Halo Mbak, mo ikut saran yach.... So, berikut ini itinerary yg saya susun: Day 1 09.30 tiba di polonia langsung ke danau toba n samosir Sorenya keliling samosir selama matahari msh ada (tentunya stlh cari penginapan). Yg blm ada cm info penginapannya saja. Nama n no telp penginapan rekomendasi plz.
Saya saranin stay di BAGUS BAY & RESTAURANT (0625-451287). Itu di Tuk-tuk. Jadi dari Parapat nanti pilih boat (khusus penumpang dan sepeda motor) tujuan Tuk-tuk. Kalo naik Ferry, Ferry hanya berlabuh di Tomok, dari Tomok ke Tuk-tuk tuh hanya sekitar 2km ajah. deket kok. (Pelabuhan Ferry ma pelabuhan boatnya beda di Parapat) Day 2 Plannya sih mau ke nias. Tp blm punya itinerary berapa lama perjalanan n jarak tempuh. Trus berangkat darimana? Mhn bantuannya utk yg ini. Kalau mesti nginap di nias, bs info tempat penginapan murmer? Msh sempat ga ya wkt utk keliling tempat2 penting di nias? Ke Nias butuh waktu paling sedikit 2 hari 1 malam. Kayaknya waktu ga' akan nututin tuh. Tapi kalo emang niat ke Nias, saya saranin untuk stay di Sorake. Untuk transportasi dan akomodasi, liat postingan sebelumnya. Saya udah nulis sedikit tentang Nias. Tapi disini juga akan saya sisipkan. Moga membantu TRANSPORTASI Kalo mo ke Nias, ada dua alternatif: naik kapal atau naik pesawat. Kalo naik kapal laut, dari Sumatra daratan, hanya bisa dicapai dari Sibolga. Dari Gunung Sitoli, Pulau Nias (bagian utara), kapal berangkat pada malam hari tiap hari kecuali hari minggu. Tiket 50-120rb rupiah (ekonomi, AC, Kabin). Selain dari Gunung Sitoli, kapal juga ada yang dari Teluk Dalam tiap Senin, Rabu, dan Jumat. Tiket 60rb/90rb (ekonomi/kabin) . Kalo naik pesawat, ke pulau Nias hanya bisa dicapai dari Medan aja. Operator yang ngelayanin hanya Merpati, dan Riau Airlines. Terakhir Januari kesana, Merpati ga terbang, jadi hanya Riau Airlines aja, tiket 650rb. Tiap hari ada 3 kali penerbangan. Tapi karena kemarin ga tau kenapa, penerbangan hanya dua kali sehari. Waktu terbang kurang lebih 1 jam perjalanan. Pake pesawat kecil, jenis Fokker, jadi kalo turbulence, goncangannya kerasa banget. Hick hick hick… I hate this. Di Nias, bandaranya namnya Binaka, kurang lebih 17km dari Gubung Sitoli, ibukotanya pulau Nias. Bisa di bilang di gunung Sitoli ga’ da apa-apanya. Ga bisa dilihat di sana kecuali Museum Pusaka Nias. Tiket masuknya 2000 rupiah. Tiap hari buka mulai jam 8-siang. Kalo minggu baru buka jam 2-5 sore, sedangkan hari senin libur. Tapi ga tau lagi kalo ada perubahan untuk jam bukanya. Menurutku museumnya juga ga terlalu bagus-bagus amat. Di situ juga ada kebun binatang mini, di mana binatang-binatangny a adalah hasil sumbangan dari penduduk. Yang wajib dikunjungi ya Sorake dan Teluk Dalam. Kalo mo ke dua tempat itu, dari Binaka airport, jarak tempuhnya 3 jam dengan mobil. Ga da taksi, yang ada hanya orang Nias yang punya mobil, dijadikan transportasi buat para turis ato penduduk lokal. Dari Binaka ke Sorake, tiap orang 100rb. Kalo mo charter, 400rb. Tapi sopirnya juga akan membawa penumpang lain 1-2 orang, kalo kita hanya 1-2 orang aja. Ya, menambah penghasilan lah. Jadi ga usah charter mendingan. Ga usah repot cari kendaraan. Biasanya di depan bandara, udah ada mobil plus orang yang mangkal untuk cari penumpang. Oh ja, biasanya di mobil sudah full music dengan tape, jadi kalo mo ndengerin lagu-lagu kesukaan, boleh tuh bawa kaset tape dari rumah. Maklum, jauh dari daratan, musiknya jadul. Dan ga banyak yang tau tentang musisi ibukota. Tapi selain mobil pribadi tersebut, ada juga mini bus ke Teluk dalam (50rb) atau ke Sorake (75rb). Dia tuh berbentuk mobil pick-up yang sudah dimodifikasi dikasih tempat duduk. Biasanya turis jarang banget naik yang naik. Berisik, kotor dan lama. Yang seru, banyak penumpang akan duduk di atas atap kendaraan, sangking penuhnya dan mereka tuh ga takut jatuh. Seru banget. AKOMODASI Gunung Sitoli: Wisma Soliga: (0639-21815) 50rb/100rb (fan/AC) Miga Beach Bungalows (0639-21460) 150rb/200rb Resto di Gunung Sitoli bisa dicoba di “Bintang Terang” (mi goring seafood) Pantai Sorake: Terdapat banyak tempat untuk menginap dengan harga yang rata-rata sama dengan fasilitas yang sama 75rb per malam, sepanjang pantai Sorake dan Teluk Lagundri. Maklum kebanyakan yang tidur di situ adalah para surfer yang menghabiskan beberapa minggu/bulan jadi ga perlu tempat tidur yang mewah namun cukup bersih dengan shower tentunya. Kemarin aku tinggal di Eddy’s Losmen. Tapi bisa juga dicoba Morris Losmen, Lisa’s, Lili’s, dan Peeruba Losmen. Ada juga Key Hole Surf Camp, Toho Surf, dam JJ Losmen. Kalo mo tinggal lama, biasanya pemilik penginapan akan memberikan harga murah 50rb. Harga buat menginap sih murah, tapi kalo makanan dan minuman di Sorake tuh mahal-mahal. Mahal enak sih gpp, tapi kalo mahal tapi rasa ga enak, gggggggggggggrrrrrr rrrrrrrrrrhhhhhh hhhhhh sangatlah menyebalkan. Warning: biasanya pemilik penginapan akan sedikit “gondok” “senewen” kalo guest-nya akan makan di warung orang lain, karena tiap pemilik losmen biasanya juga menyediakan makanan dan minuman untuk dijual, breakfast, lunch, dinner. Tapi karena Sorake jauh dari pasar atu pusat kota (Teluk Dalam) jadi hasil makanan juga seadanya. Biasanya mereka menyediakan makanan barat dan juga indonesia, tapi rasanya ya ala pemilik penginapan. Dulu di Eddy, pemilik penginapan, aku memesan gado-gado. Hasilnya? Wah ga enak banget. Sambal gado-gadonya ga sambal gado-gado yang biasanya kita makan. Cuman, kacang yang dihaluskan dan diberi bahan masakan seadanya, jadinya serasa makan vegetable dengan saus kacang yang tidak menggugah selera. Kita akan merasa ga enak hati, kalo pemilik penginapan akan mengungkapkan uneg-uneg-nya akan ketidaksukaannya guest makan di tempat lain. Emang sih ga marah-marah dan langsung menyalahkan kita sebagai tamu. Tapi mereka menyalahkan pemilik penginapan lain dengan menjatuhkan kesalahan kepada mereka yang “berusaha” mengambil keuntungan dengan menawarkan makanan dan minuman. Tapi daripada mikirin itu, mending makan aja di warung tengah tengah deretan penginapan. Disitu menyediakan makanan yang sedikit banyak lebih enak. Ga’ enaknya lagi banyak penjual souvenir yang akan mendatangi penginapan2 untuk menawarkan barang dagangan atau jasa lain (surfing, sewa sepeda, guide) . (itu juga ga’ disukai oleh pemilik penginapan) They just wanna make a money business from a tourist, sedangkan pemilik penginapan hanya menginginkan guest menghabiskan uangnya di satu tempat aja (di pemilik penginapan). SIGHTSEEING Gunung Sitoli: Museum (udah dibahas) Sorake, Teluk Dalam dan sekitar: Pantai Sorake dan Teluk Lagundri (surfing) Sewa surfboarding 50-75rb/hari Belajar surfing 3 jam (termasuk, surfboarding, pakaian, dan sepatu): 150rb. Pertama ditawarkan 300rb. Desa Traditonal: Hilinawalo Mazingo, Hilisimaetano, Bawomataluo, Botohili & Hilimaeta. Semua desa traditional itu sama saja. Kita ga perlu mengunjungi semuanya. Salah satu aja udah mewakili kok. Di Bawomataluo terdapat rumah raja terbesar dan tertua, ada lompat batu (100rb). Biasanya penduduk lokal akan mengikuti kita sebagai free guide, akan menjelaskan dengan tanpa pamrih kalo kita Tanya. Namun ujung-ujungnya mereka akan menawarkan barang dagangan. Kalo kita ga beli, mereka akan bilang, “bantulah kami dengan membeli barang-barang ini. Untuk membangun desa kami yang rusak karena sunami dan gempa bumi”. Hasil keuntungan ini juga bukan untuk saya sendiri, namun orang banyak yang akan menikmatinya. Jadi tolong belilah!” dan harga yang ditawarkan pun mahal banget. “gelang yang di jawa aja bisa di dapat 2.500 rupiah. Disana, dijual 50.000/gelang. Tentunya dengan mengatakan itu adalah hasil kerajinan lokal orang Nias. Tentu aja, tidak benar, karena bentuk dan bahannya aja sama, kayak gelang yang kita jumpai di pasaran (malioboro banyak). Kalo kita nawar sangat rendah pun, ucapan mereka akan membuat kita merasa bersalah dengan mengatasnamakan “gempa bumi” tentu saja. Aku pun mau ga mau membeli gelang dua buah seharga 20rb. Hik hik… tapi ga’ pa pa. sedangkan pasangan jalan, dia membeli kalung perang yang biasanya di pakai oleh Raja2 Nias kuno seharga 300rb. Emang dia suka sih barang2 begituan, jadi harga segitu ga’ diambil pusing ma dia. Awal ditawarkan? 500-600rb. Day 3 Dari nias ke berastagi. Saya harus tiba di berastagi jam 2.30 siang. Adakah yg bs bantu buat itinerarynya? Karena tujuan utama saya adl ke berastagi. Malamnya saya akan menginap di medan. Mhn jg info penginapan murmer di medan :-) Kalo bisa ke Nias, tentu saja ke Nias harus naik Pesawat. Dengan catatan riau airlines membuka 3 penerbangan, jadi bisa ambil yang pagi. Tapi juga kayaknya ga' akan bisa deh coz kemarin tuh hanya ada 2 penerbangan saja, nyampek Medan sorean. Jadi kalo mo ke Berastagi jam 2.30 ga' akan nututin tuh. Mending tidur di Berastagi, jadi bisa melihat suasana kotanya seperti apa. Di sepanjang jalan Veteran tuh banyak warung-warung tenda. Rame banget. nginap di WISMA SIBAYAK. baru pagi balik ke Medan langsung Jakarta. perjalanan kurang lebih 2 jam. Tapi pertanyaannya, selama di sana apakah akan charter kendaraan ato naik angkutan umum? kalo naik angkutan umum, mending tidur di Medan sih. Takut terjadi apa-apa di jalan yang mungkin memakan waktu jarak tempuh lebih lama dari biasanya. Day 4 Pulang ke jkt. Pesawat pagi jam 10. Kalau ada itinerary yg perlu dihilangkan, mhn bantuan teman2 utk membantu menyusun penggantinya. Saya bener2 blind di medan :( mau ke bnyk tempat penting tp wkt terbatas. Sebenarnya ga' perlu ada itinerary yang dihilangkan sih. Tapi lebih baik puzzle itinerarynya diganti acak lagi kali yach. Kalo emang hanya Medan-Danau Toba-Nias-Berastagi, dicoba kayak gini: Hari 1 Nyampek 9.30, kalo bisa ngejar penerbangan ke Nias, penerbangan Riau airlines ada yang berangkat jam 10 pagi dari Polonia Medan. Atau ambil penerbangan yang jam 1 siang, nyampek jam 2 siang. Di Nias, langsung menuju ke Sorake.. Nginap di Sorake 1 malam, masih sempat menikmati sunset. Hari 2 Menikmati sunrise di depan penginapan, Jam 7-8 pagi maksimal jam 9 pagi sightseeing di sekitar Sorake (desa adat, baca postingan sisipan), jam 9 langsung cabut ke Bandara, Gunung Sitoli. Ambil penerbangan riau airlines yang jam 2.15 siang, sampai di Medan 3.20 siang. Dari Medan ke Berastagi, perjalanan kurang lebih 2 jam. Angkutan terakhir dari terminal Pinang Baris jam 6 petang. Nginap di Wisma Sibayak. sighseeing malam, menikmati kuliner di sekitar Jalan Veteran yang hanya jalan kaki saja dari Wisma Sibayak. Hari 3 Hiking di Gunung Sibayak yang mudah banget pagi-pagi. Kurang lebih memakan waktu kurang lebih naik turun 3 jam perjalanan. Maksimal jam 12 siang harus berangkat ke Danau Toba kalo pake angkutan umum. Bisa juga charter mobil dari Wisma 500ribu (ga' keburu-buru harus cari kendaraan umum ontime, coz 3 kali ganti angkutan umum). Dalam perjalanan, nanti minta antar ke desa adat Lingga, Kampung Peceren, Dokan dan air terjun Sipiso-piso. Kalo waktu ga nututin buat sighseeing di Danau Toba, mending ga usah hiking di Berastagi (masih sempet sighseeing ke Lingga Dokan), tapi langsung merapat ke Danau Toba pagi. Nyampek Danau Toba langsung sightseeing di sekitar Tuk-tuk dan Tomok (Pulau Samosir), malam hari langsung merapat lagi ke Medan naik bus executive langsung Parapat-Medan/naik travel. Hari 4 Merapat ke Jakarta Well, the itineray is exhausted. Jup, I know but it's worthed. hehehe... Have a nice trip. LEAH
