Catatan moderator : Silakan jika rekan-rekan ingin diskusi, yang jelas, gambaran berikut di bawah adalah 'wajah kita'. Hal itu sifatnya bisa didebat, namun yang jelas penelitian ini dilakukan secara ilmiah.
Diskusi lebih lanjut dari rekan-rekan (dan juga respon dari Fadli) mungkin akan mempertajam kesimpulan di bawah (yang mungkin agak membingungkan dalam menyimpulkannya).RHH Halo rekan-rekan indobackpacker, Apa kabarnya? Saya Fadli, mahasiswa fakultas Psikologi UI yang pernah meminta bantuan rekan-rekan untuk berpartisipasi dalam penelitian tentang backpacker Indonesia. Sesuai janji saya,pada kesempatan kali ini saya ingin menyampaikan hasil penelitian saya sekaligus berterima kasih kepada rekan-rekan yang telah berpartisipasi dalam penelitian ini. Semoga penelitian ini bermanfaat bagi perkembangan backpacker Indonesia. Mohon maaf jika dalam penelitian ini ada perilaku ataupun kata-kata yang kurang berkenan dari saya. Sekali lagi terima kasih, partisipasi rekan-rekan sangat berharga bagi saya. Berikut adalah hasil penelitian saya (skripsi S1) tentang motivasi backpacker (hasil lengkap (skripsi) dapat dilihat di perpustakaan fakultas Psikologi UI) : Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan faktor-faktor motivasi pendorong dan faktor-faktor motivasi penarik pada wisata backpacking. Motivasi pendorong untuk berwisata merupakan motivasi internal seseorang yang mempengaruhi individu untuk berwisata.Sedangkan motivasi penarik berwisata adalah motivasi di luar diri yang menarik seseorang untuk mengunjungi tempat wisata tertentu. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 95 orang yang berada pada rentang usia dewasa muda yaitu 20 tahun hingga 40 tahun. Peneliti menggunakan alat ukur motivasi pendorong dan motivasi penarik yang keduanya disusun oleh peneliti. Skor dari 95 partisipan usia dewasa muda yang mengikuti penelitian ini dihitung menggunakan korelasi kanonikal. Dua fungsi kanonikal berkontribusi secara signifikan pada hubungan antara dua variable penelitian. Analisa dari perhitungan pertama kanonikal adalah backpacker termotivasi untuk bernostalgia, mengeksplorasi dan mengevaluasi diri mereka, memfasilitasi interaksi sosial mereka dengan orang lain, mempererat hubungan kekeluargaan, mendapatkan prestise, melakukan relaksasi, ingin keluar dari lingkungan yang rutin dan membosankan, akan mencari tempat wisata yang menghasilkan kerajinan tangan (suvenir), mempertimbangkan situasi dan kondisi saat akan dilakukan wisata (current decision). Selain faktor-faktor yang mendorong mereka untuk melakukan wisata backpacking, mereka juga mempertimbangkan faktor-faktor statis tempat-tempat wisata (iklim, sejarah, jarak, bentangan alam, dan lain-lain),apakah tempat-tempat tersebut bisa menambah pengetahuan (education) selain bahwa tempat-tempat yang benar-benar baru bagi mereka. Sedangkan analisa dari hasil perhitungan kanonikal ke-dua adalah backpacker dengan motivasi keluar dari rutinitas dan relaksasi yang tinggi, namun dengan motivasi fasilitasi interaksi sosial rendah, maka mereka akan mencari tempat-tempat wisata dengan pertimbangan tinggi pada faktor-faktor statis (iklim, sejarah, jarak, bentangan alam, dan lain-lain) dan faktor situasi kondisi (current decision). Selain itu backpackers dengan motivasi seperti di atas tidak terlalu mempertimbangkan penambahan pengetahuan dan pencarian tempat-tempat baru. Salam Triyadi Fadlilah (Fadli) Fakultas Psikologi UI [Non-text portions of this message have been removed]
