Selamat Malam, Assalamu 'Alaikum ehmm. ekspedisi garis depan nusantara yah.... Saya kebeneran akan berangkat ke salah satu pulau terdepan yang berbatasan langsung dengan Filipina...
PULAU MIANGAS (Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara) Insya Allah tanggal 15 Juli 2009 sampai 19 Agustus 2009 nanti kami akan berangkat (+/- 90 orang) tapi tergabung dalam tim Kuliah Kerja Nyata (K2N) Universitas Indonesia Mungkin nanti bisa sharing pengalaman dan pengetahuan saat kegiatan dan mengenai kondisi di sana atau mungkin tim ekspedisi nusantara akan mengunjungi Miangas sekitar tanggal itu? Doakan saya dapat kembali membuka milis ini :) --- In [email protected], mut_eyi <mut...@...> wrote: > > menarik....aku tertariik.... > pengen tau aja gmn caranya bisa ikutan masuk k dlm team voulentir seperti itu.. > > Best ReGarDs > > eYi > (*_~) > > > > > ________________________________ > From: Rio Indrawan laurent_...@... > To: [email protected]; [email protected] > Sent: Friday, June 26, 2009 8:41:01 PM > Subject: [indobackpacker] Ekspedisi Garis Depan Nusantara - Ada yang terlibat tolong share > > > > > > Ada yang ikut ekspedisi ini ?? Check http://www.garisdep annusantara. org/ > > berita terbaru : > Ekspedisi > Pulau-pulau Terdepan Indonesia. OPERASI WILAYAH BARAT. "121 hari > perjalanan ke 40 pulau terdepan di 10 wilayah propinsi 6274 km > perjalanan laut sepanjang Selatan Jawa, sisi Barat Sumatera, Selat > Malaka, Kepulauan Riau, Kepulauan Anambas hingga Kepulauan Natuna"Sejak 8 > Mei 2008, Tim Ekspedisi Garis Depan Nusantara telah menempuh perjalanan > laut sejauh 5364 km sepanjang sisi barat Sumatera. Kini Tim Ekspedisi > tengah berada di perairan Sulawesi untuk mendata dan mencatat berbagai > aspek sosial dan budaya di 24 pulau terdepan wilayah tengah Indonesia. > > mulai > awal Oktober 2009, Tim Ekspedisi akan bergerak menuju 28 pulau terdepan > wilayah timur Indonesia. Menggenapi misi, memberi penanda bagi 92 pulau > terdepan sebagai pagar depan "Rumah Indonesia".Di > setiap 92 pulau terdepan akan ditancapkan penanda: prasasti dengan > pesan nasionalisme dan karya seni berupa patung Soekarno Merah dan > Hatta Putih. Ungkapan hasrat dan tekad "Menjaga Tepian Tanah Air" bahwa > tak boleh sejengkal pun tanah air Indonesia diharu-biru oleh bangsa > lain. Oleh siapa pun. > > Pentingnya Ekspedisi Garis Depan Nusantara > > > > > > > Sunday, 18 May 2008 > > > > Kita > patut berbangga karena Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di > dunia dengan 17.504 pulau yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. > Indonesia memiliki garis pantai 81.000 kilometer yang merupakan > terpanjang kedua di dunia setelah Kanada. Laut terbentang seluas 5,8 > kilometer persegi atau hampir tiga perempat dari seluruh wilayah tanah > air. > > Ribuan pulau berarak dan tersebar bagai mutiara mutu > manikam di antara hamparan buih lautan di sekitar khatulistiwa. Di > antara pulau-pulau tersebut ada sebagian saudara-saudara sebangsa yang > hidup terpencil, jauh dari modernitas. Ada pula sudara-saudara kita > yang demi dedikasi dan tugas negara rela menjaga keberadaan pulau-pulau > tersebut dan harus terpisah jauh dari keluarga. > > Banyak > pulau-pulau kecil nun jauh di sana yang menjadi garis terdepan > Nusantara, namun jauh dari perhatian kita. Padahal, pulau-pulau terluar > memiliki peran strategis sebagai batas kedaulatan negara dan sudah > mejadi kewajiban seluruh bangsa untuk ikut peduli terhadap eksistensi > pulau-pulau tersebut sebagai bagian Republik Indonesia. > > Adakah > kita pernah menginjakkan kaki di sana? Terbersitkah di pikiran kita > bahwa pulau-pulau tersebut adalah bagian dari bumi pertiwi tercinta? > > > Pentingnya peran pulau-pulau terluar tersebut mendasari dilaksanakannya > Ekspedisi Garis Depan Nusantara. Ekspedisi ini bertujuan membuka ruang > informasi serta keterbukaan akan keberadaan dan potensi 92 pulau > terdepan/terluar Nusantara kepada masyarakat. Selain itu, hasil-hasil > ekspedisi diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat atas > kekayaan alam Nusantara sebagai bagian Negara Kesatuan Republik > Indonesia. Tujuan yang tidak kalah penting adalah membangun kembali > kesadaran budaya maritim yang selama ini terlalaikan. > > Sesuai > tujuan tersebut, ekspedisi akan mencatat kondisi alam di pulau-pulau > terluar dan budaya masyarakat di sekitarnya. Khusus budaya maritim, > ekspedisi akan mengungkap lebih rinci setidaknya 83 jenis perahu > tradisional asli Indonesia, antara lain 23 jenis dari Madura, 16 jenis > dari Bugis-Makasar, 6 jenis dari Sumatera Selatan, 4 jenis dari pantai > utara Jawa, dan perahu-perahu yang tersebar di seluruh pelosok tanah > air. > > Selain itu, untuk membentuk persepsi nasional maupun > internasional tentang keberadaan pulau-pulau tersebut, akan didirikan > monumen bapak bangsa, Soekarno-Hatta di setiap pulau terluar. Patung > Soekarno berwarna merah dan Hatta berwarna putih tidak hanya ekspresi > seni semata, namun juga akan menciptakan citra garis terdepan > Nusantara. Semua data-data yang dikumpulkan akan > didokumentasikan dalam bentuk buku, film, foto dan web. Setidaknya enam > buku yang direncanakan terbit, yakni Garis Depan Nusantara, Garis Depan > Nusantara: Buku 1 Pula-pulau Terdepan Indonesia Barat, Garis Depan > Nusantara: Buku 2 Pulau-pulau Terdepan Indonesia Tengah, Garis Depan > Nusantara: Buku 3 Pulau-pulau Terdepan Indonesia Timur, Perahu Tradisi > Nusantara, dan Monumen 92 Pulau Nusantara. > > Ekspedisi dibagi > dalam tiga tahap, masing-masing untuk pulau terluar di Indonesia barat, > Indonesia tengah, dan Indonesia timur. Pelaksanannya dibagi dalam tiga > tim, masing-masing tim pulau/kapal, tim Kodal (komanda pengendali) I, > dan Kodal II. Tim pulau akan bergerak dari satu pulau ke pulau lainnya > menggunakan Kapal Motor Deklarasi Djuanda. Tim Kodal I dan II akan > bergerak melalui perjalanan darat, melakukan survei awal budaya > masyarakat, melakukan kerja sama dengan seluruh pihak yang terlihat > dalam ekspedisi, termasuk mengatur rencana aksi. > > Ekspedisi > Garis Depan Nusantara merupakan insiatif oganisasi pecinta lingkungan > Wanadri dan komunitas budaya Rumah Nusantara. Kegiatan ini didukung > Departemen Kelautan dan Perikanan, Departemen Perhubungan, TNI AL, > Bakosurtanal (Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional), Medco > Energi, Kompas, TransTV, dan Trans-7. (Kompas.com) >
