksa dokumen2 dan barang2 yang akan
dibawa, hari Sabtunya saya malah memilih untuk jalan2 dan wisata kuliner -
nemenin temen yang lagi stress dan depressi ke Bandung (yes I’m a good friend
but clumsy traveler), sehingga waktu yang seharusnya dipakai untuk packing
malah dihabiskan dengan buang2 waktu keluar kota.
Ini salah banget !
Alhasil saya menjadi kecapean, badan menjadi nge-drop dan sedikit hangat (yang
bisa menyebabkan kemungkinan kita jadi ngak enak badan atau badan kita panas
sebelum berangkat) - dan ingat, di hampir semua negara sekarang agak2 parno
dengan berbagai macam virus mematikan seperti belakangan ini lagi heboh2nya
virus flu babi...jadi di setiap bandara setelah turun dari pesawat terbang,
kita akan melalui suatu area dimana dipasang ”heat thermo” atau alat pengukur
suhu tubuh pasca flu babi, dimana kalo kita sakit atau suhu badan kita melewati
38 derajat celcius, kita dipinggirkan dengan segera dan diwajibkan masuk
kedalam ruang pemeriksaan kesehatan. Tapi jangan khawatir, kalo tubuh kita
tidak mengandung virus flu babi, cuman sakit panas biasa, kita cuman akan
disuruh ke dokter dan dilepas lagi. Tapi itu berarti kita harus mengeluarkan
uang extra buat dokter dan obat, lagipula diperiksa petugas keamanan dimanapun
juga biasanya bikin kesal dan sedikit
deg2an bukaaann ?!.
Jadi, ketika hari minggu saya baru mulai packing (padahal saya berangkat hari
Selasa subuh alias lusa nya), saya baru sadar bahwa ada beberapa item yang saya
belum punya, salah satunya adalah jacket hangat, sarung tangan dan topi hangat
secara di Australia pada saat itu adalah musim gugur (autumn) yang dinginnya
5-14 derajat celcius setiap harinya.
I mean, saya punya dua buah jacket winter, dan biarpun modelnya keren (yang gue
banget deh pokoknya *nyengir2 lirik Ozak CS*), tapi jacket2 tersebut terlalu
tebal dan berat (karena lebih ke jacket salju daripada jacket hangat biasa)
jadi saya malas untuk membawanya. Lalu saya ingat bahwa saya punya stock
beberapa jacket lainnya yang lebih tipis bahannya yang saya simpan di gudang,
tapi ketika saya sibuk bongkar2 gudang, ternyata halooooo, jacket2 tersebut
udah berlobang2 bolong dimana2 dimakan tikus (baru nyadar kalo tikus ternyata
doyan makan jacket juga).
Akhirnya menjelang dua hari keberangkatan, siang itu saya menjadi panikawati,
dan kalo lagi panik begini, mendadak jadi blank dan bego, mendadak nggak tau
mau cari jacket bekas dimana (karena jacket yang baru harganya mahal banget, Rp
1,000,000 keatas). Lalu saya buru2 deh pasang status di muka buku (facebook),
sibuk menanyakan dimana saya bisa beli jacket musim dingin bekas yang muriah
meriah dengan model dan kualitas bagus dan banyak mendapat kan beberapa info,
salah satunya bahwa jacket2 bekas tersebut bisa dibeli di Carrefour Lebak Bulus
dengan harga Rp 75,000 – Rp 150,000 per buahnya (barang2 tersebut di display di
area lobby pintu masuk, letaknya sebelah Kentucky Fried Chicken- eh kok
mendadak gue pengen makan KFC yah). Lalu saya janjian sama travelmate saya
untuk hunting jacket tersebut ke Carrefour Lebak Bulus, tapi modelnya nggak ada
yang saya suka, terlalu ”laki banget” tuh jacket2.
Kemudian saya dapet info lagi bahwa jacket2 bekas yang bagus2 juga bisa dicari
dan dibeli di Pasar Senen, dengan pasaran harga sekitar Rp 100,000 – 200,000
satu buah nya. (makasih ya Irene Sirait buat info dan no telp langganan mu di
Pasar Senen). Ketika udah mau lanjut hunting ke Pasar Senen di hari yang sama,
ternyata ada seorang teman baik yang baca postingan saya dan menawarkan diri
meminjamkan jacket merah keren nya (thanks ya Ninta!), tapi ternyata ketika
kita ketemuan untuk ambil jacketnya, ternyata ukuran jacketnya itu besaaaarrr
sekali untuk usuran badan saya yang mungil dan waktu itu udah terlalu sore
untuk pergi ke Senen yang udah pasti hampir tutup, sehingga akhirnya saya nekat
berangkat tanpa membawa jacket tebal dan hanya bermodalkan sweater standard
yang biasa saya pake kalo mau ke Puncak atau ke Bandung.
Anyway, hal2 diatas mengingatkan dan menyadarkan saya kembali, bahwa kemanapun
kita pergi, baik domestic maupun international, (apalagi buat beginner atau
pemula yang sama sekali belum pernah ke luar negri sebelumnya), sangat
disarankan untuk membuat dan melakukan check list pemeriksaan persiapan sebelum
berangkat ke luar negri. Hal ini untuk mengantisipasi adanya kendala2 yang
mungkin akan kita temui selama di perjalanan (seperti saya yang sempet
kedinginan di Australia karena jaketnya ketipisan, blah!)
Di sharing session ini saya memcoba berbagi persiapan dan check list yang baisa
saya buat sebelum berangkat ke luar negri, yang kali ini adalah Australia.
Ada beberapa check list yang bisa kita persiapkan :
A. CHECK LIST DOKUMEN
B. CHECK LIST DO & DON’T (RULES & REGULATIONS)
C. CHECK LIST BARANG-BARANG YANG HARUS DIBAWA KELUAR NEGRI
Ok dear friends, saya akan coba membahasnya satu persatu :
A. CHECK LIST DOCUMENT
Sebelum bepergian, WAJIB hukumnya memeriksa semua dokumen yang diperlukan yang
harus dibawa, apakah sudah ada semuanya atau belum. Dokumen2 yang diperlukan
adalah sebagai berikut :
1. Passport (ini serius, karena pernah loh, ada seorang kawan yang baru
pertama kali pergi keluar negri tapi passport nya ketinggalan dirumah,
gubraaaggss !)
2. Tiket penerbangan ke semua destination (biasanya sekarang hampir semua
pihak penerbangan sudah menggunakan e-tiket alias tiket elektronik yang dikirim
melalui email yang bisa di print untuk ditunjukkan kepada petugas bandara dan
petugas check in di airline yang bersangkutan)
3. KTP (ini hanya keterangan diri karena kalo keluar negri biasanya yang
penting dilihat hanya passport). Tapi tetep aja dibawa, just in case.
4. Kartu NPWP asli (untuk persyaratan bebas fiscal, kalo enggak
punya/enggak bawa copynya, disuruh bayar cash Rp 2,500,000/orang) ; Note :
untuk pertanyaan mengenai NPWP atau bebas fiskal harap mencari data2nya melalui
archieve file2 lama di milis, kita udah sering membahasnya.
5. Bawa photocopy semua dokumen2 penting seperti copy passport, copy NPWP,
copy KTP, copy tiket yang di print dan dibawa. Lebih bagus lagi sih, kalo
selain bawa photocopy dokumen2 tersebut, kita juga scanning dan menyimpan
dokumen2 tersebut di file internet (bisa di yahoo/gmail kita, etc), just in
case ada musibah disana sehingga kalo misalnya dompet/passportnya hilang atau
dirampok di suatu tempat/negara (it happens to a few unlucky travellers every
once in a while), jadi kalo kejadian, akan lebih mudah mengurusnya. Dokumen2
asli seperti passport dan KTP biasanya kita bawa2, sedangkan yang copy nya kita
sebar dan tinggal dimana2, kita letakkan di koper/ransel atau di
hotel/penginapan/rumah host.
6. Bawa buku kecil manual untuk mencatat nomor2 penting seperti no teman2
atau relasi lainnya (kalo no keluarga/pacar kan biasanya kita hapal diluar
kepala ya), jadi kalo misalnya ada kejadian HP hilang atau ketinggalan, masih
ada back-up data nya)
7. simpan alamat & no telp KBI/Kedutaan Indonesia setempat kalo misalnya
ada masalah atau kesulitan kita bisa minta bantuan.
8. catat dan simpan alamat2 dan no telp hostel / penginapan2 low budget
setempat sehingga apabila teman/saudara/tuan rumah - karena satu dan lain hal -
mendadak tidak bisa memberi penginapan, bisa ada back-up plan.
NOTE : Semua dokumen2 ini jangan dipisah (kalo dipisah ntar kangen), sebaiknya
digabung jadi satu dan diletakkan disebuah folder agar mudah mencarinya.
B. CHECK LIST DO & DON’T, RULES AND REGULATIONS
DO (apa yang harus dikerjakan SEBELUM berangkat )
1. selalu bikin check list barang2 atau dokumen2 apa yang harus dibawa, dan
lakukan cross check sebelum berangkat supaya jangan ada yang ketinggalan
2. HARUS bikin itinerary atau rencana perjalanan yang jelas dengan detail
yang lengkap, supaya tau mau kemana atau mau ngapain selama di tujuan. (Untung
ada Elok yang udah bikin itinerary jadi saya tinggal ikut itinerary dia aja,
hihi, you’re the best deh mbak!).
3. Cari penginapan/host/hostel jauh2 hari dan make sure you have your
confirmation – dari jauh2 hari sebelumnya. Jangan lupa catat dan simpan alamat
lengkap tempat2 penginapan tersebut beserta no2 telp penting, Tanya ke pihak
penginapan/tuan rumah, bagaimana caranya menuju tempat mereka dari
airport/stasiun bus/stasiun kereta api terdekat (syukur2 kalo bisa dijemput
*ngarep*)
4. Tukar duit : ini yang sering banyak orang lupa, padahal ini sangat
penting dan kritikal. Di airport selalu tersedia money changer tapi rate nya
jauuuuh lebih mahal daripada di daerah kita sendiri. Kalo di Jakarta Selatan,
perusahaan money changer yang sangat di rekomendasikan dengan rate bagus adalah
yang di Triguna Money Changer - Blok M Plaza lantai 2 (depan lift), rate disini
juara deh pokoknya ! Bawa duit cash yang cukup karena di beberapa tempat di
beberapa kota/negara tertentu, beli barang nggak bisa menggunakan credit card.
5. Satu lagi, di beberapa negara, ada kemungkinan kita nggak bisa narik uang
tunai di ATM mereka karena mereka pake sistem PIN yang kadang 4 digit, kadang 6
digit. Jadi hati2, yakinkan bahwa kamu punya ATM yang PIN nya sesuai dengan
jumlah digit PIN di ATM mereka ! (kalo kamu misalnya punya dua ATM, yang satu
PIN nya 4 digit, yang satu lagi 6 digit, lebih baik dibawa dua2nya sehingga
nggak khawatir kekurangan uang kalo nggak mau bawa duit cash banyak2). Tapi
saya ngak inget, berapa biaya yang dipotong untuk mengambil uang cash lewat ATM
di negara orang. Ada yg tau dan bisa share barang kali ???
6. Sebelum berangkat ke luar negri, aktifkan roaming international, biar
bisa tetep telp, sms atau menggunakan HP. Atau kalo mau lebih irit lagi (dan
amat sangat disarankan, beli no telp lokal (biasanya kalo beli no baru di
beberapa negara maju, kita harus memperlihatkan passport untuk registrasi
pengaktifan no Hp baru). Sangat direkomendasikan untuk membeli no telp local
karena roaming internasional. SMS/telp pake no Indonesia ending2nya amat sangat
mahal. (dapet salam dari roaming Rp 1,8 juta, huh deh !)
7. kalo HP nya blom pake wifi, mendingan di setting dan di aktifkan dari
sekarang, jadi kalo mau pake internet, jauh lebih irit (secara wifi kan gratis
ya sambungan internetnya) daripada harus buang duit sekian dollar untuk
internet (apalagi buat para banci status di facebook, haha). Trus kalo ada
wifi, kan bisa pake YM juga untuk komunikasi, jadi nggak perlu ngeluarin duit
untuk komunikasi dengan orang tua/spouse/teman, karena bisa chatting lewat YM.
Save a lots more bucks !
8. Check ”rules and regulations” yang berlaku di masing2 negara (misalnya
larangan membawa cairan, rokok, etc). Untuk yang satu ini lebih baik join
mailing list traveling/backpacking/flashpacking yang ada di Indonesia, dan
setiap kali mau bepergian, tanya ke forum “ peraturan di negara A dan B yang
akan saya kunjungi itu seperti apa ya ?” because different country has
different rules and regulations.
9. Apabila kamu seorang heavy smoker, mendingan bawa rokok dari Indonesia,
karena harga rokok disana amat sangat mahal (AUD $11 - $15 atau sekitar Rp
100,000 per bungkus *gleg*). Membawa 1 sloof yang berisi beberapa bungkus (atau
nggak boleh lebih dari 250 batang) masih diperbolehkan , asalkan kita nggak
lupa untuk declare (memberi tahu pihak imigrasi dan beacukai setempat) agar
tidak kena denda. Tapi liat lagi peraturan yang berlaku di tiap negara untuk
batas barang2 yang di declare - yang bisa masuk ke negara tersebut.
10. Pada saat browsing ticket mencari tiket dengan harga murah, ada dua
pilihan harga : 1 harga tiket dengan bagasi, 1 lagi harga TANPA bagasi. Kalo
kamu BUKAN light traveller seperti saya (light traveler = yang bisa bepergian
hanya dengan membawa 1 tas kecil dan 1 tas ransel dengan sedikit baju dan
sedikit barang dan tas nya hanya diletakkan di kabin), mendingan beli tiketnya
pake bagasi, karena kalo beli bagasi online, dengan menambah sekitar $4 - $8
dollar saja, kita mendapatkan jatah 15Kg sampai 23Kg di setiap penerbangan nya.
Sedangkan kalo kita light traveler yang beli tiket tanpa bagasi tapi kemudian
kita kelebihan berat barang bawaan yang harus diletakkan di bagasi, kena
overweight nya kalo –on the spot- bisa mahal banget.
DON’T (apa yang TIDAK BOLEH dilakukan selama perjalanan )
Saya nggak banyak punya don’t, karena biasanya don’t saya hanyalah :
- jangan buang sampah sembarangan
- jangan melanggar peraturan/adat istiadat setempat, itu aja
C. CHECK LIST BARANG2 YANG PERLU DIBAWA SELAMA PERJALANAN
1. Bawa pakaian secukupnya sesuai dengan situasi dan kondisi yang
dibutuhkan. Baju bisa dilipat sedemikian rupa sehingga menjadi kecil2. Baju
selain dilipat, bisa dimasukkan ke dalam plastik (ukuran 1kg) sehingga rapi dan
tidak terlalu memakan tempat di ransel. Untuk baju, usahakan untuk membawa
baju2 kaos yang simple2 aja, apalagi untuk musim dingin, toh baju yang didalam
nggak akan kelihatan karena ditutup dengan sweater atau jacket hangat.
2. Bawa perlengkapan mandi (sabun, shampoo, odol, sikat gigi). Untuk sabun
dan shampoo bawa yang sachet aja biar nggak berat, tapi kalo masih ngotot
pengen bawa perlengkapan mandi yang botolan (seperti saya yang begitu mencintai
produk2 body shops, hehe), usahakan agar sabun, shampoo atau lotion yang dibawa
tidak melebihi 100mg disetiap botolnya. Kalo kira2 botolnya melebihi 100mg,
sebaiknya diletakkan di bagasi dengan menggunakan plastik yang pake
penutup/seal tentunya. Untuk handuk, sebaiknya membawa 1 handuk kecil kain dan
1 handuk dengan bahan2 sejenis kanebo (lap mobil) yang praktis karena bahan nya
yang cepat kering, handuknya kecil, bisa dilipat dan dimasukkan kedalam botol).
3. Untuk para wanita, sebaiknya bawa persediaan panties/pembalut: ini
penting karena selain produk2 tersebut mahal, di beberapa kota kecil di suatu
negara, mereka hanya menjual pembalut sejenis tampon, sedangkan mayoritas
wanita EndonesaRaya tidak terbiasa untuk memakai tampon bila lagi berhalangan.
4. Bawa perlengkapan ibadah (bagi yang mau beribadah selama melakukan
perjalanan) kecuali buat yang sering ngeles musafir kalo lagi traveling, hehe.
5. Bawa dan gunakan sepatu/sendal yang nyaman digunakan apalagi untuk
perjalanan jauh dan melelahkan
6. Bawa topi/payung/kacamata hitam/sunblock/sun tanned : untuk hot/tropical
destination
7. Bawa jacket winter/sweater/sarung tangan/kaos kaki/ topi kupluk : untuk
cold/winter destination
8. Bawa botol minuman kosong yang bagus kualitasnya, agar bisa dibawa
kemana2 dan bisa selalu di re-fill karena air diluar negri bisa diminum
langsung dari keran yang banyak disediakan di banyak tempat (ngirit lagi, jadi
ngak perlu beli minuman kalo makan)
9. Bawa tissue basah karena rata2 toilet diluar negri nggak ada shower /
selang air untuk basuh nya seperti di Indonesia atau negara2 di Asia lainnya
10. Kalo kamu sering traveling ke luar negri, PENTING banget untuk
bawa/beli adaptor yang colokan nya bisa dipake di semua negara. Belinya di Ace
Hardware, harganya agak mahal, sekitar Rp 300,000, tapi adaptor tersebut serba
guna dan bisa dipake di semua negara di 4 Benua (Amerika, Australia, Eropa dan
Asia) karena tiap negara beda colokan. Tapi kalo kamu jarang bepergian dan
hanya pergi ke negara2 Asia atau negara2 tertentu, beli adaptor nya cukup yang
bisa berlaku di negara tersebut saja dengan harga lebih murah, sekitar Rp
50,000 (di carrefour juga ada).
11. Bawa obat2an pribadi biar kalo sakit ringan ada persediaan (aspirin,
panadol, neozep, betadine, handiplast, minyak kayu putih, tolak angin, obat
tetes mata dan sejenisnya - masih diperbolehkan). Untuk daerah tropis, jangan
lupa bawa autan/obat nyamuk lotion/spray.
12. Catatan lagi buat para wanita (apalagi yang fashionista seperti saya),
bawa hair dryer atau catokan rambut mini yang bisa dibawa kemana2 karena harga
nyalon disana mahal gilaaaaa, AUD $60 aja loh buat creambath atau cuci catok,
hiks ! (untung saya sempet2in nyalon dulu sebelum berangkat sehingga beberapa
hari pertama rambut masih keliatan bagus dan enak dilihat, biarpun setelah itu
rambut jadi Oh My God dot com, haha)
13. Jangan lupa bawa kamera dan baterei kamera tentunya (kalo baterei nya
manual, mendingan kayak saya kemaren, bawa banyak baterei dari Indonesia karena
harga baterei diluar negri mahal banget !)
14. HP dan charger nya jangan sampe ketinggalan. Kalo ketinggalan, mati gaya
!!!
15. Kalo mau bawa iPod, charger nya juga jangan lupa dibawa
16. extra barang yang perlu dibawa (hanya kalo mau aja):
- Novel/buku/majalah ( just to kill time between di hours selama
diperjalanan)
Jadi teman2, mudah2an sharing info kali ini sudah cukup lengkap dan berguna,
(apalagi untuk pemula) dan sekali lagi, untuk perjalanan ke luar negri yang
jauh dan lama, jangan lupa agar menyiapkan dokumen2 dan barang2 yang akan
dibawa paling tidak 1 MINGGU sebelumnya, agar apabila ada dokumen yang belum
siap atau ada barang yang harus dibawa tapi kita tidak punya, kita masih punya
waktu untuk mencari dan membeli nya sebelum berangkat. Yuk mariiiiiiii….
TO BE CONTINUED...